Daftar Program MT dan Magang Berbayar di Indonesia, Startup Terus Berinovasi

Daftar Program MT dan Magang Berbayar di Indonesia, Startup Terus Berinovasi

Dunia kerja terus berkembang seiring dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi. Apabila dahulu job security menjadi idaman para pencari kerja, saat ini kesempatan untuk menggali kemampuan diri dan passion dalam bekerja menjadi incaran. Belum lagi dengan munculnya berbagai perusahaan digital dengan beragam inovasinya. Eksplorasi tiada batas dari perusahaan-perusahaan yang biasanya disebut startup ini, memberikan tantangan tersendiri dan kesempatan yang menarik bagi pencari kerja. 

Namun demikian, penting bagi para pencari kerja – istilah kerennya job-seeker– untuk memahami pembinaan karir di berbagai perusahaan. Ada pekerjaan yang bisa memberikan job security. Ada yang bisa memberikan kompensasi yang besar. Ada pula yang memberikan leadership roles secara cepat dan kesempatan mencari solusi atas berbagai tantangan di dunia usaha saat ini yang semakin kompleks. 

Para pencari kerja dapat mendaftar ke program akselerasi karir, atau sering dikenal dengan program Management Training (MT) untuk mendapatkan fast track ke tingkatan yang tertinggi di perusahaan idaman. Keunggulannya jelas. Selain jaminan memperoleh standar gaji yang lebih tinggi, jebolan trainee juga berkesempatan untuk memperoleh kesempatan pengembangan diri melalui berbagai pelatihan dan pendidikan dari perusahaan.

MT biasanya berdurasi 1 hingga 2 tahun dengan pembelajaran berbasis pendidikan intensif dan on-the-job training. MT juga akan mencakup perkenalan fungsi di berbagai divisi perusahaan. Trainee umumnya diberikan gaji, meskipun belum penuh, yaitu rata-rata sebesar Rp4-5 juta. Mereka juga bisa mendapatkan berbagai benefits dari perusahaan termasuk tunjangan kesehatan, transportasi, akomodasi dan konsumsi, hingga beragam fasilitas perusahaan. 

Apabila masih menjadi mahasiswa tingkat akhir atau lulusan baru yang ingin mencari pengalaman kerja, dapat juga mempertimbangkan program magang (internship) yang umumnya berdurasi 1-6 bulan. Selama program, intern biasanya diperkenalkan ke ruang lingkup kerja perusahaan. Program magang di beberapa perusahaan durasinya bisa mencapai 6-12 bulan dengan kesempatan terlibat langsung dalam proses bisnis dan pengerjaan proyek tertentu.

Sejumlah perusahaan ada yang memberikan uang saku setiap bulan bagi para intern lho. Selain itu, pemagang juga bisa memperoleh kesempatan pelatihan, tunjangan kesehatan, dan akses ke berbagai fasilitas penunjang yang dimiliki perusahaan. Program magang pada beberapa perusahaan bahkan membuka peluang menjadi pegawai tetap.

Lalu, perusahaan dan startup apa saja yang dipandang menawarkan peluang belajar, jenjang karir serta gaji bersaing melalui program MT dan pemagangan? Perusahaan-perusahaan ini ada yang merupakan pemain lama seperti Unilever dan Pertamina. Ada juga kategori startup seperti Ruangguru dan Shopee. Berikut ulasannya.

Daftar Program MT dan Magang Berbayar di Indonesia, Startup Terus Berinovasi
Program MT dan Magang di Grab, Ruangguru, Pertamina, dan Unilever.

Grab, salah satu platform layanan transportasi, pengantar makanan dan pembayaran menawarkan program Grab Management Associate Program. Selama program, trainee mendapatkan gaji dan menikmati benefits yang sama dengan pegawai tetap. Grab juga menyediakan program magang berdurasi hingga 3 bulan dimana pesertanya bisa memperoleh tunjangan bulanan dan kesempatan mengikuti pelatihan. Grab Internship Program untuk mahasiswa tingkat akhir atau fresh graduate memberikan kesempatan magang 3 bulan di Grab dengan pendampingan mentor. 

HM Sampoerna adalah perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia yang memproduksi dan mendistribusikan sejumlah kelompok merek rokok yang dikenal luas. Gaji trainee di perusahaan ini juga berada di atas rata-rata program MT di perusahaan lain. Selama program, trainee dapat memperoleh berbagai fasilitas diantaranya tunjangan transportasi, akomodasi dan kesehatan. HM Sampoerna juga menawarkan program internship InKompass di Philip Morris International selama sekitar 1 bulan. Mahasiswa semester 6-8 dengan indeks prestasi 3,2 dan kemampuan Bahasa Inggris yang fasih dipersilakan untuk mendaftar. Kandidat yang lolos seleksi akan mendapat kesempatan bekerja pada proyek bisnis sebenarnya, coaching, dan membangun jaringan profesional internasional.

Pertamina, BUMN energi ini memiliki program MT selama 2 tahun. Selama program MT, trainee mendapatkan gaji yang di atas rata-rata program MT lainnya. Setelah menyelesaikan program, dapat memperoleh kesempatan beasiswa pendidikan ke universitas nasional dan luar negeri. Pertamina juga menyediakan program magang dengan uang saku dengan durasi hingga 6 bulan.

Ruangguru, merupakan startup pendidikan terbesar di Indonesia yang memiliki dua jalur utama bagi para job seeker. Pertama, melalui Management Associate Program (MAP) trainee akan mengikuti pendidikan selama 2 tahun dengan rotasi ke divisi yang berbeda-beda, termasuk eksposur internasional, untuk mendapatkan leadership role di Ruangguru dengan gaji yang juga di atas rata-rata program MT lainnya. Nilai tambah lain dari menyelesaikan program MT di Ruang Guru adalah job security dengan pemberian status pegawai tetap. Ruangguru juga menyediakan magang berbayar berdurasi 3-4 bulan melalui Learning Acceleration Program (LEAP) bagi yang masih kuliah ataupun fresh graduates untuk mencicipi pengalaman bekerja di startup dan belajar dari tim manajemen dengan cara melibatkan mereka di dalam proyek besar yang berhubungan langsung dengan pengembangan bisnis di Ruangguru. Uang saku program magang di Ruangguru juga cukup menarik, yaitu senilai besaran UMR.

Daftar Program MT dan Magang Berbayar di Indonesia, Startup Terus Berinovasi
Program MT dan Magang di HM Sampoerna, Shopee, Telkom dan Tokopedia.

Shopee, salah satu marketplace terbesar di Indonesia yang berkantor pusat di Singapura ini memiliki Shopee Global Leaders Program yang berdurasi hingga 2 tahun dengan gaji di atas rata-rata. Shopee juga menyediakan kesempatan magang yang dapat memperoleh berbagai manfaat termasuk uang saku dan akses ke beragam fasilitas perusahaan. Sementara itu, Shopee Apprentice Program memberikan kesempatan bagi fresh graduate untuk bekerja selama 10 minggu di proyek-proyek yang sedang berjalan di perusahaan. 

Telkom, BUMN telekomunikasi terintegrasi dan terbesar di Indonesia memiliki program MT selama 1 tahun. Sebagai BUMN, keunggulan program MT di Telkom adalah career track yang terstruktur dengan jabatan minimal sebagai kepala cabang di salah satu kantor Telkom di seluruh Indonesia. Telkom juga memiliki Great People Internship Program (GPIP) yang memberikan kesempatan magang berbayar hingga 6 bulan di area kerja sales, marketing, telecommunication dan information technology.

Tokopedia melalui Tokopedia Internship Program memberikan kesempatan untuk magang di Tokopedia selama minimal 6 bulan. Selama program, interns akan mendapatkan pengalaman bekerja di salah satu unicorn e-commerce terbesar di Indonesia serta dalam kondisi kerja yang memerlukan adaptasi tinggi serta senantiasa berubah. Sementara itu, untuk program management trainee belum tersedia di Tokopedia. Jika menelusuri situs resminya, pengunjung hanya akan menemukan berbagai lowongan kerja untuk profesional yang ahli data dan business intelligence. Kesempatan tersebut tersedia untuk lulusan sarjana dengan pengalaman kerja di bidang yang sama selama 1 tahun hingga professional yang sudah memangku peran manajerial.

Unilever, perusahaan multinasional yang memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga ini memiliki program Unilever Future Leader Program (UFLP) berdurasi 3 tahun. Gaji yang diberikan bagi trainee lebih tinggi di atas rata-rata gaji program MT dan mendekati gaji pegawai tetap. Hal ini karena trainee mulai diberikan sebagian tanggung jawab selayaknya pegawai tetap selama program MT. Unilever juga menyediakan program magang Unilever Leadership Internship Program yang berlangsung selama 2-6 bulan, mencakup pengalaman terjun langsung di salah satu departemen di Unilever dan diberikan perkenalan terhadap sistem operasi perusahaan.

5 Alasan untuk Menambahkan Hobi di CV

5 Alasan untuk Menambahkan Hobi di CV

Hobi adalah kesenangan yang dilakukan di waktu senggang. Contohnya membaca, bermain musik, menari, hingga berolahraga. Biasanya hobi hanya sebagai selingan saja. Tapi, sebagian orang bisa menghasilkan uang dengan melakukan hal yang menjadi kegemaran.

Omong-omong soal hobi dan uang, kamu juga bisa memanfaatkan kegemaran ini untuk melamar pekerjaan impian lho. Kamu dapat mencantumkan hal yang menjadi kesenangan ini di berkas curriculum vitae. Jadi, jangan anggap hobimu enggak penting. Ini alasan menambahkan hobi di CV.

CV Jadi Lebih Berisi

Tips ini cocok banget buat fresh graduate seperti kamu. Apalagi, jika pengalaman magang kamu juga terbilang minim.

Kamu bisa saja menambahkan informasi ini dalam bullet poins. Tapi, buat apa bikin daftar kegemaran tanpa konteks? Sebaiknya, kamu pilih aktivitas yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Lalu, ceritakan lebih detail. Misalnya, kamu suka menulis, lalu mengaplikasikannya dengan membuat dan mengedit artikel untuk blog pribadi.

Bikin CV-mu Beda

Asal tahu saja ya, tidak semua orang menuliskan hobi di CV lho. Mungkin mereka menganggap hal itu enggak penting. Jadi, kalau mengutip ungkapan “sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik”, kamu coba deh tambahkan seksi ini biar berkas lamaranmu biar lebih menonjol daripada kandidat lain.

Tim HRD memang punya cara sendiri untuk membaca setiap CV. Bahkan, katanya, mereka menyeleksi berkas lamaran dengan tingkat kecepatan tertentu. Kalau ada dokumen yang berbeda, bukan tidak mungkin perekrut akan berhenti di kamu dan membaca lebih lama.

Buat Menunjukkan Soft Skill

Kamu bisa bercerita tentang kebiasaanmu main sepak bola di akhir pekan bersama teman-teman semasa kuliah. Kamu juga boleh kok memberi tahu perekrut kalau rajin menghadiri klub buku setiap Sabtu. Hey, ternyata kamu orangnya bersahabat, suka bersosialisasi dan punya keinginan kuat untuk mencapai tujuan. Inilah karakter yang dicari perekrut untuk posisi di divisi penjualan.

Kalau kamu punya beberapa hobi, pilihlah yang paling cocok dengan pekerjaan yang dilamar. Dari kegemaran dan daftar aktivitas yang kamu lakukan itu, perekrut akan semakin yakin untuk memilihmu sebagai kandidat terbaik.

Bisa Jadi Cocok dengan Budaya Kerja

Kebanyakan orang ingin bekerja di tempat yang bikin nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang. Kamu pasti juga mau masuk ke lingkungan yang saling menghargai dan menyenangkan. Makanya, kamu rela menghabiskan waktu buat cek situs perusahaan dan mengulik budaya kerja kantornya.

Sementara itu, perekrut juga dengan senang hati menerima pekerja yang cocok dengan budaya kerja perusahaan. Mereka meyakini pekerja akan lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi pada organisasi, dan tentu saja akan bertahan lama. Jadi, buat yang punya hobi seni cocok banget buat pekerjaan di industri kreatif. Sementara bagi yang pernah punya pengalaman sebagai relawan, dapat melamar ke organisasi nonprofit.

Bahan Obrolan saat Interview

Hampir semua orang merasa gugup saat akan menghadapi interview. Kamu juga kan? Kamu membayangkan akan menghadapi pewawancara yang wajahnya kaku dan siap menyerang dengan pertanyaan sulit yang mungkin tak bisa terjawab.

Tapi, informasi hobi di CV bisa menyelamatkan harimu. Pewawancara bisa saja membuka pembicaraan dengan mengangkat obrolan soal kegemaran agar suasana lebih cair. Siapa tahu, ternyata perekrut juga punya hobi yang sama. Kalau begini, wawancara kerja bisa berjalan lebih lancar hingga akhir.

Semoga lima alasan di atas cukup bisa meyakinkan kamu untuk mencantumkan hobi di CV. Coba saja tambahkan dalam berkas lamaranmu berikutnya. Harap perekrut akan mendapat impresi yang berbeda. Semoga sukses!

Ada Lowongan Kerja Menarik, Tapi Kamu Underqualified. Lamar Enggak Ya?

Ada Lowongan Kerja Menarik, Tapi Kamu Underqualified. Lamar Enggak Ya?

Lowongan kerja yang menarik perhatian itu banyak. Kamu pasti sering menemukannya di Jobs.id. Waktu melihat deskripsi pekerjaannya, rasanya kamu sudah punya modal keahlian untuk melakukan hamper semuanya. Sampai di sini, kamu berpikir posisi inilah yang memang disediakan untukmu seorang. Cocok!

Tapi, tunggu! Waktu lihat persyaratan pelamar, harapanmu langsung pupus. Ternyata kamu underqualified! Mereka berharap kandidat yang pernah bekerja di bidang yang sama selama 3 tahun dan punya skill tertentu yang belum kamu kuasai. Sementara kamu masih fresh graduate yang belum punya pengalaman. Kayaknya perekrut enggak bakalan melirikmu sedikit pun.

Eits, jangan skip lowongan kerja ini dulu. Selama enggak berencana melamar kerja sebagai CEO, fresh graduate seperti kamu tetap punya kesempatan. Tapi, sebelum repot-repot bikin CV, kamu bisa mengukur kemampuan dulu.

Lamar atau Tidak?

Jadi, yang perlu diukur adalah seberapa underqualified kamu? Kalau kamu yakin bisa memenuhi 80 persen permintaan user, ya tidak ada salahnya mencoba. Tapi, kalau kamu cuma memenuhi 10 persen dari syarat pekerjaan, mendingan cari lowongan lain saja deh. Itu lebih baik daripada kamu buang waktu sendiri dan perekrut juga.

Terus, kamu juga bisa mengukur soft skill. Boleh jadi kamu memang tidak memenuhi beberapa persyaratan utama. Tapi, kamu merasa punya kemampuan komunikasi yang baik, bisa bekerja dalam tim, dan kreatif. Beberapa keahlian ini juga bisa membuat perekrut melihat potensimu.

Kalau kamu ragu tentang beberapa hal dan mau tahu persyaratan kerja lebih detail, coba saja hubungi perusahaan. Tanyakan semua hal yang bikin kamu penasaran. Siapa tahu, inisiatif ini bakal bikin perekrut menilai bahwa kamu adalah kandidat yang sangat menginginkan pekerjaan ini.

Terakhir, kamu juga perlu cek budaya kerja perusahaan. Jangan sampai nantinya kamu sudah susah-susah diterima kerja, eh satu-dua bulan langsung resign. Kalau begitu, upayamu bersaing dengan kandidat yang lebih unggul malah jadi sia-sia.

Oke, jadi bagaimana keputusanmu? Apakah masih mau tetap melamar walaupun kamu underqualified? Kalau iya, inilah beberapa tips untuk para pejuang seperti kamu.

Buat CV yang Bagus

Kamu sudah punya daftar keahlian? Bagus. Pilih skill yang paling cocok dengan persyaratan di lowongan kerja. Kalau bisa sih yang spesifik. Misalnya, kalau perusahaan mengharapkan kandidat bisa bekerja dengan software tertentu, maka tunjukkan kalau kamu memang menguasai teknologi pendukung tersebut.

Lalu tuliskan keterampilan tersebut di bagian “skill summary” di CV. Paling enggak, keahlian ini bakal membuat pembacamu tertarik. Semoga perekrut mau menggali potensimu lebih jauh.

Tunjukkan Ketertarikanmu dalam Surat Lamaran

Jangan cuma di CV saja, kamu juga bisa menunjukkan kemauan besar untuk bergabung dengan perusahaan lewat surat lamaran. Tulis deh hal-hal yang membuat kamu tertarik dengan posisi yang tersedia. Selain itu, kasih tahu betapa beruntungnya perusahaan kalau mereka meng-hired kamu.

Kalau masih ada bagian yang kosong di halaman surat lamaran, kamu bisa mengisinya dengan beberapa pengetahuan tentang perusahaan. Makanya, kamu perlu riset dulu biar bisa bikin lamaran yang bagus.

Jalankan Proses Perekrutan dengan Optimal

Bagaimana kalau kamu lolos dari seleksi administrasi? Ini kesempatan buat unjuk gigi! Kalau berkesempatan ikut wawancara kerja, siapkan versi terbaik dari dirimu. Pastikan kamu memakai pakaian terbaik, melatih menjawab pertanyaan dan memperhatikan bahasa tubuh.

Di akhir sesi, ajukan pertanyaan tentang perusahaan dan posisi yang ditawarkan, biar kamu kelihatan sebagai kandidat yang sangat antusias. Nah, setelah wawancara, kirim ucapan terima kasih. Terus, kalau belum dihubungi sampai batas waktu keputusan, kamu bisa berinisiatif untuk follow up.

Siap Ditolak

Penolakan yang terjadi selama proses pencarian kerja itu biasa. Apalagi kalau sadar bahwa sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu sendiri underqualified. Jadi, waktu dapat email penolakan dari perusahaan, move on saja dan langsung cari lowongan kerja lain di Jobs.id.

Intinya, jangan percaya kata orang yang bilang kalau kamu underqualified dari awal. Waktu perekrut bilang “no”, baru deh kamu boleh yakin kalau memang belum saatnya mendapatkan posisi itu. Tetap semangat buat menambah skill biar bisa mendapat pekerjaan impian.

Kalau kamu mau tahu, sebenarnya kandidat terbaik sekali pun enggak sepenuhnya memenuhi persyaratan yang tertulis di lowongan kerja kok. Jadi, kalau kamu hanya sedikit underqualified saja, maka jangan lewatkan kesempatan yang ada di depan mata. Selamat mencoba!

3 Tips Cari Kerja Lewat Job Portal

3 Tips Cari Kerja Lewat Job Portal

Cari kerja di masa pandemi Covid-19 memang lebih menantang ya job seeker. Saat baru mau memulai karier, eh kamu malah harus menghadapi dunia kerja yang tak pasti seperti ini. Perusahaan-perusahaan yang sudah kamu incar sejak lama bukannya buka lowongan, justru mengambil langkah untuk memutus hubungan kerja dengan karyawan.

Situasi memang tidak mudah job seeker. Tapi, kalau mau berusaha lebih keras, kamu pasti bakal dapat pekerjaan yang pas.

Untungnya, zaman sekarang akses informasi jauh lebih terbuka dari sebelumnya. Kamu bisa menemukan lowongan kerja dengan mudah di dunia maya. Kadang, tawaran kerja itu masuk di grup WhatsApp teman-teman kuliah. Kamu juga bisa cek di situs resmi perusahaan atau menelusuri job portal seperti Jobs.id.

Nah, buat kamu yang lagi usaha mencari kerja lewat job portal, inilah beberapa tips yang bisa kamu ikuti.

Temukan Job Portal yang Pas Untukmu

Kalau diperhatikan, job portal yang kamu lihat di internet menyasar calon pekerja yang berbeda-beda ya. Mungkin kamu malah pernah menemukan portal yang isinya hanya pekerjaan di industri tertentu saja. Tapi, kalau kamu masih fresh graduate, cocoknya cari kerja di job portal seperti Jobs.id saja deh. Kamu bakal menemukan banyak lowongan kerja entry level yang pas banget pastinya.

Selain kecocokan, kamu juga perlu tahu kalau job portal yang bagus itu biasanya punya fitur untuk personalisasi pencarian. Contohnya bisa lihat di Jobs.id, dimana kamu bisa menelusuri lowongan pekerjaan berdasarkan posisi atau perusahaan. Kamu juga dapat mengecek peluang kerja yang ada di dekat tempat tinggalmu dengan melakukan pencarian berdasarkan lokasi.

Lengkapi Profil

Kamu sudah daftar jadi pengguna di job portal pilihanmu kan? Langkah selanjutnya tentu saja dengan melengkapi profil. Kalau sudah punya CV ter-update, kamu tinggal menyalin semua informasi yang ada di dalamnya ke profil di job portal. Mulai dari biodata pribadi, riwayat pendidikan, hingga pengalaman kerja.

Dengan mencantumkan informasi yang lengkap, perekrut akan lebih mudah menemukanmu. Sebagai gambaran saja nih, jika suatu hari ada seorang perekrut mau mencari kandidat yang sesuai dengan lowongan kerja yang ditawarkan perusahaan. Dia akan melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci di bagian “Search” untuk menemukan pelamar kerja yang cocok. Hal ini tentunya akan meningkatkan kesempatan kamu buat dipanggil untuk mengikuti interview.

Nah, kalau profil kamu enggak mengandung kata kunci yang cocok, ya kalian tidak akan “berjodoh”.  Begitu pula kalau perekrut mendapati profil kandidat yang enggak lengkap, pasti auto-reject deh.

Optimalkan Fitur Pencarian

Setelah memilih job portal yang fiturnya lengkap, sekarang tinggal memanfaatkan fitur-fitur tersebut untuk mencari pekerjaan yang kamu banget. Kalau di Jobs.id, kamu tidak hanya bisa mencari pekerjaan berdasarkan posisi, perusahaan dan lokasi saja. Kamu juga bisa mulai dari lowongan terpopuler yang lagi nge-hits di kalangan job seeker, atau lowongan berdasarkan industri.

Buat anak-anak baru di dunia kerja, kamu bahkan bisa klik pilihan “lulusan baru” agar bisa menyaring lowongan kerja yang cocok buat fresh graduate. Enggak hanya itu, Jobs.id juga menyediakan fitur penyaringan informasi lapangan kerja berdasarkan range gaji. Hal ini tentunya bakal memudahkan kamu ya.

Jadi, buat kamu yang sudah punya akun di job portal, jangan cuma intip iklan lowongan kerjanya saja. Optimalkan upaya pencarian kerjamu dengan memanfaatkan semua layanan yang tersedia. Mulai dari perlengkapan profil hingga membaca tips karier di blognya. Selamat mencari!

fresh graduate

Percaya Diri Saja! Ini 4 Keunggulan Fresh Graduate di Mata Perekrut

Fresh graduate memang belum punya pengalaman seperti mereka yang sudah lama terjun ke dunia kerja. Tetapi, para lulusan baru memiliki keunggulan tersendiri. Kekuatan tersebut bisa membuat mereka menjadi pilihan utama perekrut.

Lulusan baru mesti tahu kekuatannya sendiri agar bisa mengoptimalkannya. Baik pada saat interview, maupun ketika menjalankan pekerjaan pertama.

Kemauan Belajar Tinggi

Kamu sadar kalau belum punya banyak pengalaman. Jadi, kamu mendorong diri sendiri untuk belajar berbagai hal agar bisa memperkaya skill sehingga dapat bersaing dengan para senior. Betul kan?

Untuk bisa menguasai keahlian baru, kamu cuma butuh modal kemauan dan semangat yang tinggi kok. Dengan kemudahan akses informasi, kamu bisa belajar secara otodidak. Terima kasih internet! Selain itu, kamu juga dapat memilih mengikuti berbagai kelas online dengan biaya terjangkau.

Percaya deh, perekrut tahu banget kamu punya keunggulan ini. Semangat belajarmu akan terasa saat menjawab pertanyaan-pertanyaan interview. Apalagi kalau kamu menuliskan pelatihan yang diikuti baru-baru ini di CV. Kalau sudah diterima kerja, pertahankan keunggulan fresh graduate ini ya. Karena perusahaan butuh pekerja yang mau belajar untuk menghadapi dinamika industri yang terus berubah.

Tech-Savvy

Inilah ekspektasi perekrut terhadap kamu. Iya, kamu! Perusahaan perlu keunggulan fresh graduate yang mengerti teknologi terkini dan bisa memptaktikkannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Fresh graduate yang memahami teknologi diyakini mampu mendorong perusahaan menghasilkan produk atau jasa yang efisien dan kompetitif. Lulusan baru ini juga dapat berkontribusi untuk membantu pekerja senior menjalankan aplikasi atau software kerja baru.

Kalau begitu, jangan patahkan harapan perusahaan terhadap kamu. Percaya diri saja kalau kamu memang tech-savvy. Memang begitu kenyataannya. Sebagai generasi yang lahir di era serba digital, kamu pasti sudah biasa menghadapi teknologi baru dan mempelajari fungsi-fungsi dan fiturnya. Baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun untuk urusan kuliah atau pekerjaan.

Inovatif

Perusahaan harus bisa mengikuti tren dan menawarkan inovasi baru kepada pengguna produk dan jasanya. Gagasan segar sulit didapatkan dari pekerja senior yang sedang jenuh pada dunia kerja dan nyaman dengan status quo. Hey, bukankah ini kesempatan buat kamu yang banyak ide?

Keunggulan fresh graduate dalam hal inovasi terbentuk karena melihat semua hal baru di dunia kerja. Didukung dengan pemahaman tentang teknologi terkini dan selalu up to date, mereka bisa saja memiliki perspektif berbeda tentang cara menangani sebuah proyek. Terkadang, saran dan masukan yang diberikan di luar dugaan tetapi memang cocok dengan kondisi terkini.

Ambisius

Punya ambisi tidak selalu buruk. Dengan memiliki ambisi, kamu akan terdorong untuk bekerja lebih baik agar bisa mencapai tujuan karier. Pada akhirnya, hasil kerjamu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga berguna untuk kemajuan organisasi.

Fresh graduate yang memiliki ambisi, tentu saja akan berusaha menjawab setiap tantangan yang diberikan manajemen. Meski proyek yang diberikan tidak mudah, tapi dengan kemauan belajar serta keinginan untuk maju, para lulusan baru akan menaklukkannya. Tunjukkan kalau kualitas kamu memang sebagus itu!

Dengan merekrut fresh graduate, sebenarnya perusahaan sedang melakukan investasi Sumber Daya Manusia. Lulusan baru juga masih bisa dibentuk agar menjadi pekerja yang memiliki value sejalan dengan nilai yang dianut perusahaan. Ketika seorang pekerja tumbuh dan berkembang bersama perusahaan, maka akan tumbuh loyalitas dalam dirinya.

Buat kamu yang sekarang akan menghadapi sesi interview atau memulai pekerjaan pertama, jangan minder dengan pekerja berpengalaman yang memenuhi ruangan. Kamu juga punya banyak keunggulan fresh graduate. Yakinlah kamu bisa bersaing di dunia kerja.

Jadi, mulai coba lamar pekerjaan impianmu di kotamu:

Panduan Menghadapi Dua Tawaran Pekerjaan Sekaligus

3 Langkah Membuat CV “Tentang Saya”

CV (Curriculum Vitae) yang kamu tulis hari ini bisa mengantar pada pekerjaan impian. Kalau dokumen ini tersusun baik, bukan tak mungkin kamu bakal dilirik oleh perekrut dan menjadi kandidat unggulan. Makanya, kamu perlu membuat CV dengan benar.

Dari semua hal yang perlu ditulis di CV, mungkin bagian “tentang saya” yang perlu dipikirkan dengan matang. “Tentang saya” adalah secuplik latar belakang profesional, keahlian yang relevan dan pencapaian. Tetapi, semuanya tidak disajikan dalam poin-poin melainkan dalam bentuk paragraf pendek. Seperti mengarang singkat, tetapi harus dipastikan bahwa informasi yang disampaikan tepat.

Nah, buat yang lagi menyusun CV dan mandek di bagian “tentang saya”, berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.

Perkenalan Diri

Jika kamu sudah pernah bekerja, tentu saja akan lebih mudah memperkenalkan diri. Misalnya dengan menyebutkan sebagai: “Copywriter dengan pengalaman menulis selama 3 tahun” atau “Sales Manager berpengalaman”. Setelah menulis kalimat pertama dengan penuh percaya diri, kamu akan menulis kata-kata dengan lancar.

Namun, buat kamu yang baru lulus kuliah juga tak perlu minder. Kamu bisa kok mulai memperkenalkan diri di bagian “tentang saya” dengan menulis seperti ini: “lulusan sarjana dari Universitas ABC”. Selain tempat kuliah, kamu juga dapat menyebutkan nilai IPK dan jurusan.

Dalam kalimat perkenalan ini saja, kamu sudah bisa memasukkan data dan fakta yang memperkuat profilmu di mata perekrut.

Tuliskan Kualifikasi yang Relevan

Apakah kamu sudah kesulitan melanjutkan membuat CV setelah kalimat pertama? Tenang dulu. Sekarang kamu bisa lihat lagi iklan lowongan kerja dari perusahaan dan mencermati bagian syarat-syarat untuk pelamar.

Nah, di kalimat kedua inilah kamu bisa menuliskan skill yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan. Selanjutnya, kamu juga dapatmenyebutkan pencapaian di pekerjaan sebelumnya. Jika memungkinkan, kamu perlu melengkapi pernyataan tersebut dengan data fakta dan angka. Dengan tulisan ini, harapannya perekrut jadi punya alasan untuk memilihmu sebagai kandidat unggulan.

Kalau belum punya banyak prestasi kerja karena baru lulus kuliah, kamu tidak perlu berkecil hati. Kamu bisa menyebutkan pengalaman magang saat di kampus dulu. Tuliskan dengan detail peran dan tanggung jawab yang dibebankan kepadamu pada program internship yang lalu. Dari penjelasan tersebut, perekrut bisa menilai apakah kamu memang cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Sebutkan Tujuan Karier

Bocoran saja ya, perekrut suka kandidat yang penuh semangat. Orang yang bekerja dengan motivasi yang kuat biasanya akan memberikan kontribusi besar untuk organisasi. Apakah kamu termasuk orang yang seperti itu?

Kalau kamu sudah tahu tujuan karier, tunjukkan saja ambisi itu di akhir “tentang saya”. Misalnya, kamu bisa menulis seperti: mencari posisi sebagai analis pasar untuk mengembangkan karier sebagai konsultan profesional.

Sampai di sini, “tentang saya” di CV kamu sudah selesai. Memang, kamu tidak perlu bercerita panjang lebar. Cukup dengan beberapa kalimat ringkas, jelas, padat, dan to the point ini saja sudah cukup. Setelah ini, kamu tinggal melanjutkan membuat CV untuk bagian lainnya seperti riwayat pendidikan, pengalaman, dan pencapaian yang disebutkan dalam poin-poin. Kalau bisa, keseluruhan CV tidak sampai dua halaman.

Terakhir, jangan lupa baca ulang seluruh kalimat yang sudah kamu rangkai. Pastikan mudah dibaca dan tidak ada kesalahan tata bahasa apalagi typo.

Pada akhirnya, semoga CV yang telah disusun dengan baik bisa membuatmu menonjol di mata perekrut. Sukses!

Catat! Ini Langkah-langkah Membuat CV yang Perlu Kamu Tahu

Catat! Ini Langkah-langkah Membuat CV yang Perlu Kamu Tahu

Curriculum Vitae (CV). Rasanya semua pelamar kerja tahu betapa pentingnya dokumen ini. Berkas ini berisi ringkasan riwayat pendidikan, keahlian, dan pengalaman yang bakal mengantarkan kamu kepada pekerjaan impian. Jadi, pastikan CV kamu disusun dengan baik dan benar sehingga menarik perhatian perekrut.

Buat kamu yang baru memulai langkah pertama di dunia kerja. Untuk kamu yang masih mencari format CV yang tepat. Berikut kami bagikan langkah-langkah membuat CV. Catat ya!

Tentukan Format CV

Kalau pengetahuan tentang membuat CV masih minim, hal pertama yang bakal kamu lakukan pasti dengan mencari referensi di Google. Tapi, betapa terkejutnya kamu ketika menemukan berbagai macam contoh dokumen profil seseorang. Ada yang bergaya monokrom, ada pula yang menunjukkan banyak warna. Jadi, harus pilih yang mana?

Oke, jadi hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan format CV. Caranya dengan membayangkan dirimu sebagai perekrut. Apakah kamu akan meneliti ratusan CV yang masuk ke inbox email? Tentu saja tidak! Perekrut hanya akan melakukan screening selama beberapa detik saja. Makanya, CV kamu harus terlihat bersih dan terorganisir.

Berikut beberapa tips membuat CV agar mudah dibaca:

  • Gunakan font yang jelas seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman.
  • Atur margin di atas-bawah dan kiri-kanan dokumen agar sama semua.
  • Hindari grafis berlebihan.
  • Tidak perlu menyertakan foto kalau tidak diminta.

Menyusun Outline

Seperti yang disebutkan sebelumnya kalau membuat CV adalah menyusun daftar singkat riwayat hidup. Beberapa poin penting yang harus ada di dokumen tersebut adalah sebagai berikut.

  • Informasi kontak
  • Profil personal
  • Pendidikan
  • Pengalaman kerja
  • Keahlian
  • Sesi tambahan

Susunan paling atas harus berisi informasi kontak dan profil personal. Sementara urutan berikutnya bisa berubah-ubah sesuai dengan informasi yang paling ingin kamu tonjolkan. Kalau kamu adalah lulusan kampus ternama, tapi belum punya banyak pengalaman kerja, maka bagian edukasi bisa ditulis sebelum pengalaman kerja.

Langsung Cantumkan Informasi Kontak

Sekarang kamu bisa langsung mulai mengisi setiap bagian dari outline CV yang sudah dibuat. Mari awali dengan informasi kontak. Inilah beberapa poin yang perlu kamu cantumkan:

  • Nama lengkap
  • Alamat email
  • Nomor telepon
  • Alamat surat-menyurat

Bagian ini harus diletakkan di bagian paling atas CV, Kamu mau perekrut menghubungi kembali kan? Jadi, kamu harus membuat agar perekrut bisa menemukan nomor teleponmu dengan mudah. Oh ya, kalau kamu juga memasukkan akun media sosial profesional seperti LinkedIn di bagian ini, maka pastikan informasi yang kamu bagikan di dunia maya cocok dengan CV.

Menulis Profil Personal

Gambarkan dirimu dalam 100 kata! Bagian ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Kamu harus berusaha untuk menyusun satu paragraf yang bisa membuat perekrut tergerak untuk memilihmu.

Kamu bisa mulai dengan melihat kembali lowongan kerja yang ditawarkan perusahaan. Lalu, cocokkan keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab tersebut. Jika sudah ketemu, barulah kamu bisa mulai menyusun cerita singkat tentang diri sendiri. Yakinkan perekrut bahwa kamu adalah kandidat unggulan yang selama ini dicari perekrut.

Riwayat Pendidikan

Kalau kamu baru lulus kuliah dan belum punya pengalaman kerja yang banyak, maka tuliskan riwayat Pendidikan terlebih dahulu. Kamu tidak perlu mencantumkan catatan dari sekolah dasar sampai kuliah. Cukup sebutkan pendidikan terakhirmu saja, dengan detail informasi: nama universitas, gelar, dan tahun kelulusan.

Kamu bisa juga mencantumkan IPK. Tapi, pastikan angka yang tertera bagus ya.

Daftar Pengalaman Kerja

Tidak semua fresh graduate minim pengalaman kerja. Sebagian orang melakukan kegiatan profesional saat masih di kampus. Kamu bisa memasukkan pengalamanmu saat magang sebelum lulus.

Cara menuliskan pengalaman kerja tidak selesai sampai dengan mencantumkan titel pekerjaan dan periodenya. Kamu bisa membuat catatan lebih panjang dengan menambahkan capaian-capaian yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang tertulis pada iklan lowongan kerja. Misalnya, jika kamu akan bertanggung jawab pada data, maka tambahkan kalimat seperti: memasukkan dan mengelola data.

Tulis Keahlian Relevan

Kamu tidak perlu memamerkan semua keahlianmu. Cukup tuliskan skill yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Cobalah mulai dengan menulis daftar semua keahlian yang kamu bisa, baik hard skill maupun soft skill. Lalu, berikan penilaian pada keterampilanmu sendiri. Apakah standar saja atau ahli sekali. Kemudian pilih keahlian yang dibutuhkan perusahaan iklan lowongan kerja.

Seksi Tambahan

Sampai di sini, apakah halaman CV kamu sudah penuh? Atau masih ada ruang kosong karena setiap bagiannya hanya diisi dengan satu rangkai kalimat? Jika kamu masih bisa menambahkan daftar keunggulan diri di dalam CV, inilah saatnya.

Kamu dapat menuliskan beberapa pelatihan yang diiikuti dan mendukung pekerjaanmu di masa mendatang. Kamu juga boleh mencantumkan pengalaman menjadi relawan atau pernah menghadiri konferensi tertentu. Bahkan, kamu bisa menambahkan ruang kosong dengan menulis hobi sehingga perekrut bisa memiliki gambaran karaktermu.

Semoa langkah-langkah membuat CV di atas dapat membantu kamu menyusun daftar riwayat hidup yang baik. Jadi, kamu akan selangkah lebih dekat dengan pekerjaan impian. Semoga sukses!

Kalau CV kamu sudah selesai, bisa langsung lamar pekerjaan impian kamu di kota didekatmu.

Pertanyaan wawancara

Siap-siap Jawab! Ini Daftar Pertanyaan Wawancara Kerja Terkait Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, kasus positif Covid-19 di sejumlah provinsi kembali meningkat. Tetapi, proses perekrutan tenaga kerja terus berjalan. Mungkin kamu termasuk salah satu pelamar yang mendapat panggilan interview online dalam waktu dekat ini.

Perusahaan ingin tahu bagaimana kandidat bisa menghadapi dinamika dunia kerja yang sedang terjadi. Pada saat interview nanti, perekrut mungkin akan mengangkat tema yang paling banyak diberitakan. Jadi, kamu perlu bersiap menghadapi pertanyaan wawancara kerja terkait pandemi Covid-19. Jika pertanyaan itu terlontar, kamu harus tahu cara menjawabnya.

Bagaimana cara Anda beradaptasi dengan sistem kerja remote?

Kebijakan work from home (WFH) sudah diberlakukan di berbagai perusahaan sejak setahun belakangan. Tetapi, buat sebagian orang yang baru terjun ke dunia kerja seperti kamu, mungkin tak pernah membayangkan menjalani sistem kerja remote sejak pekerjaan pertama. Perekrut ingin tahu bagaimana kamu menghadapi hal di luar ekspektasi seperti ini. Apakah kamu bisa menjawabnya?

Oke, kamu mungkin belum punya pengalaman WFH. Tapi, kalau kamu termasuk “angkatan corona” pasti sudah pernah kuliah dari rumah dong. Nah, kamu bisa share bagaimana mengatur waktu agar bisa fokus ikut kelas dan mengerjakan tugas akhir. Lalu, kamu juga bisa cerita kalau sudah punya satu ruang khusus di rumah –misalnya kamarmu- yang dijadikan tempat belajar dan bekerja nantinya. Terakhir, jelaskan pada perekrut bagaimana strategi itu memang berhasil membuat kamu lebih fokus mengerjakan tugas dan produktif.

Metode apa yang paling Anda sukai untuk berkomunikasi dengan rekan kerja?

Setiap perusahaan memiliki cara komunikasi yang berbeda. Baik dalam menggunakan aplikasi tertentu ataupun berkolaborasi. Ada perusahaan yang selalu rapat menggunakan Zoom, ada juga yang memakai Microsoft Teams dan sebagainya. Perekrut ingin tahu apakah kamu familiar dengan aplikas-aplikasi tersebut. Perekrut juga mau mendalami apakah gaya komunikasi kamu cocok dengan budaya perusahaan.

Jika sudah riset dan mendapatkan informasi tentang budaya kerja perusahaan, tentu kamu akan lebih mudah menjawab pertanyaan wawancara kerja ini. Bahkan, kalau tahu perusahaan biasa menggunakan Microsoft Teams dalam setiap meeting-nya, kamu akan mempelajari aplikasi ini dulu sebelum menghadapi wawancara kerja. Tetapi, secara umum, cobalah yakinkan perekrut bahwa kamu adalah calon pekerja yang mudah dijangkau melalui media komunikasi apa pun.

Apa pendapat Anda tentang kembali bekerja di kantor?

Saat ini, sebagian perusahaan menutup kantornya sementara seiring dengan peningkatan kasus positif Covid-19. Tetapi, manajemen juga berencana kembali membuka kantor setelah situasi kondusif. Lewat pertanyaan ini, perekrut ingin mengetahui pandangan para pekerjanya, kemudian bisa menyusun rencana dan aturan saat karyawan masuk kantor lagi.

Jawaban pertanyaan wawancara kerja ini tergantung pada sikapmu memandang situasi sekarang. Kalau termasuk orang yang sangat membatasi aktivitas di luar rumah, maka yakinkan perekrut kalau bakal bisa produktif saat WFH. Tapi, kalau kamu siap masuk kantor, tunjukkan ekspresi tertarik dan pastikan manajemen menjamin ruang kerja yang aman.

Pelajaran apa yang Anda dapat selama masa pandemi?

Semua orang mengalami masa sulit saat pandemi. Tapi, hanya individu tangguh seperti kamu yang bisa bertahan. Perekrut ingin tahu bagaimana kamu dapat menemukan solusi saat menghadapi masalah ini.

Tentu saja kita belajar banyak di masa pandemic Covid-19. Tapi, pilihlah pelajaran berharga yang paling berdampak positif buat kamu. Kalau kamu sempat mengikuti berbagai kursus online di rumah dan lebih familiar dengan aplikasi online meeting, ceritakan bagaimana ilmu itu berpengaruh pada peningkatan skill individu. Atau, mungkin pandemi ini telah membuat kamu menemukan cara kerja paling efektif.

Bagaimana pandemi Covid-19 berpengaruh pada tujuan karier Anda?

Lulusan baru seperti kamu juga perlu menyiapkan langkah-langkah pertama dalam karier hingga mencapai puncak kesuksesan. Jangan mau kalah sama orang lain yang sudah lebih dulu terjun di dunia kerja dong. Tapi, wabah penyakit yang mendunia ini berpengaruh ke semua aspek kehidupan, termasuk rencanamu. Dengan mengetahui perkembangan ekonomi, mungkin kamu juga kepikiran untuk mengubah plan.

Lewat pertanyaan wawancara kerja ini, perekrut mau tahu apakah perusahaan ini bagian dari rencana awalmu atau bagian dari cara beradaptasi dengan situasi saat ini. Bisa jadi, kamu berubah Haluan karena melihat prospek industri yang bakal berkembang setelah pandemi. Atau, mungkin saja kamu telah banyak belajar pengetahuan baru selama pandemi sehingga melamar kerja yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah.

Pertanyaan wawancara kerja terkait pandemi Covid-19 tidak ada dalam panduan interview yang biasanya. Tapi, kamu perlu mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan ini bakal keluar dari perekrut agar bisa menjawabnya dengan baik. Pastikan kamu menunjukkan diri sebagai kandidat yang bisa berkolaborasi, tangguh, mampu beradaptasi, dan punya keinginan untuk terus belajar. Semoga sukses!

Temukan pekerjaan impian kamu di sekitarmu sekarang!

 

wawancara

7 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Perusahaan Sebelum Wawancara Kerja

Wawancara kerja adalah salah satu tahapan seleksi yang bisa buat bikin kandidat merasa gugup saat menghadapinya. Hal ini bisa diminimalisir jika kamu melakukan persiapan sebelum mengikuti sesi interview. Salah satu pekerjaan rumah yang perlu dilakukan sebelum bertemu pewawancara adalah riset perusahaan.

Buat kamu yang akan mengikuti sesi wawancara kerja dalam waktu dekat ini, berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang perusahaan. Jadi, kamu bakal tahu harus mulai riset dari mana.

Produk (Atau Jasa)

Kamu bisa mulai riset perusahaan untuk mengetahui produk atau jasa yang dijual ke pasar. Lalu, kamu bisa coba memahami bagaimana solusi yang ditawarkan perusahaan dapat menjawab keinginan konsumen.

Hal ini sepertinya sepele dan tidak perlu diingatkan. Tetapi, kenyataannya, masih ada saja kandidat yang tidak memahami produk dan jasa yang ditawarkan perusahaan. Apalagi jika perusahaan yang dilamar tidak terkenal atau bergerak di bidang yang sangat khusus.

Visi dan Misi Perusahaan

Selanjutnya, kamu bisa mencari tahu visi dan misi perusahaan. Bagian ini mudah dicari kok. Barisan kalimat tersebut pasti ada di situs perusahaan.

Pertama, kamu bisa memahami tujuan perusahaan. Lalu, kamu dapat mendalami bagaimana visi dan misi tersebut tergambar dalam setiap produk atau jasa yang dihasilkan. Setelah mendapat informasi dari riset perusahaan ini, kamu bisa bicara tentang keahlian yang cocok untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Budaya Perusahaan

Cara paling tepat untuk mengetahui budaya sebuah organisasi adalah dengan bertanya langsung pada karyawan yang sudah bergabung di perusahaan yang kamu lamar. Mereka bisa cerita tentang pengalaman secara jujur. Tapi, bagaimana kalau kamu tidak punya teman atau saudara yang bekerja di sana?

Tenang, perusahaan zaman sekarang biasanya juga punya akun media sosial. Mereka biasa mem-posting suasana kantor hingga berbagai kegiatan sosial untuk mempererat hubungan antara karyawan. Dengan melihat foto dan membaca komentar, kamu akan mendapat kesan apakah perusahaan terkesan kaku atau kasual. Melalui riset perusahaan ini kamu jadi tahu lingkungan perusahaan yang cocok dengan gaya kerjamu.

Pimpinan Perusahaan

Kalau kamu mau tahu siapa saja yang menduduki kursi pimpinan di organisasi, coba cek menu “About” di situs resmi perusahaan. Setelahnya, kamu bisa mengenal lebih jauh dengan menelusuri posting-an mereka di Twitter atau LinkedIn. Oh ya, kadang-kadang CEO juga menulis buku lho. Jadi, kalau mau tahu lebih dalam lagi, kamu bisa baca buku mereka.

Siapa tahu, salah satu dari pimpinan itu menjadi interviewer kamu pada salah satu sesi wawancara kerja. Kalau sudah riset tentang orang yang bakal jadi pewawancara, kamu bisa mengikuti alur pembicaraan dengan lebih baik. Coba deh angkat obrolan tentang riwayat pendidikan atau pengalaman mereka.

Sejarah Perusahaan

Kalau kamu sudah masuk ke menu “About” di situs perusahaan, sekalian saja cek sejarah organisasi. Kamu bisa mengetahui bagaimana perusahaan umbuh dan berkembang. Apakah pernah terjadi merger dalam sejarah mereka? Atau, jangan-jangan mereka pernah mengubah visi dan misi, hingga jenis produk dan layanan.

Mungkin pengetahuan ini tidak akan terlalu membantumu menjawab pertanyaan saat wawancara kerja. Tapi, kalau ada obrolan yang mengalir terkait sejarah yang pernah berlaku, kamu bisa langsung menyambung pembicaraan. Kedalaman informasi ini akan menunjukkan kalau kamu memang sangat tertarik bergabung dengan perusahaan.

