Ada Lowongan Kerja Menarik, Tapi Kamu Underqualified. Lamar Enggak Ya?

Ada Lowongan Kerja Menarik, Tapi Kamu Underqualified. Lamar Enggak Ya?

Lowongan kerja yang menarik perhatian itu banyak. Kamu pasti sering menemukannya di Jobs.id. Waktu melihat deskripsi pekerjaannya, rasanya kamu sudah punya modal keahlian untuk melakukan hamper semuanya. Sampai di sini, kamu berpikir posisi inilah yang memang disediakan untukmu seorang. Cocok!

Tapi, tunggu! Waktu lihat persyaratan pelamar, harapanmu langsung pupus. Ternyata kamu underqualified! Mereka berharap kandidat yang pernah bekerja di bidang yang sama selama 3 tahun dan punya skill tertentu yang belum kamu kuasai. Sementara kamu masih fresh graduate yang belum punya pengalaman. Kayaknya perekrut enggak bakalan melirikmu sedikit pun.

Eits, jangan skip lowongan kerja ini dulu. Selama enggak berencana melamar kerja sebagai CEO, fresh graduate seperti kamu tetap punya kesempatan. Tapi, sebelum repot-repot bikin CV, kamu bisa mengukur kemampuan dulu.

Lamar atau Tidak?

Jadi, yang perlu diukur adalah seberapa underqualified kamu? Kalau kamu yakin bisa memenuhi 80 persen permintaan user, ya tidak ada salahnya mencoba. Tapi, kalau kamu cuma memenuhi 10 persen dari syarat pekerjaan, mendingan cari lowongan lain saja deh. Itu lebih baik daripada kamu buang waktu sendiri dan perekrut juga.

Terus, kamu juga bisa mengukur soft skill. Boleh jadi kamu memang tidak memenuhi beberapa persyaratan utama. Tapi, kamu merasa punya kemampuan komunikasi yang baik, bisa bekerja dalam tim, dan kreatif. Beberapa keahlian ini juga bisa membuat perekrut melihat potensimu.

Kalau kamu ragu tentang beberapa hal dan mau tahu persyaratan kerja lebih detail, coba saja hubungi perusahaan. Tanyakan semua hal yang bikin kamu penasaran. Siapa tahu, inisiatif ini bakal bikin perekrut menilai bahwa kamu adalah kandidat yang sangat menginginkan pekerjaan ini.

Terakhir, kamu juga perlu cek budaya kerja perusahaan. Jangan sampai nantinya kamu sudah susah-susah diterima kerja, eh satu-dua bulan langsung resign. Kalau begitu, upayamu bersaing dengan kandidat yang lebih unggul malah jadi sia-sia.

Oke, jadi bagaimana keputusanmu? Apakah masih mau tetap melamar walaupun kamu underqualified? Kalau iya, inilah beberapa tips untuk para pejuang seperti kamu.

Buat CV yang Bagus

Kamu sudah punya daftar keahlian? Bagus. Pilih skill yang paling cocok dengan persyaratan di lowongan kerja. Kalau bisa sih yang spesifik. Misalnya, kalau perusahaan mengharapkan kandidat bisa bekerja dengan software tertentu, maka tunjukkan kalau kamu memang menguasai teknologi pendukung tersebut.

Lalu tuliskan keterampilan tersebut di bagian “skill summary” di CV. Paling enggak, keahlian ini bakal membuat pembacamu tertarik. Semoga perekrut mau menggali potensimu lebih jauh.

Tunjukkan Ketertarikanmu dalam Surat Lamaran

Jangan cuma di CV saja, kamu juga bisa menunjukkan kemauan besar untuk bergabung dengan perusahaan lewat surat lamaran. Tulis deh hal-hal yang membuat kamu tertarik dengan posisi yang tersedia. Selain itu, kasih tahu betapa beruntungnya perusahaan kalau mereka meng-hired kamu.

Kalau masih ada bagian yang kosong di halaman surat lamaran, kamu bisa mengisinya dengan beberapa pengetahuan tentang perusahaan. Makanya, kamu perlu riset dulu biar bisa bikin lamaran yang bagus.

Jalankan Proses Perekrutan dengan Optimal

Bagaimana kalau kamu lolos dari seleksi administrasi? Ini kesempatan buat unjuk gigi! Kalau berkesempatan ikut wawancara kerja, siapkan versi terbaik dari dirimu. Pastikan kamu memakai pakaian terbaik, melatih menjawab pertanyaan dan memperhatikan bahasa tubuh.

Di akhir sesi, ajukan pertanyaan tentang perusahaan dan posisi yang ditawarkan, biar kamu kelihatan sebagai kandidat yang sangat antusias. Nah, setelah wawancara, kirim ucapan terima kasih. Terus, kalau belum dihubungi sampai batas waktu keputusan, kamu bisa berinisiatif untuk follow up.

Siap Ditolak

Penolakan yang terjadi selama proses pencarian kerja itu biasa. Apalagi kalau sadar bahwa sedang berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang kamu sendiri underqualified. Jadi, waktu dapat email penolakan dari perusahaan, move on saja dan langsung cari lowongan kerja lain di Jobs.id.

Intinya, jangan percaya kata orang yang bilang kalau kamu underqualified dari awal. Waktu perekrut bilang “no”, baru deh kamu boleh yakin kalau memang belum saatnya mendapatkan posisi itu. Tetap semangat buat menambah skill biar bisa mendapat pekerjaan impian.

Kalau kamu mau tahu, sebenarnya kandidat terbaik sekali pun enggak sepenuhnya memenuhi persyaratan yang tertulis di lowongan kerja kok. Jadi, kalau kamu hanya sedikit underqualified saja, maka jangan lewatkan kesempatan yang ada di depan mata. Selamat mencoba!

Posted in Tips & Trick and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *