Pertanyaan wawancara

7 Tips Sukses Ikut Job Fair Online

Job fair online adalah inovasi bursa kerja yang berkembang di masa pandemi. Tren tersebut sejalan dengan anjuran untuk membatasi kegiatan berkumpul di ruang tertutup. Para penyelenggara pameran kerja memilih cara ini untuk menyediakan “ruang” agar perekrut dan kandidat pekerja dapat bertemu.

Sebagai pencari kerja, kamu tentu tak mau ketingggalan zaman. Jadi, kamu perlu mencari tahu cara biar peluang dapat kerja dalam job fair online semakin terbuka lebar.

Cek Perusahaan Peserta

Sebelum memutuskan mengikuti job fair online, kamu perlu mengecek perusahaan peserta yang menawarkan pekerjaan pada acara tersebut. Kamu bisa melihat dari materi promosi yang disebarkan penyelenggara. Kalau ada nama perusahaan impian, kamu bisa langsung mendaftarkan diri deh. Jangan lupa melirik perusahaan lain yang mungkin menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlianmu.

Setelahnya, kamu harus mengerjakan pekerjaan rumah yaitu riset perusahaan yang akan dilamar. Fokus pada misi, budaya kerja, dan keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Lalu susun beberapa pertanyaan yang terkait dengan hasil penelitianmu. Kalau catatan ini sudah lengkap, kamu siap menghadapi perekrut pada saat acara berlangsung.

Periksa Peralatan Pendukung

Salah satu yang paling dikhawatirkan dalam bentuk meeting online apa pun adalah koneksi yang jelek. Kalau jaringan internet tiba-tiba down saat acara berlangsung, kamu akan kehilangan kesempatan. Makanya, kamu harus memikirkan strategi untuk mengatasi kendala teknis ini. Misalnya, jika tidak yakin dengan kestabilan internet di rumah, kamu bisa pergi ke coworking space terdekat. Atau, bila mati lampu sehingga wifi rumah tidak berfungsi, kamu bisa langsung tethering dari ponsel.

Enggak cuma jaringan internet yang harus diperiksa. Kamu juga perlu mengecek kamera dan microphone di laptop. Pastikan keduanya berfungsi dengan baik. Jangan sampai gambar dan suaramu hilang saat sedang mengobrol dengan perekrut.

Memperbaharui CV

Kamu bisa meng-upload curriculum vitae sebelum acara. Jadi, siapkan dokumen ini sebaik mungkin dengan mencantumkan keahlian sesuai dengan pekerjaan yang kamu inginkan. Kamu juga perlu memperbaharui CV dengan daftar pelatihan tambahan yang pernah dijalani semasa pandemi.

Selain CV, kamu juga perlu mempersiapkan dokumen lain yang dapat membuat perekrut melirik. Misalnya sertifikat pelatihan dan portfolio kamu saat magang atau jadi freelancer. Tapi, kalau tidak bisa di-upload semuanya, kamu dapat mempersiapkan berkas pendukung di platform tertentu atau situs pribadi. Jika dokumen ini dibutuhkan perekrut, kamu hanya tinggal membagi link-nya saja.

Persiapan Interview

Ingat, kamu bisa dapat kesempatan interview dengan perekrut saat acara lho. Kamu harus tahu bagaimana menghadapi pewawancara secara mendadak. Jadi, kamu perlu mempersiapkan kata-kata untuk memperkenalkan diri dengan percaya diri, bahasa tubuh yang baik, hingga tatapan mata yang fokus.

Kamu dapat berlatih dengan teman atau keluarga menggunakan aplikasi meeting seperti Zoom. Ajak mereka agar mau melakukan sebuah sesi latihan wawancara. Lalu, minta tolong agar mereka mau mengevaluasi cara kamu menjawab pertanyaan hingga kualitas suara yang terdengar.

Berpakaian Formal

Job fair online memang bisa diikuti dari mana saja. Bahkan dari kamarmu sendiri. Tapi, bukan berarti kamu bisa berpakaian seenaknya. Kamu harus tetap mengenakan setelan rapi agar enak dipandang saat berhadapan dengan perekrut di layar laptop.

Buat fresh graduate yang baru mau terjun ke dunia kerja, pilihlah pakaian yang memberi kesan smart, tapi tetap kasual. Misalnya, setelan warna khaki, kemeja panjang, atau blus. Kamu juga dapat memilih kemeja yang dipadu dengan sweter.

Buat Catatan

Saat job fair online berlangsung, kamu perlu mempersiapkan buku catatan dan pulpen di sebelah laptop. Buku ini berguna untuk menulis hal-hal penting. Misalnya nomor kontak perekrut untuk di-follow up atau tanggal pemberitahuan hasil seleksi kerja.

Kalau menulis catatan di laptop, maka kamu perlu membuka aplikasi lain. Ketika aplikasi itu muncul di layar, maka kamu akan kehilangan kontak mata dengan perekrut. Ditambah lagi, tanganmu sibuk mengetik. Hal ini akan membuatmu tampak tidak menghargai lawan bicara.

Follow Up

Setelah job fair online selesai, bukan berarti tugasmu sudah berakhir. Kamu masih perlu melakukan follow up mengenai kelanjutan tahapan seleksi kerja. Ingatlah, bahwa hari itu mungkin perekrut menjaring banyak orang dalam satu waktu. Jadi, kamu harus proaktif untuk mengingatkan mereka jika belum mendapat kabar apa pun dalam beberapa hari seusai acara.

Kamu juga bisa menjalin koneksi dengan perekrut dari media sosial profesional. Misalnya belum mendapat kesempatan bergabung dengan perusahaan, setidaknya kamu mendapat jaringan baru. Jaga terus hubungan profesional ini, siapa tahu kamu akan mendapatkan peluang di masa depan.

Job fair online terkesan mudah. Kamu bahkan tak perlu keluar ongkos dan tenaga untuk menuju tempat penyelenggaraan acara. Tapi, kamu tetap harus mempersiapkan diri dengan matang untuk menghadapi event ini. Sebab, kamu perlu mengantisipasi kalau ada kesalahan teknis di tengah acara atau malah diminta untuk melakukan interview mendadak. Semoga kamu sukses dalam bursa kerja virtual berikutnya.

Panduan Menghadapi Dua Tawaran Pekerjaan Sekaligus

Panduan Menghadapi Dua Tawaran Pekerjaan Sekaligus

Tawaran pekerjaan adalah sesuatu yang ditunggu-tungu oleh para pencari kerja. Tapi, apa yang harus dilakukan kalau kamu mendapat lebih dari satu kesempatan? Terkadang, kejadian seperti ini memang bikin dilema ya. Kalau lagi bingung karena ada dua perusahaan yang menjawab lamaran, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah tenang dulu.

Setelah menenangkan diri, kamu baru bisa berpikir lebih jernih. Lalu, lakukan langkah-langkah berikut ini sebelum menentukan keputusan terbaik.

Bandingkan

Mungkin sebelumnya kamu sudah melakukan riset tentang dua perusahaan yang menawarkan pekerjaan ini. Tapi, kali ini, coba bandingkan kelebihan dan kekurangan dari keduanya. Cek tawaran gaji, tunjangan, peran dan tanggung jawab, budaya kerja, lokasi, fleksibilitas, atau hal lain yang menurutmu penting. Daftar ini membuat kamu lebih mudah untuk memutuskan.

Kalau ada satu-dua poin yang tidak bisa dibandingkan karena kamu tidak tahu kenyataannya, jangan ragu menghubungi perusahaan untuk mendapatkan informasi tambahan. Dengan mendapatkan penjelasan, kamu bisa membuat keputusan yang objektif.

Jujur

Ada dua kondisi yang mungkin kamu hadapi. Pertama, ketika mendapat telepon tawaran pekerjaan dari satu perusahaan, sementara kamu juga sedang menunggu jawaban dari perusahaan lainnya yang dijanjikan di hari tertentu. Kalau kamu berada pada situasi ini, jujurlah pada perekrut dan meminta kesempatan untuk memberi tanggapan setelah mendapat jawaban dari perusahaan lainnya.

Jujur pada perekrut tentang dua tawaran pekerjaan sekaligus memang tricky sih. Kalau salah kata dan terkesan sombong, kamu malah bisa kehilangan peluang. Tetapi, kalau kamu bicara dengan sopan, penuh rasa hormat dan tetap menunjukkan antusiasme, perekrut bakal menghargai kejujuranmu. Malah, mereka akan menilai kalau kamu memang kandidat berkualitas yang memang dicari di pasar kerja.

Strategi Negosiasi Gaji

Nah, pada kondisi yang kedua, kamu juga bisa terjebak dalam situasi dimana mendapat tawaran pekerjaan saat sudah ada perusahaan lain yang bersedia meminangmu. Kalau hal ini yang terjadi, kamu bisa melancarkan strategi negosiasi gaji atau tunjangan. Mulailah dengan menyebutkan bahwa kamu sangat menginginkan pekerjaan yang ditawarkan, tetapi ada perusahaan lain yang menjanjikan gaji atau tunjangan yang menarik. Jangan lupa lihat peluang negosiasi lain seperti bonus atau waktu liburan.

Sebelum melakukan strategi ini, kamu harus bisa menilai diri sendiri dulu. Setidaknya, kamu tahu besaran gaji untuk seorang fresh graduate di dunia kerja. Walaupun baru lulus kuliah, kamu juga berhak dibayar dengan layak. Jadi, kamu tidak terkesan asal meminta gaji besar saja.

Menerima Tawaran Kerja

Jadi, kamu sudah memutuskan perusahaan yang akan dipilih? Bagus! Langkah berikutnya, kamu perlu mengirim email jawaban kesediaanmu untuk bergabung.

Di dalam surat ini, tuliskan dengan jelas bahwa kamu telah menerima pekerjaan. Lalu, ungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Oh ya, jangan lupa menanyakan tentang pekerjaan lebih detail dan tanggal masuk kerja.

Menolak Tawaran Kerja

Walaupun sudah menolak tawaran pekerjaan di satu perusahaan, bukan berarti kamu dapat memutuskan hubungan tanpa kabar begitu saja. Pada hari keputusan yang sudah kamu janjikan, kamu bisa mengirim email pada perekrut. Pastikan isi surat kamu tetap mengapresiasi untuk perusahaan yang mau menerimamu.

Selain itu, kamu juga bisa menjelaskan alasan memilih bekerja perusahaan lain. Tapi, jangan lupa tulisan ini juga harus tetap positif ya. Misalnya, kamu bisa bilang kalau merasa lebih cocok dengan budaya kerja di perusahaan yang lain.

Sampai di sini, apakah kamu sudah bisa lepas dari dilema? Semoga kamu bisa memilih satu dari dua tawaran pekerjaan yang terbaik.

Bagaimana Menghadapi Wawancara Kerja Via Telepon?

Bagaimana Menghadapi Wawancara Kerja Via Telepon?

Wawancara kerja via telepon masih menjadi pilihan sejumlah perusahan untuk menyaring kandidat tenaga kerja. Biasanya, perusahaan memakai strategi ini pada tahap awal dari serangkaian kegiatan perekrutan. Kamu juga bisa menerima undangan wawancara kerja via telepon jika melamar pekerjaan sebagai karyawan yang bekerja jarak jauh.

Buat kamu yang akan menghadapi interview seperti ini dalam waktu dekat, sebaiknya mempersiapkan diri dari sekarang. Walaupun wawancara kerja kali ini hanya dengan suara, tapi kamu tidak boleh menganggap remeh. Memang sih, kamu tidak perlu repot-repot berlatih ekspresi dan memakai pakaian terbaik saat interview. Tapi, percaya deh, nada suara dan artikulasi saat bicara bisa menentukan penilaian perekrut.

Jadi, ayo cari tahu cara menghadapi wawancara kerja via telepon!

Latihan

Untuk latihan interview kali ini, kamu perlu meminta bantuan keluarga atau teman. Kamu bisa berpura-pura melakukan wawancara kerja dengan salah satu dari mereka, lalu biarkan lawan bicara untuk menanyakan sejumlah pertanyaan. Setelahnya, kamu dapat meminta pendapatnya tentang caramu menjawab.

Mungkin, teman tidak bisa berkomentar tentang kualitas jawabanmu. Soalnya, mereka sendiri tidak punya pengalaman sebagai tim perekrut. Tapi, lawan bicara dapat memberi tahu apakah suaramu terdengar jelas atau justru seperti bergumam. Kalau belum puas berlatih dengan satu orang, lakukan hal ini dengan teman lainnya agar kamu dapat banyak masukan.

Siapkan Ruangan

Kamu hanya perlu menyiapkan satu ruangan yang jauh dari suara bising. Bisa di kamarmu sendiri atau ruang kerja di rumah. Kamu bisa bilang pada anggota keluarga lain agar tidak masuk ke ruangan itu saat sesi wawancara kerja via telepon berlangsung. Kalau perlu, kamu kunci dari dalam sekalian.

Jangan lupa untuk mengatur ponsel sehingga tidak ada notifikasi yang mengganggu di tengah interview. Kamu pasti enggak mau ada telepon sela saat perekrut sedang bicara.

Bawa “Sontekan”

Eits, jangan salah! “Sontekan” yang dimaksud di sini bukan dokumen milik orang lain, tapi surat lamaran dan curriculum vitae kamu sendiri. Jangan lupa daftar keahlian kamu dan iklan lowongan kerja yang diposting oleh perusahaan.

Dengan membawa atau membuka “sontekan” ini, paling enggak kamu akan merasa tenang saat wawancara kerja via telepon. Nah, kalau lupa beberapa detail yang ditanyakan oleh pewawancara, kamu jadi bisa mengintip deh. Selain itu, kamu juga bisa mencocokan jawaban yang relevan dengan deskripsi pekerjaan.

Perhatikan Etika Bicara di Telepon

Sekali lagi, jangan hanya karena perekrut tidak bisa melihat, maka kamu boleh bertindak seenaknya. Kamu tetap perlu memperhatikan etika bicara di telepon seperti tidak berbicara sambil makan apalagi merokok atau mengunyah permen karet. Suara orang yang berbicara dengan mulut penuh tentu kedengaran berbeda. Selain itu, kamu juga harus bicara lebih lambat agar perekrut bisa menangkap jawaban dengan sekali dengar.

Kalau perlu, kamu juga dapat menyiapkan buku atau kertas untuk menulis hal-hal penting saat pembicaraan berlangsung. Ya, seperti saat kamu wawancara tatap muka biasanya saja. Catatan ini bakal berguna saat kamu diberi kesempatan untuk bertanya kembali ke perekrut.

Apa pun jenis interview yang akan dihadapi, kamu tetap butuh mempersiapkan diri. Kamu enggak mau kan tersisih pada seleksi pertama gara-gara sombong karena merasa “cuma wawancara kerja via telepon” saja. Kalau hal itu terjadi, kamu bakal menyesal nanti. Jadi, berusahalah seoptimal mungkin agar bisa menembus tahap wawancara kerja kali ini!