5 Alasan untuk Menambahkan Hobi di CV

5 Alasan untuk Menambahkan Hobi di CV

Hobi adalah kesenangan yang dilakukan di waktu senggang. Contohnya membaca, bermain musik, menari, hingga berolahraga. Biasanya hobi hanya sebagai selingan saja. Tapi, sebagian orang bisa menghasilkan uang dengan melakukan hal yang menjadi kegemaran.

Omong-omong soal hobi dan uang, kamu juga bisa memanfaatkan kegemaran ini untuk melamar pekerjaan impian lho. Kamu dapat mencantumkan hal yang menjadi kesenangan ini di berkas curriculum vitae. Jadi, jangan anggap hobimu enggak penting. Ini alasan menambahkan hobi di CV.

CV Jadi Lebih Berisi

Tips ini cocok banget buat fresh graduate seperti kamu. Apalagi, jika pengalaman magang kamu juga terbilang minim.

Kamu bisa saja menambahkan informasi ini dalam bullet poins. Tapi, buat apa bikin daftar kegemaran tanpa konteks? Sebaiknya, kamu pilih aktivitas yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Lalu, ceritakan lebih detail. Misalnya, kamu suka menulis, lalu mengaplikasikannya dengan membuat dan mengedit artikel untuk blog pribadi.

Bikin CV-mu Beda

Asal tahu saja ya, tidak semua orang menuliskan hobi di CV lho. Mungkin mereka menganggap hal itu enggak penting. Jadi, kalau mengutip ungkapan “sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik”, kamu coba deh tambahkan seksi ini biar berkas lamaranmu biar lebih menonjol daripada kandidat lain.

Tim HRD memang punya cara sendiri untuk membaca setiap CV. Bahkan, katanya, mereka menyeleksi berkas lamaran dengan tingkat kecepatan tertentu. Kalau ada dokumen yang berbeda, bukan tidak mungkin perekrut akan berhenti di kamu dan membaca lebih lama.

Buat Menunjukkan Soft Skill

Kamu bisa bercerita tentang kebiasaanmu main sepak bola di akhir pekan bersama teman-teman semasa kuliah. Kamu juga boleh kok memberi tahu perekrut kalau rajin menghadiri klub buku setiap Sabtu. Hey, ternyata kamu orangnya bersahabat, suka bersosialisasi dan punya keinginan kuat untuk mencapai tujuan. Inilah karakter yang dicari perekrut untuk posisi di divisi penjualan.

Kalau kamu punya beberapa hobi, pilihlah yang paling cocok dengan pekerjaan yang dilamar. Dari kegemaran dan daftar aktivitas yang kamu lakukan itu, perekrut akan semakin yakin untuk memilihmu sebagai kandidat terbaik.

Bisa Jadi Cocok dengan Budaya Kerja

Kebanyakan orang ingin bekerja di tempat yang bikin nyaman dan sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang. Kamu pasti juga mau masuk ke lingkungan yang saling menghargai dan menyenangkan. Makanya, kamu rela menghabiskan waktu buat cek situs perusahaan dan mengulik budaya kerja kantornya.

Sementara itu, perekrut juga dengan senang hati menerima pekerja yang cocok dengan budaya kerja perusahaan. Mereka meyakini pekerja akan lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi pada organisasi, dan tentu saja akan bertahan lama. Jadi, buat yang punya hobi seni cocok banget buat pekerjaan di industri kreatif. Sementara bagi yang pernah punya pengalaman sebagai relawan, dapat melamar ke organisasi nonprofit.

Bahan Obrolan saat Interview

Hampir semua orang merasa gugup saat akan menghadapi interview. Kamu juga kan? Kamu membayangkan akan menghadapi pewawancara yang wajahnya kaku dan siap menyerang dengan pertanyaan sulit yang mungkin tak bisa terjawab.

Tapi, informasi hobi di CV bisa menyelamatkan harimu. Pewawancara bisa saja membuka pembicaraan dengan mengangkat obrolan soal kegemaran agar suasana lebih cair. Siapa tahu, ternyata perekrut juga punya hobi yang sama. Kalau begini, wawancara kerja bisa berjalan lebih lancar hingga akhir.

Semoga lima alasan di atas cukup bisa meyakinkan kamu untuk mencantumkan hobi di CV. Coba saja tambahkan dalam berkas lamaranmu berikutnya. Harap perekrut akan mendapat impresi yang berbeda. Semoga sukses!

Posted in Tips & Trick and tagged .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *