5 Tips Negosiasi Gaji Pertama

Negosiasi gaji pertama terkadang dihindari oleh pekerja pemula. Kamu merasa belum punya daya tawar untuk meminta bayaran dalam jumlah tertentu. Kamu juga takut kehilangan peluang kerja yang sudah di depan mata. Akhirnya kamu menerima berapa pun nilai yang diajukan perusahaan.

Padahal, semua calon pegawai bisa kok meminta upah yang layak sesuai dengan keahliannya. Berikut tips negosiasi gaji pertama.

Riset

Sebelum berhadapan dengan perekrut, kamu harus punya “senjata”. Bahan buat argumen itu bisa kamu dapatkan dari teman, keluarga atau kenalan lainnya yang sudah bekerja di industri yang sama. Kamu enggak perlu bertanya berapa gaji mereka sih. Paling enggak, kamu bisa minta gambaran berapa besar kisaran bayaran untuk karyawan entry level dengan bidang tertentu di kota tempat tinggalmu.

Buat melengkapi hasil penelitian, coba cek kisaran gaji yang ditawarkan berbagai perusahaan lewat situs lowongan kerja. Kamu juga bisa baca testimoni pekerja tentang gaji di perusahaan yang sedang dilamar.

Catat “Pengalaman Kerja”

Perekrut tidak berharap menemukan calon pekerja entry level dengan segudang pengalaman. Tapi tunggu, siapa bilang seorang fresh graduate belum punya pengalaman kerja sama sekali? Kalau pernah magang atau menjadi sukarelawan, kamu bisa menggunakannya untuk posisi tawar. Selain itu, pelatihan yang pernah kamu ikuti juga bisa menunjukkan seberapa tinggi level keahlian saat ini.

Nah, inilah “senjata” kedua yang bisa kamu pakai sebagai argumen untuk negosiasi gaji. Dengan keterampilan dan pengetahuan, kamu punya daya tawar.

Tunggu Waktu yang Tepat

Biasanya, negosiasi gaji terjadi pada interview kedua atau ketiga. Pada saat itu, perekrut mungkin saja akan langsung mengajukan pertanyaan berapa gaji yang kamu inginkan. Kalau sudah menyiapkan argumen, tentu kamu bisa menyebutkan nilai tertentu. Pada momen ini, kamu akan tampak sebagai kandidat yang percaya diri.

Tapi, kalau perekrut belum memulai pembahasan negosiasi gaji sampai beberapa kali wawancara, tunggu sampai mereka bilang akan menawarkan pekerjaan itu padamu. Lalu, kamu bisa membuka pembicaraan tentang pembayaran karyawan di perusahaan mereka. Pertanyaan yang kamu ajukan juga tidak harus to the point. Kamu dapat memulai dengan pertanyaan tentang komponen apa yang termasuk dalam gaji.

Pertimbangkan Tunjangan di Luar Gaji

Kamu tidak selalu bisa mendapat segala yang diinginkan pada negosiasi gaji pertama. Tapi, ini semua bukan hanya soal angka. Meskipun kesepakatan pembayaran pada akhirnya berada di bawah nilai yang diajukan, bukan berarti kamu rugi.

Pada saat negosiasi gaji, kamu bisa coba menggali tunjangan apa yang disiapkan perusahaan. Misalnya, reimburstment ongkos dari rumah ke lokasi meeting di luar kantor, atau penggantian kuota ponsel. Selain itu, kamu juga bisa mencari tahu apakah mereka memberikan kesempatan pelatihan hingga sekolah.

Tahu Waktu untuk Bilang “Tidak”

Negosiasi gaji bukan ajang untuk berdebat. Jadikan momen ini untuk berdiskusi untuk mendapatkan kesepakatan yang tepat. Tapi, kalau besaran gaji yang sudah kamu anggap reasonable dikatakan tidak sesuai dengan bujet dan rencana perusahaan, maka inilah saatnya untuk berhenti.

Mungkin, pekerjaan dan perusahaan yang kamu lamar sekarang memang tidak cocok untuk kamu. Tapi, bukan berarti kamu harus memutuskan hubungan dengan perekrut. Setelah wawancara selesai, kamu tetap perlu mengirimkan email berisi ucapan terima kasih.

Jika tips di atas tidak cukup membuat kamu percaya diri untuk langsung berhadapan dengan perekrut untuk negosiasi gaji pertama, cobalah berlatih dulu dengan teman atau saudara. Saat latihan, kamu bisa mencatat hal-hal apa yang perlu dibicarakan saat pertemuan penting ini. Kamu tidak perlu mengangkat masalah finansial pribadi, melainkan fokus terhadap bayaran yang layak untuk keahlianmu. Semoga kamu dan perusahaan bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Temukan pekerjaan impian kamu di sekitarmu sekarang!

Posted in Tips & Trick and tagged , .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *