Catat! Ini Langkah-langkah Membuat CV yang Perlu Kamu Tahu

Catat! Ini Langkah-langkah Membuat CV yang Perlu Kamu Tahu

Curriculum Vitae (CV). Rasanya semua pelamar kerja tahu betapa pentingnya dokumen ini. Berkas ini berisi ringkasan riwayat pendidikan, keahlian, dan pengalaman yang bakal mengantarkan kamu kepada pekerjaan impian. Jadi, pastikan CV kamu disusun dengan baik dan benar sehingga menarik perhatian perekrut.

Buat kamu yang baru memulai langkah pertama di dunia kerja. Untuk kamu yang masih mencari format CV yang tepat. Berikut kami bagikan langkah-langkah membuat CV. Catat ya!

Tentukan Format CV

Kalau pengetahuan tentang membuat CV masih minim, hal pertama yang bakal kamu lakukan pasti dengan mencari referensi di Google. Tapi, betapa terkejutnya kamu ketika menemukan berbagai macam contoh dokumen profil seseorang. Ada yang bergaya monokrom, ada pula yang menunjukkan banyak warna. Jadi, harus pilih yang mana?

Oke, jadi hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan format CV. Caranya dengan membayangkan dirimu sebagai perekrut. Apakah kamu akan meneliti ratusan CV yang masuk ke inbox email? Tentu saja tidak! Perekrut hanya akan melakukan screening selama beberapa detik saja. Makanya, CV kamu harus terlihat bersih dan terorganisir.

Berikut beberapa tips membuat CV agar mudah dibaca:

  • Gunakan font yang jelas seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman.
  • Atur margin di atas-bawah dan kiri-kanan dokumen agar sama semua.
  • Hindari grafis berlebihan.
  • Tidak perlu menyertakan foto kalau tidak diminta.

Menyusun Outline

Seperti yang disebutkan sebelumnya kalau membuat CV adalah menyusun daftar singkat riwayat hidup. Beberapa poin penting yang harus ada di dokumen tersebut adalah sebagai berikut.

  • Informasi kontak
  • Profil personal
  • Pendidikan
  • Pengalaman kerja
  • Keahlian
  • Sesi tambahan

Susunan paling atas harus berisi informasi kontak dan profil personal. Sementara urutan berikutnya bisa berubah-ubah sesuai dengan informasi yang paling ingin kamu tonjolkan. Kalau kamu adalah lulusan kampus ternama, tapi belum punya banyak pengalaman kerja, maka bagian edukasi bisa ditulis sebelum pengalaman kerja.

Langsung Cantumkan Informasi Kontak

Sekarang kamu bisa langsung mulai mengisi setiap bagian dari outline CV yang sudah dibuat. Mari awali dengan informasi kontak. Inilah beberapa poin yang perlu kamu cantumkan:

  • Nama lengkap
  • Alamat email
  • Nomor telepon
  • Alamat surat-menyurat

Bagian ini harus diletakkan di bagian paling atas CV, Kamu mau perekrut menghubungi kembali kan? Jadi, kamu harus membuat agar perekrut bisa menemukan nomor teleponmu dengan mudah. Oh ya, kalau kamu juga memasukkan akun media sosial profesional seperti LinkedIn di bagian ini, maka pastikan informasi yang kamu bagikan di dunia maya cocok dengan CV.

Menulis Profil Personal

Gambarkan dirimu dalam 100 kata! Bagian ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti mustahil. Kamu harus berusaha untuk menyusun satu paragraf yang bisa membuat perekrut tergerak untuk memilihmu.

Kamu bisa mulai dengan melihat kembali lowongan kerja yang ditawarkan perusahaan. Lalu, cocokkan keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab tersebut. Jika sudah ketemu, barulah kamu bisa mulai menyusun cerita singkat tentang diri sendiri. Yakinkan perekrut bahwa kamu adalah kandidat unggulan yang selama ini dicari perekrut.

Riwayat Pendidikan

Kalau kamu baru lulus kuliah dan belum punya pengalaman kerja yang banyak, maka tuliskan riwayat Pendidikan terlebih dahulu. Kamu tidak perlu mencantumkan catatan dari sekolah dasar sampai kuliah. Cukup sebutkan pendidikan terakhirmu saja, dengan detail informasi: nama universitas, gelar, dan tahun kelulusan.

Kamu bisa juga mencantumkan IPK. Tapi, pastikan angka yang tertera bagus ya.

Daftar Pengalaman Kerja

Tidak semua fresh graduate minim pengalaman kerja. Sebagian orang melakukan kegiatan profesional saat masih di kampus. Kamu bisa memasukkan pengalamanmu saat magang sebelum lulus.

Cara menuliskan pengalaman kerja tidak selesai sampai dengan mencantumkan titel pekerjaan dan periodenya. Kamu bisa membuat catatan lebih panjang dengan menambahkan capaian-capaian yang sesuai dengan deskripsi pekerjaan yang tertulis pada iklan lowongan kerja. Misalnya, jika kamu akan bertanggung jawab pada data, maka tambahkan kalimat seperti: memasukkan dan mengelola data.

Tulis Keahlian Relevan

Kamu tidak perlu memamerkan semua keahlianmu. Cukup tuliskan skill yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Cobalah mulai dengan menulis daftar semua keahlian yang kamu bisa, baik hard skill maupun soft skill. Lalu, berikan penilaian pada keterampilanmu sendiri. Apakah standar saja atau ahli sekali. Kemudian pilih keahlian yang dibutuhkan perusahaan iklan lowongan kerja.

Seksi Tambahan

Sampai di sini, apakah halaman CV kamu sudah penuh? Atau masih ada ruang kosong karena setiap bagiannya hanya diisi dengan satu rangkai kalimat? Jika kamu masih bisa menambahkan daftar keunggulan diri di dalam CV, inilah saatnya.

Kamu dapat menuliskan beberapa pelatihan yang diiikuti dan mendukung pekerjaanmu di masa mendatang. Kamu juga boleh mencantumkan pengalaman menjadi relawan atau pernah menghadiri konferensi tertentu. Bahkan, kamu bisa menambahkan ruang kosong dengan menulis hobi sehingga perekrut bisa memiliki gambaran karaktermu.

Semoa langkah-langkah membuat CV di atas dapat membantu kamu menyusun daftar riwayat hidup yang baik. Jadi, kamu akan selangkah lebih dekat dengan pekerjaan impian. Semoga sukses!

Kalau CV kamu sudah selesai, bisa langsung lamar pekerjaan impian kamu di kota didekatmu.

Posted in Tips & Trick and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *