Pertanyaan wawancara

7 Tips Sukses Ikut Job Fair Online

Job fair online adalah inovasi bursa kerja yang berkembang di masa pandemi. Tren tersebut sejalan dengan anjuran untuk membatasi kegiatan berkumpul di ruang tertutup. Para penyelenggara pameran kerja memilih cara ini untuk menyediakan “ruang” agar perekrut dan kandidat pekerja dapat bertemu.

Sebagai pencari kerja, kamu tentu tak mau ketingggalan zaman. Jadi, kamu perlu mencari tahu cara biar peluang dapat kerja dalam job fair online semakin terbuka lebar.

Cek Perusahaan Peserta

Sebelum memutuskan mengikuti job fair online, kamu perlu mengecek perusahaan peserta yang menawarkan pekerjaan pada acara tersebut. Kamu bisa melihat dari materi promosi yang disebarkan penyelenggara. Kalau ada nama perusahaan impian, kamu bisa langsung mendaftarkan diri deh. Jangan lupa melirik perusahaan lain yang mungkin menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu.

Setelahnya, kamu harus mengerjakan pekerjaan rumah yaitu riset perusahaan yang akan dilamar. Fokus pada misi, budaya kerja, dan keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Lalu susun beberapa pertanyaan yang terkait dengan hasil penelitianmu. Kalau catatan ini sudah lengkap, kamu siap menghadapi perekrut pada saat acara berlangsung.

Periksa Peralatan Pendukung

Salah satu yang paling dikhawatirkan dalam bentuk meeting online apa pun adalah koneksi yang jelek. Kalau jaringan internet tiba-tiba down saat acara berlangsung, kamu akan kehilangan kesempatan. Makanya, kamu harus memikirkan strategi untuk mengatasi kendala teknis ini. Misalnya, jika tidak yakin dengan kestabilan internet di rumah, kamu bisa pergi ke coworking space terdekat. Atau, bila mati lampu sehingga wifi rumah tidak berfungsi, kamu bisa langsung tethering dari ponsel.

Enggak cuma jaringan internet yang harus diperiksa. Kamu juga perlu mengecek kamera dan microphone di laptop. Pastikan keduanya berfungsi dengan baik. Jangan sampai gambar dan suaramu hilang saat sedang mengobrol dengan perekrut.

Memperbaharui CV

Kamu bisa meng-upload curriculum vitae sebelum acara. Jadi, siapkan dokumen ini sebaik mungkin dengan mencantumkan keahlian sesuai dengan pekerjaan yang kamu inginkan. Kamu juga perlu memperbaharui CV dengan daftar pelatihan tambahan yang pernah dijalani semasa pandemi.

Selain CV, kamu juga perlu mempersiapkan dokumen lain yang dapat membuat perekrut melirik. Misalnya sertifikat pelatihan dan portfolio kamu saat magang atau jadi freelancer. Tapi, kalau tidak bisa di-upload semuanya, kamu dapat mempersiapkan berkas pendukung di platform tertentu atau situs pribadi. Jika dokumen ini dibutuhkan perekrut, kamu hanya tinggal membagi link-nya saja.

Persiapan Interview

Ingat, kamu bisa dapat kesempatan interview dengan perekrut saat acara lho. Kamu harus tahu bagaimana menghadapi pewawancara secara mendadak. Jadi, kamu perlu mempersiapkan kata-kata untuk memperkenalkan diri dengan percaya diri, bahasa tubuh yang baik, hingga tatapan mata yang fokus.

Kamu dapat berlatih dengan teman atau keluarga menggunakan aplikasi meeting seperti Zoom. Ajak mereka agar mau melakukan sebuah sesi latihan wawancara. Lalu, minta tolong agar mereka mau mengevaluasi cara kamu menjawab pertanyaan hingga kualitas suara yang terdengar.

Berpakaian Formal

Job fair online memang bisa diikuti dari mana saja. Bahkan dari kamarmu sendiri. Tapi, bukan berarti kamu bisa berpakaian seenaknya. Kamu harus tetap mengenakan setelan rapi agar enak dipandang saat berhadapan dengan perekrut di layar laptop.

Buat fresh graduate yang baru mau terjun ke dunia kerja, pilihlah pakaian yang memberi kesan smart, tapi tetap kasual. Misalnya, setelan warna khaki, kemeja panjang, atau blus. Kamu juga dapat memilih kemeja yang dipadu dengan sweter.

Buat Catatan

Saat job fair online berlangsung, kamu perlu mempersiapkan buku catatan dan pulpen di sebelah laptop. Buku ini berguna untuk menulis hal-hal penting. Misalnya nomor kontak perekrut untuk di-follow up atau tanggal pemberitahuan hasil seleksi kerja.

Kalau menulis catatan di laptop, maka kamu perlu membuka aplikasi lain. Ketika aplikasi itu muncul di layar, maka kamu akan kehilangan kontak mata dengan perekrut. Ditambah lagi, tanganmu sibuk mengetik. Hal ini akan membuatmu tampak tidak menghargai lawan bicara.

Follow Up

Setelah job fair online selesai, bukan berarti tugasmu sudah berakhir. Kamu masih perlu melakukan follow up mengenai kelanjutan tahapan seleksi kerja. Ingatlah, bahwa hari itu mungkin perekrut menjaring banyak orang dalam satu waktu. Jadi, kamu harus proaktif untuk mengingatkan mereka jika belum mendapat kabar apa pun dalam beberapa hari seusai acara.

Kamu juga bisa menjalin koneksi dengan perekrut dari media sosial profesional. Misalnya belum mendapat kesempatan bergabung dengan perusahaan, setidaknya kamu mendapat jaringan baru. Jaga terus hubungan profesional ini, siapa tahu kamu akan mendapatkan peluang di masa depan.

Job fair online terkesan mudah. Kamu bahkan tak perlu keluar ongkos dan tenaga untuk menuju tempat penyelenggaraan acara. Tapi, kamu tetap harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi event ini. Sebab, kamu perlu mengantisipasi kalau ada kesalahan teknis di tengah acara atau malah diminta untuk melakukan interview mendadak. Semoga kamu sukses dalam bursa kerja virtual berikutnya.

Panduan Menghadapi Dua Tawaran Pekerjaan Sekaligus

Panduan Menghadapi Dua Tawaran Pekerjaan Sekaligus

Tawaran pekerjaan adalah sesuatu yang ditunggu-tungu oleh para pencari kerja. Tapi, apa yang harus dilakukan kalau kamu mendapat lebih dari satu kesempatan? Terkadang, kejadian seperti ini memang bikin dilema ya. Kalau lagi bingung karena ada dua perusahaan yang menjawab lamaran, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tenang dulu.

Setelah menenangkan diri, kamu baru bisa berpikir lebih jernih. Lalu, lakukan langkah-langkah berikut ini sebelum menentukan keputusan terbaik.

Bandingkan

Mungkin sebelumnya kamu sudah melakukan riset tentang dua perusahaan yang menawarkan pekerjaan ini. Tapi, kali ini, coba bandingkan kelebihan dan kekurangan dari keduanya. Cek tawaran gaji, tunjangan, peran dan tanggung jawab, budaya kerja, lokasi, fleksibilitas, atau hal lain yang menurutmu penting. Daftar ini membuat kamu lebih mudah untuk memutuskan.

Kalau ada satu-dua poin yang tidak bisa dibandingkan karena kamu tidak tahu kenyataannya, jangan ragu menghubungi perusahaan untuk mendapatkan informasi tambahan. Dengan mendapatkan penjelasan, kamu bisa membuat keputusan yang objektif.

Jujur

Ada dua kondisi yang mungkin kamu hadapi. Pertama, ketika mendapat telepon tawaran pekerjaan dari satu perusahaan, sementara kamu juga sedang menunggu jawaban dari perusahaan lainnya yang dijanjikan di hari tertentu. Kalau kamu berada pada situasi ini, jujurlah pada perekrut dan meminta kesempatan untuk memberi tanggapan setelah mendapat jawaban dari perusahaan lainnya.

Jujur pada perekrut tentang dua tawaran pekerjaan sekaligus memang tricky sih. Kalau salah kata dan terkesan sombong, kamu malah bisa kehilangan peluang. Tetapi, kalau kamu bicara dengan sopan, penuh rasa hormat dan tetap menunjukkan antusiasme, perekrut bakal menghargai kejujuranmu. Malah, mereka akan menilai kalau kamu memang kandidat berkualitas yang memang dicari di pasar kerja.

Strategi Negosiasi Gaji

Nah, pada kondisi yang kedua, kamu juga bisa terjebak dalam situasi dimana mendapat tawaran pekerjaan saat sudah ada perusahaan lain yang bersedia meminangmu. Kalau hal ini yang terjadi, kamu bisa melancarkan strategi negosiasi gaji atau tunjangan. Mulailah dengan menyebutkan bahwa kamu sangat menginginkan pekerjaan yang ditawarkan, tetapi ada perusahaan lain yang menjanjikan gaji atau tunjangan yang menarik. Jangan lupa lihat peluang negosiasi lain seperti bonus atau waktu liburan.

Sebelum melakukan strategi ini, kamu harus bisa menilai diri sendiri dulu. Setidaknya, kamu tahu besaran gaji untuk seorang fresh graduate di dunia kerja. Walaupun baru lulus kuliah, kamu juga berhak dibayar dengan layak. Jadi, kamu tidak terkesan asal meminta gaji besar saja.

Menerima Tawaran Kerja

Jadi, kamu sudah memutuskan perusahaan yang akan dipilih? Bagus! Langkah berikutnya, kamu perlu mengirim email jawaban kesediaanmu untuk bergabung.

Di dalam surat ini, tuliskan dengan jelas bahwa kamu telah menerima pekerjaan. Lalu, ungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Oh ya, jangan lupa menanyakan tentang pekerjaan lebih detail dan tanggal masuk kerja.

Menolak Tawaran Kerja

Walaupun sudah menolak tawaran pekerjaan di satu perusahaan, bukan berarti kamu dapat memutuskan hubungan tanpa kabar begitu saja. Pada hari keputusan yang sudah kamu janjikan, kamu bisa mengirim email pada perekrut. Pastikan isi surat kamu tetap mengapresiasi untuk perusahaan yang mau menerimamu.

Selain itu, kamu juga bisa menjelaskan alasan memilih bekerja perusahaan lain. Tapi, jangan lupa tulisan ini juga harus tetap positif ya. Misalnya, kamu bisa bilang kalau merasa lebih cocok dengan budaya kerja di perusahaan yang lain.

Sampai di sini, apakah kamu sudah bisa lepas dari dilema? Semoga kamu bisa memilih satu dari dua tawaran pekerjaan yang terbaik.

Bagaimana Menghadapi Wawancara Kerja Via Telepon?

Bagaimana Menghadapi Wawancara Kerja Via Telepon?

Wawancara kerja via telepon masih menjadi pilihan sejumlah perusahan untuk menyaring kandidat tenaga kerja. Biasanya, perusahaan memakai strategi ini pada tahap awal dari serangkaian kegiatan perekrutan. Kamu juga bisa menerima undangan wawancara kerja via telepon jika melamar pekerjaan sebagai karyawan yang bekerja jarak jauh.

Buat kamu yang akan menghadapi interview seperti ini dalam waktu dekat, sebaiknya mempersiapkan diri dari sekarang. Walaupun wawancara kerja kali ini hanya dengan suara, tapi kamu tidak boleh menganggap remeh. Memang sih, kamu tidak perlu repot-repot berlatih ekspresi dan memakai pakaian terbaik saat interview. Tapi, percaya deh, nada suara dan artikulasi saat bicara bisa menentukan penilaian perekrut.

Jadi, ayo cari tahu cara menghadapi wawancara kerja via telepon!

Latihan

Untuk latihan interview kali ini, kamu perlu meminta bantuan keluarga atau teman. Kamu bisa berpura-pura melakukan wawancara kerja dengan salah satu dari mereka, lalu biarkan lawan bicara untuk menanyakan sejumlah pertanyaan. Setelahnya, kamu dapat meminta pendapatnya tentang caramu menjawab.

Mungkin, teman tidak bisa berkomentar tentang kualitas jawabanmu. Soalnya, mereka sendiri tidak punya pengalaman sebagai tim perekrut. Tapi, lawan bicara dapat memberi tahu apakah suaramu terdengar jelas atau justru seperti bergumam. Kalau belum puas berlatih dengan satu orang, lakukan hal ini dengan teman lainnya agar kamu dapat banyak masukan.

Siapkan Ruangan

Kamu hanya perlu menyiapkan satu ruangan yang jauh dari suara bising. Bisa di kamarmu sendiri atau ruang kerja di rumah. Kamu bisa bilang pada anggota keluarga lain agar tidak masuk ke ruangan itu saat sesi wawancara kerja via telepon berlangsung. Kalau perlu, kamu kunci dari dalam sekalian.

Jangan lupa untuk mengatur ponsel sehingga tidak ada notifikasi yang mengganggu di tengah interview. Kamu pasti enggak mau ada telepon sela saat perekrut sedang bicara.

Bawa “Sontekan”

Eits, jangan salah! “Sontekan” yang dimaksud di sini bukan dokumen milik orang lain, tapi surat lamaran dan curriculum vitae kamu sendiri. Jangan lupa daftar keahlian kamu dan iklan lowongan kerja yang diposting oleh perusahaan.

Dengan membawa atau membuka “sontekan” ini, paling enggak kamu akan merasa tenang saat wawancara kerja via telepon. Nah, kalau lupa beberapa detail yang ditanyakan oleh pewawancara, kamu jadi bisa mengintip deh. Selain itu, kamu juga bisa mencocokan jawaban yang relevan dengan deskripsi pekerjaan.

Perhatikan Etika Bicara di Telepon

Sekali lagi, jangan hanya karena perekrut tidak bisa melihat, maka kamu boleh bertindak seenaknya. Kamu tetap perlu memperhatikan etika bicara di telepon seperti tidak berbicara sambil makan apalagi merokok atau mengunyah permen karet. Suara orang yang berbicara dengan mulut penuh tentu kedengaran berbeda. Selain itu, kamu juga harus bicara lebih lambat agar perekrut bisa menangkap jawaban dengan sekali dengar.

Kalau perlu, kamu juga dapat menyiapkan buku atau kertas untuk menulis hal-hal penting saat pembicaraan berlangsung. Ya, seperti saat kamu wawancara tatap muka biasanya saja. Catatan ini bakal berguna saat kamu diberi kesempatan untuk bertanya kembali ke perekrut.

Apa pun jenis interview yang akan dihadapi, kamu tetap butuh mempersiapkan diri. Kamu enggak mau kan tersisih pada seleksi pertama gara-gara sombong karena merasa “cuma wawancara kerja via telepon” saja. Kalau hal itu terjadi, kamu bakal menyesal nanti. Jadi, berusahalah seoptimal mungkin agar bisa menembus tahap wawancara kerja kali ini!

 

 

wawancara

5 Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara “Apa Kelemahan Anda?”

“Apa kelemahan Anda?” adalah salah satu pertanyaan wawancara yang sering muncul di sesi interview. Pertanyaan sederhana ini tidak mudah dijawab. Di satu sisi, kamu harus jujur. Namun, di sisi lain, kamu tidak boleh memperlihatkan semua kelemahan diri yang bisa bikin kalah bersaing dengan kandidat lain.

Buat kamu yang sedang mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja, inilah tips untuk menjawab pertanyaan “Apa kelemahan Anda?”

Jujur

Perekrut memahami kalau semua orang punya kelemahan, termasuk kamu. Jadi, jujur saja tentang kelemahanmu sendiri. Jangan terlalu percaya diri dengan mengatakan kalau kamu tidak punya kekurangan sama sekali.

Sebelum menghadapi pewawancara, kamu harus membuat daftar mengenai berbagai keahlian yang kamu tidak kuasai. Kamu bisa menggunakan catatan ini untuk berlatih menghadapi interview. Dengan demikian, kamu sudah siap memberikan tanggapan jika pertanyaan ini datang tiba-tiba.

Memilah Jawaban

Setelah menganalisa diri secara jujur, kamu mungkin akan menemukan beberapa kelemahan. Jika kamu menghadapi pertanyaan wawancara “Apa kelemahan Anda?”, maka pilih kekurangan yang tidak berpengaruh nyata pada pekerjaan utama. Sebagai contoh, jika melamar untuk pekerjaan menulis, kamu bisa mengatakan kalau memiliki kelemahan dalam analisis data angka. Walaupun kedua hal ini tidak berhubungan, tapi bila kamu berusaha belajar analisis data, maka perekrut akan memberikan apresiasi.

Dengan memilih jenis kekurangan yang tidak berpengaruh pada pekerjaan utama, berarti kamu cerdik. Hal itu menunjukkan bahwa kamu memiliki kesadaran penuh selama wawancara sehingga bisa menanggapi pertanyaan sulit dengan tepat.

“Kekuatan” Sebagai “Kelemahan”

Banyak orang yang memakai trik dengan menjawab bahwa “kekuatan” yang dimiliki adalah juga “kelemahan” terbesar. Misalnya, jawaban “perfeksionis” sehingga sering melewatkan deadline. Atau, dengan jawaban “saya pekerja keras” sehingga tidak bisa menyeimbangkan waktu kerja dan kehidupan pribadi. Itulah jawaban klasik yang sudah sering didengar oleh perekrut.

Kamu boleh saja menjawab pertanyaan wawancara “Apa kelemahan Anda?” dengan mengatakan sebagai perfeksionis jika memang itu kenyataannya. Tapi, berikan penjelasan tambahan dengan gambaran bagaimana perfeksionisme yang kamu terapkan dalam mengerjakan sesuatu. Sebagai contoh ketika kamu terlalu memperhatikan detail, menerapkan standar yang tinggi, dan memberi tekanan pada diri sendiri sehingga membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan satu tugas.

Menunjukkan Usaha Atasi Kelemahan

Perekrut tidak akan menerima pekerja yang pasrah saja dengan kekurangan diri. Jadi, kamu harus menceritakan upaya untuk memperbaiki kemampuan dan mengatasi kelemahan. Misalnya, kalau punya masalah saat berbicara di depan umum, kamu bisa bilang kalau sedang mengikuti kelas public speaking.

Bahkan, jika kamu belum bisa menunjukkan hasil dari usaha memperbaiki diri, perekrut pun akan maklum. Semua hal memang butuh proses. Tapi, perekrut sudah melihat kalau kamu adalah orang yang bisa mengidentifikasi dan mencari jalan keluar atas sebuah isu. Kamu juga dapat memecahkan masalah yang dihadapi diri sendiri atau tim.

Jangan Merendah

Meskipun kamu sedang membicarakan kekurangan diri, tapi jangan merendahkan suara apalagi sampai membuatmu terlihat minder. Posisikan kepala agar tetap tegak dan katakana bahwa kamu berusaha keras untuk memperbaiki diri. Jika kamu menilai diri lebih rendah, bagaimana perekrut mau menghargaimu?

Sekali lagi, ingatlah kalau memiliki kekurangan adalah hal yang wajar. Jangan malu untuk mengakuinya.

Pewawancara tentu memiliki maksud khusus dengan mengajukan pertanyaan “Apa kelemahan Anda?”. Melalui pertanyaan ini, kamu akan mendapat kesempatan untuk menunjukkan bagaimana menindaklanjuti kritik yang membangun, menghadapi tantangan, membuat perubahan, dan bangkit dari keterpurukan. Kalau dipikir-pikir, jawaban atas pertanyaan ini justru menunjukkan bahwa kamu punya kekuatan sebenarnya dan layak menjadi kandidat terpilih.

Bagaimana Menghadapi Wawancara Kerja Via Telepon?

Bikin Kesalahan Wawancara Kerja? Harus Bagaimana?

Wawancara kerja yang kamu jalani tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, ada saja hal yang membuat sesi interview menjadi tidak lancar, walaupun kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Kalau sudah begini, kamu mungkin akan kehilangan peluang kerja.

Tapi, kamu tetap harus bisa bersikap dewasa. Cobalah berpikir untuk menemukan solusi untuk mengatasi kesalahan wawancara kerja yang terlanjur terjadi.

Minta Maaf

Salah satu kesalahan wawancara kerja yang terkadang tak bisa dihindari adalah keterlambatan. Hal ini bisa terjadi karena kamu terjebak kemacetan yang tak terduga. Keterlambatan juga dapat terjadi karena kamu lupa jadwal interview dan tidak memperhatikan tanggal dan jam wawancara. Kalau sudah begini, harus bagaimana?

Bila kamu mengalami hal ini, maka segera minta maaf. Kalau kamu masih di tengah perjalanan dan memperkirakan tak akan sampai tepat waktu, hubungi perekrut dan kabarkan tentang kendala yang dihadapi. Setelah bertemu langsung, kamu bisa menjelaskan penyebab keterlambatan. Tapi, usahakan agar kamu tidak terkesan mencari-cari alasan.

Menenangkan Diri

Kesalahan wawancara kerja bisa terjadi di tengah sesi interview. Perasaan gugup dapat membuatmu kesulitan menjawab pertanyaan yang dilontarkan perekrut. Bahkan, pikiranmu bisa tiba-tiba blank begitu saja.

Jika kamu menyadari kesalahan itu, segera meminta jeda waktu sejenak untuk menarik napas dan menjernihkan pikiran. Bilang saja kalau kamu grogi atau bahkan mengungkapkan kepribadianmu yang sebenarnya introvert. Lalu, buat mengatasinya, kamu bisa minum atau mengelap keringat. Perekrut akan menghargai kejujuranmu, dan bahkan memberimu semangat.

Atasi Frustasi Setelah Wawancara

Ada kalanya wawancara kerja benar-benar kacau. Kamu tergagap ketika menjawab pertanyaan. Kamu bahkan tidak tahu nama pimpinan perusahaan karena belum melakukan riset. Hal ini bisa membuat kamu langsung frustasi seusai wawancara.

Bagaimana pun, kejadian itu sudah berlalu. Sekarang, kamu harus bisa menenangkan diri agar bisa berpikir jernih. Lalu coba evaluasi kesalahan yang terjadi di dalam ruangan, kemudian move on dan buat rencana memperbaikinya pada kesempatan interview berikutnya. Ingatlah kalau wawancara kali ini hanya satu peluang. Mungkin esok kamu akan mendapat panggilan lainnya.

Thank You Note

Thank you note biasanya dikirim kepada perekrut setelah interview. Catatan ini bisa menjadi “penyelamat” untuk berbagai jenis kesalahan wawancara kerja yang sudah terlanjur terjadi.

Sebagai contoh, apabila kamu terlambat menghadiri sesi wawancara, maka sediakan ruang di thank you note untuk memohon maaf dan berterima kasih atas kesempatan interview yang masih diberikan. Contoh lain, saat kamu tidak sempat memanfaatkan waktu untuk bertanya balik kepada pihak perusahaan saat wawancara, maka jadikan thank you note sebagai kesempatan kedua. Di dalam pesan terima kasih yang kamu kirimkan, tulis sebuah pertanyaan yang relevan dengan pekerjaan atau bahkan terkait dengan pembahasan saat sesi interview. Dengan demikian, kamu menunjukkan ketertarikan untuk bekerja di perusahaan.

Wawancara Kerja Ulang (Jika Memungkinkan)

Di masa pandemi seperti sekarang, wawancara kerja secara virtual sudah menjadi hal yang biasa. Namun, terkadang ada kendala teknis yang membuat sesi interview menjadi tidak lancar. Jaringan yang tidak stabil bisa membuat pertanyaan pewawancara tidak terdengar atau jawabanmu yang seakan terputus-putus.

Untuk mengatasi hal ini, lagi-lagi bisa diatasi dengan mengirim pesan terima kasih kepada perekrut. Pada catatan itu, kamu dapat menambahkan kalimat permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat wawancara kerja. Jika memungkinkan, kamu juga boleh menanyakan kemungkinan wawancara kerja ulang. Apabila perusahaan melihatmu sebagai kandidat potensial, tentu mereka tidak akan keberatan. Tapi, lain kali kamu harus mengantisipasi kendala teknis dengan memastikan kestabilan jaringan.

Jadikan setiap kesalahan wawancara kerja menjadi pelajaran berharga. Jika hal ini membuat kamu kehilangan peluang, maka berusahalah untuk lebih baik pada sesi interview berikutnya.

Catat! Ini Langkah-langkah Membuat CV yang Perlu Kamu Tahu

Mau Dapat Kerja di Tahun 2021? Simak Tips Berikut Ini

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Dampaknya masih terasa di berbagai sektor ekonomi. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan baru yang ingin segera terjun ke dunia kerja.

Kalau kamu jeli dan mau berusaha, sebenarnya banyak cara dan peluang di luar sana. Berikut tips untuk mendapat kerja di tahun 2021.

Mencari Pekerjaan yang Sesuai

Setiap orang pasti ingin mendapat kerja segera setelah merampungkan pendidikannya. Namun, kamu juga harus tahu alasan utama bekerja. Apakah kamu membutuhkan uang segera? Apakah kamu ingin mendapat pekerjaan pertama sebagai batu loncatan?

Jika kamu sudah mengidentifikasi alasan tersebut, maka mulailah mencari pekerjaan yang sesuai. Kamu bisa melihat lowongan kerja Jobs.id. Kamu juga bisa mencari informasi mengenai tawaran gaji dan testimoni dari karyawan yang sudah bekerja di perusahaan yang menyediakan posisi untuk kandidat seperti kamu.

Pilih Industri yang Tepat

Kamu pasti tahu betapa pandemi Covid-19 telah berdampak pada perekonomian. Kamu membaca begitu banyak berita tentang pemutusan hubungan kerja dan penutupan perusahaan. Kondisi ini bikin kamu berpikir kalau dapat kerja di masa pandemi bakal sulit buat orang yang belum punya pengalaman.

Jangan pesimis dulu! Kalau kamu perhatikan lagi, sebenarnya ada industri yang bertahan selama 2020 dan terus tumbuh di tahun 2021. Mereka pasti membutuhkan tenaga kerja untuk perkembangan bisnis dan bahkan ekspansi. Cobalah mencari peluang kerja di sektor retail online, teknologi, dan layanan kesehatan. Siapa tahu mereka memang membutuhkan kandidat dengan bakat seperti kamu.

Memanfaatkan Network

Sebagai orang yang baru mau melangkah ke dunia kerja, mungkin kamu belum punya banyak relasi di industri. Tetapi, kamu tentu terkoneksi dengan jaringan alumni. Jadi, cobalah bergabung dengan organisasi himpunan alumni untuk memperoleh kolega lebih banyak, dan pada akhirnya mendapat peluang kerja. Kamu juga bisa membuka kembali komunikasi dengan orang-orang yang pernah dikenal di kampus, dan kini telah sukses di bidang yang digeluti.

Kamu juga bisa memulai hubungan profesional dengan sosok yang menjadi panutan di industri. Bahkan jika kamu tidak pernah mengenal orang itu secara personal atau terkoneksi melalui teman lainnya. Awali dengan mencari tahu dari media sosial, lalu ikuti kiprahnya.

Lamar!

Oke, sekarang kamu sudah tahu posisi di perusahaan yang akan dilamar. Pekerjaan rumah pertama yang harus dilakukan adalah merapikan CV. Tulislah keahlian dan pengalaman yang relevan dengan lowongan yang ditawarkan. Selain itu, tambahkan hal-hal lain yang membuat kamu unik, seperti keterampilan khusus yang mendukung pekerjaan utama.

Setelah mengirim lamaran melalui Jobs.id, kamu bisa melanjutkan upaya pendekatan kepada calon user melalui berbagai cara. Lagi-lagi, kamu bisa memanfaatkan media sosial profesional untuk terhubung dengan orang-orang yang bekerja di perusahaan yang dituju. Bisa jadi, salah satu dari mereka adalah orang penting yang akan mengambil keputusan atas nasibmu kelak.

Jangan Takut Negosiasi Gaji

Negosiasi gaji pertama kali dengan user memang tidak mudah. Apalagi jika kamu belum pernah berargumen tentang pembayaran sebelumnya. Ditambah lagi, kamu juga takut terkesan lancang kalau mengajukan gaji terlalu tinggi di tengah situasi ekonomi dan industri yang tak pasti. Jika salah, peluang kerja yang sudah ada di depan mata malah tertutup lagi.

Begini, kalau sudah sampai ke tahap negosiasi gaji, berarti perusahaan melihat kamu punya potensi. Kamu sudah lolos saringan administrasi dan bahkan mungkin beberapa tahapan wawancara. Jadi, seharusnya kamu percaya diri untuk mengajukan nilai gaji tertentu. Tapi, sebelum bertemu user, pastikan kamu melakukan riset standar gaji di industri untuk mendapatkan bayaran yang wajar.

Meski kondisi dunia masih tidak pasti, namun kamu tetap bisa dapat kerja yang diinginkan dan sesuai dengan passion. Dengan mengikuti tips di atas, kamu akan menemukan pekerjaan yang cocok.