Kamu seorang fresh graduate tanpa pengalaman, masih bingung gimana cara bikin CV untuk Fresh graduate? Tenang, wajar banget kok kalau kamu kebingungan. Melamar pekerjaan menjadi tantangan tersendiri setelah lulus.

Bikin Curriculum Vitae (CV) yang dilirik oleh perusahaan memang tidak gampang. Yuk simak tips bikin CV untuk fresh graduate yang berkesan berikut ini! Penasaran kan apa saja yang perlu dicantumkan dalam CV bagi fresh graduate, dan bikin perusahaan melirik kamu.

Sebelum mengetahui tips bikin CV untuk fresh graduate, kamu mesti tahu dulu apa itu CV ATS. Seringkali orang menyebut CV terbaik adalah CV ATS Friendly. Jenis CV yang dibuat khusus ini menerima penilaian yang baik dari Applicant Tracking System. CV ATS menggunakan font standar seperti font Calibri, Times New Roman, Arial, Verdana, atau Cambria. 

Pembuatan CV seperti ini lebih mudah dan cepat dibaca manusia. Iklan lowongan kerja yang easy apply serta sebagian besar perusahaan yang membuka lowongan kerja via website melakukan screening CV pakai ATS.

Nah, langsung aja yuk kita simak tentang cara membuat CV untuk fresh graduate yang berkesan ketika melamar pekerjaan!

1. Menuliskan Identitas Diri

Buatlah CV yang mampu menjelaskan siapa diri kamu dan mengapa kamu cocok untuk kualifikasi pekerjaan yang dilamar. Pastikan kamu menulis CV dengan identitas dri yang lengkap.

Informasi diri yang perlu ada dalam CV adalah nama lengkap, alamat, email profesional, dan kontak telepon. Jika memiliki media sosial profesional seperti LinkedIn sangat boleh dicantumkan. 

READ:  Cara Mengirim CV Lewat Email yang Benar

Sebaliknya, informasi yang tidak perlu ditulis terdiri dari jenis kelamin, agama, status pernikahan, dan kewarganegaraan. Latar belakang pendidikan dari awal juga tidak diperlukan. Cukup tulis tingkat pendidikan terakhir.

2. Deskripsi Diri 

Buat profile summary yang powerful. Ceritakan deskripsi diri sesuai profesionalitas secara singkat, jelas, dan padat. Tuliskan hal-hal yang berpengaruh besar kepada pekerjaan yang dilamar dalam 3-4 kalimat. Pada CV, deskripsi diri biasanya mencakup keterampilan kerja dan status saat ini, serta pencapaian dalam pekerjaan. 

Contoh: “Sarjana Ilmu Komunikasi dengan IPK 3.82 dan lulus dalam waktu 4 tahun. Mampu berkomunikasi dengan baik, melakukan negosiasi, dan menulis. Berkeinginan membangun karir sebagai Public Relation di lembaga pemerintahan.”

3. Highlight Skill

Skill memiliki peranan penting bagi perekrut untuk memilih seorang kandidat. Tonjolkan soft skill dan hard skill yang kamu kuasai dan bisa menjadi nilai tambah. Soft skill adalah keterampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosional, dan cara berkomunikasi untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Adapun hard skill adalah keahlian utama yang dimiliki berdasarkan latar belakang pendidikannya. Misalnya, jika kamu lulusan linguistik maka kamu memiliki keterampilan linguistik, menulis, dan menyunting tulisan dengan baik.

Ketika melamar pekerjaan, ada beberapa soft skill yang perlu dicantumkan. Misalnya, kemampuan bekerja di bawah tekanan dan deadline, kerja sama tim, dan skill kepemimpinan yang baik. Selain penting juga untuk mencantumkan kemampuan bahasa asing yang dimiliki supaya kamu punya value lebih besar.

4. Cantumkan Pengalaman

Sebagai seorang fresh graduate mencantumkan pengalaman dalam CV juga penting. Apabila belum ada pengalaman kerja, kamu bisa mencantumkan pengalaman magang, organisasi, volunter, atau kepanitiaan.

Partisipasi kamu dalam organisasi atau kepanitiaan menunjukkan bahwa kamu telah belajar banyak skill yang relevan dengan dunia kerja. Daftar kepanitiaan yang kamu tulis juga menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang dapat bekerja sama dalam tim. 

READ:  3 Contoh Ringkasan Linkedin untuk Fresh Graduate Terbaik

Jika kamu memiliki pengalaman freelance job, atau bisnis pribadi juga boleh dicantumkan. Tuliskan posisi kerja atau jabatan, nama tempat, dan durasi kerja. Jelaskan secara detail deskripsi kerja dan tanggung jawab serta kontribusi kamu dalam kegiatan tersebut.

5. Sisipkan Kontak Referensi

Dengan mencantumkan kontak referensi, membantu perusahaan mengonfirmasi keahlian dan kompetensi diri kamu dari pihak ketiga yang tercantum. Selain itu, mencantumkan kontak referensi di CV menambah kredibilitas CV kamu. 

Jika kamu pernah bekerja secara profesional, kamu bisa mencantumkan kontak atasan, atau rekan kerja. Namun jika belum pernah, pemberi referensi bisa meliputi guru, atau dosen. Sebagai catatan, kamu perlu meminta izin pihak ketiga terlebih dahulu agar tidak terjadi miskomunikasi.

Sekarang sudah nggak bingung lagi dong. Jadi makin tahu kan cara bikin CV yang benar. Coba cek dan review CV kamu. Ikuti tipsnya, biar CV kamu oke punya! 

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.

Leave a Reply

Pin It