Resign atau bertahan menjadi dilema tersendiri dalam pekerjaaan. Apalagi jika ini merupakan pekerjaan pertama bagi kamu.

Sebagai lulusan baru atau fresh graduate kamu mungkin bertanya-tanya apakah harus resign atau tetap bertahan. Tampaknya ini pilihan yang rumit dan membingungkan.

Pilihan resign atau bertahan mungkin menjadi keputusan yang harus dipertimbangkan beberapa kali selama perjalanan karir.

Survei menunjukkan sebanyak 71% fresh graduate meninggalkan pekerjaan setelah masa satu tahun atau kurang  dalam pekerjaan pertama. Ini mungkin menjadi sebab mengapa banyak pekerja menjadi kutu loncat saat berkarir.

Memutuskan untuk resign atau bertahan tidak mudah dilakukan. Jika memilih resign kamu akan menghadapi pertanyaan tentang alasan pindah kerja saat interview yang berpengaruh besar terhadap langkah karir selanjutnya.

Ketika pikiran untuk resign atau bertahan pertama kali muncul, kamu perlu benar-benar mempertimbangkan apakah ini waktu yang tepat untuk resign atau tetap bertahan. 

Lalu, bagaimana mengetahui bahwa sudah waktunya resign dari pekerjaan atau harus bertahan lebih lama lagi dalam peran tersebut? Sebelum memutuskan untuk resign atau bertahan, perhatikan faktor-faktor berikut ini.

1. Tidak Senang dengan Pekerjaan

Apakah kamu tidak menyenangi pekerjaan yang dijalani? Kenali penyebab mengapa kamu tidak menyukai pekerjaan saat ini. Penelitian menyebutkan bahwa mengerjakan pekerjaan yang tidak disukai dapat berujung pada sakit kepala.

Rasa tidak memiliki dan mencintai pekerjaan dapat menyebabkan Sunday Night Blues, tidak bergairah saat bekerja, sulit berkonsentrasi, dan selalu merasakan kelelahan yang luar biasa. Apa yang harus dilakukan ketika membenci pekerjaan adalah berhenti dari pekerjaan dan menemukan pekerjaan baru di mana kamu menikmatinya.

READ:  Apakah Resign Dapat Pesangon? Begini Jawabannya

2. Visi dan Misi Perusahaan Tidak Cocok

Visi dan misi perusahaan merepresentasikan budaya perusahaan. Selain itu, visi dan misi perusahaan memberi gambaran keadaan perusahaan, standar kerja yang diterapkan, sarana pengambil keputusan perusahaan, dan pedoman perusahaan mengembangkan bisnisnya.

Jika kamu tidak nyaman dengan pekerjaan karena rendahnya rasa percaya pada visi dan misi perusahaan, pindah kerja tepat dilakukan. Idealnya saat bekerja, kamu mesti mempercayai bahwa visi dan misi dapat terwujud. Hal ini juga akan mendorong agar kamu memberi kontribusi sebaik mungkin.

3. Budaya atau Lingkungan Kantor Tidak Sehat

Situasi tidak sehat lingkungan kerja ditandai dengan manajemen atau atasan memperlakukan kamu dengan buruk, rekan kerja tidak profesional dan toxic, atau deadline dan target yang mustahil.

Lingkungan kerja toxic menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mentalnya. Hal-hal negatif dalam pekerjaan dapat mempengaruhi kehidupan di luar pekerjaan. Jika kamu merasa lingkungan kantor kamu toxic, ada baiknya untuk segera meninggalkan kantor itu.

4. Gaji Di Bawah Rata-rata

Uang mungkin bukan satu-satunya alasan kamu bekerja. Meski begitu, tak seharusnya perusahaan memberi kamu gaji tidak meningkat bahkan di bawah standar gaji peran yang kamu jalani.

Terlebih lagi jika gaji yang didapatkan tak sepadan dengan beban kerja yang diberikan. Pendidikan, keterampilan, dan kualifikasi diri kamu pantas memperoleh kompensasi yang tepat.

Jika manajemen atau atasan kamu menolak memberikannya, ini bisa mendasari untuk mulai mencari peluang di tempat lain.

5.Tidak Ada Peluang Karir

Mempunyai harapan tumbuh dalam karir, memiliki tanggung jawab baru, dan bisa meningkatkan keterampilan sangatlah wajar. Idealnya peran pekerjaan adalah tempat untuk belajar, tumbuh, dan berkembang untuk menyiapkan kesiapan jalur karir berikutnya.

READ:  Apakah Resign Dapat Pesangon? Begini Jawabannya

Loyalitas dalam pekerjaan juga hal yang tak kalah penting. Namun jika loyalitas yang diberikan tak juga berbalas perkembangan karir, inilah waktu yang tepat untuk memutuskan resign. Terlalu lama di satu tempat kerja tanpa perubahan maju pada karir akan membatasi kompetensi dan keterampilan kamu.

6. Memperoleh Pekerjaan yang Lebih Baik

Resign apabila kamu tidak menemukan kenyamanan. Bahkan jika pekerjaan yang dijalani sekarang, mengakibatkan penurunan kesehatan baik secara fisik maupun mental. Kamu perlu melihat ke luar untuk menemukan peluang peran yang lebih baik.

Jika kamu telah melamar pekerjaan baru dan memiliki tawaran untuk posisi yang lebih baik, terima kesempatan itu. Pekerjaan baru tersebut mungkin menawarkan lingkungan kerja yang lebih sehat, gaji yang lebih besar, atau pertumbuhan karir secara profesional. Tak ada salahnya mengambil kesempatan itu untuk masa depan yang lebih baik.

Kamu harus resign jika menemukan banyak alasan untuk resign. Sebaliknya, jika kamu hanya memiliki sedikit alasan bahkan tidak sama sekali, kamu mesti bertahan dalam peranmu sekarang. Tetap semangat yuk sobat Jobs.Id!

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

Leave a Reply

Pin It