Berita Terkini

Biasanya, kamu bisa menemukan berita terbaru tentang perusahaan di situs resminya. Di sana, mereka menampilkan press release hingga memajang berita penghargaan yang berhasil diraih perusahaan baru-baru ini. Tapi, kamu juga dapat menuliskan nama perusahaan di situs pencari dan mendapat informasi terbaru dari berbagai media elektronik. Dari sana, kamu bisa mengetahui citra perusahaan dari sudut pandang lain.

Pengetahuan tentang berita terbaru perusahaan akan membuat kamu tampak lebih menonjol dari kandidat lainnya. Hal ini dapat menjadi bekal untuk memberikan jawaban yang tidak standard. Sebagai contoh, ketika pewawancara mengungkapkan penghargaan yang dicapai perusahaan, kamu tidak bakal kaget atau menunjukkan rasa takjub berlebihan. Malah, kamu bisa membawa obrolan lebih mengalir.

Pesaing

Pernahkah kamu mendapat pertanyaan ‘siapa pesaing utama perusahaan kami?’ Untuk menjawabnya, kamu tentu perlu pemahaman industri secara menyeluruh. Jadi, salah satu pekerjaan rumah dalam melakukan riset perusahaan adalah mengetahui kompetitor.

Jawaban yang tepat akan membuat pewawancara terkesan denganmu. Bisa jadi, kamu akan menonjol di antara kandidat yang lain. Selain itu, dengan mengetahui pesaing perusahaan, kamu akan lebih siap menghadapi tantangan. Pemahaman tentang industry dan segmen pasar juga bisa membuatmu membuat diferensiasi produk atau jasa agar bisa bersaing dengan kompetitor.

Dengan informasi tentang perusahaan, kamu jadi tahu apakah tempat kerja ini memang sesuai keinginan. Sementara itu, jika ada hal yang tidak kamu temukan saat riset perusahaan, bisa kamu tanyakan pada pewawancara ketika tiba saatnya. Hal ini akan membuat kamu tampak antusias untuk bergabung dengan perusahaan. Semoga sukses!

Temukan pekerjaan impian kamu di sekitarmu sekarang!

5 Tips Negosiasi Gaji Pertama

Negosiasi gaji pertama terkadang dihindari oleh pekerja pemula. Kamu merasa belum punya daya tawar untuk meminta bayaran dalam jumlah tertentu. Kamu juga takut kehilangan peluang kerja yang sudah di depan mata. Akhirnya kamu menerima berapa pun nilai yang diajukan perusahaan.

Padahal, semua calon pegawai bisa kok meminta upah yang layak sesuai dengan keahliannya. Berikut tips negosiasi gaji pertama.

Riset

Sebelum berhadapan dengan perekrut, kamu harus punya “senjata”. Bahan buat argumen itu bisa kamu dapatkan dari teman, keluarga atau kenalan lainnya yang sudah bekerja di industri yang sama. Kamu enggak perlu bertanya berapa gaji mereka sih. Paling enggak, kamu bisa minta gambaran berapa besar kisaran bayaran untuk karyawan entry level dengan bidang tertentu di kota tempat tinggalmu.

Buat melengkapi hasil penelitian, coba cek kisaran gaji yang ditawarkan berbagai perusahaan lewat situs lowongan kerja. Kamu juga bisa baca testimoni pekerja tentang gaji di perusahaan yang sedang dilamar.

Catat “Pengalaman Kerja”

Perekrut tidak berharap menemukan calon pekerja entry level dengan segudang pengalaman. Tapi tunggu, siapa bilang seorang fresh graduate belum punya pengalaman kerja sama sekali? Kalau pernah magang atau menjadi sukarelawan, kamu bisa menggunakannya untuk posisi tawar. Selain itu, pelatihan yang pernah kamu ikuti juga bisa menunjukkan seberapa tinggi level keahlian saat ini.

Nah, inilah “senjata” kedua yang bisa kamu pakai sebagai argumen untuk negosiasi gaji. Dengan keterampilan dan pengetahuan, kamu punya daya tawar.

Tunggu Waktu yang Tepat

Biasanya, negosiasi gaji terjadi pada interview kedua atau ketiga. Pada saat itu, perekrut mungkin saja akan langsung mengajukan pertanyaan berapa gaji yang kamu inginkan. Kalau sudah menyiapkan argumen, tentu kamu bisa menyebutkan nilai tertentu. Pada momen ini, kamu akan tampak sebagai kandidat yang percaya diri.

Tapi, kalau perekrut belum memulai pembahasan negosiasi gaji sampai beberapa kali wawancara, tunggu sampai mereka bilang akan menawarkan pekerjaan itu padamu. Lalu, kamu bisa membuka pembicaraan tentang pembayaran karyawan di perusahaan mereka. Pertanyaan yang kamu ajukan juga tidak harus to the point. Kamu dapat memulai dengan pertanyaan tentang komponen apa yang termasuk dalam gaji.

Pertimbangkan Tunjangan di Luar Gaji

Kamu tidak selalu bisa mendapat segala yang diinginkan pada negosiasi gaji pertama. Tapi, ini semua bukan hanya soal angka. Meskipun kesepakatan pembayaran pada akhirnya berada di bawah nilai yang diajukan, bukan berarti kamu rugi.

Pada saat negosiasi gaji, kamu bisa coba menggali tunjangan apa yang disiapkan perusahaan. Misalnya, reimburstment ongkos dari rumah ke lokasi meeting di luar kantor, atau penggantian kuota ponsel. Selain itu, kamu juga bisa mencari tahu apakah mereka memberikan kesempatan pelatihan hingga sekolah.

Tahu Waktu untuk Bilang “Tidak”

Negosiasi gaji bukan ajang untuk berdebat. Jadikan momen ini untuk berdiskusi untuk mendapatkan kesepakatan yang tepat. Tapi, kalau besaran gaji yang sudah kamu anggap reasonable dikatakan tidak sesuai dengan bujet dan rencana perusahaan, maka inilah saatnya untuk berhenti.

Mungkin, pekerjaan dan perusahaan yang kamu lamar sekarang memang tidak cocok untuk kamu. Tapi, bukan berarti kamu harus memutuskan hubungan dengan perekrut. Setelah wawancara selesai, kamu tetap perlu mengirimkan email berisi ucapan terima kasih.

Jika tips di atas tidak cukup membuat kamu percaya diri untuk langsung berhadapan dengan perekrut untuk negosiasi gaji pertama, cobalah berlatih dulu dengan teman atau saudara. Saat latihan, kamu bisa mencatat hal-hal apa yang perlu dibicarakan saat pertemuan penting ini. Kamu tidak perlu mengangkat masalah finansial pribadi, melainkan fokus terhadap bayaran yang layak untuk keahlianmu. Semoga kamu dan perusahaan bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Temukan pekerjaan impian kamu di sekitarmu sekarang!