Tips HRD : 10 Cara Meningkatkan Skill Rekrutmen Anda

sales-talent-and-the-on-going-search-for-greatness

Peran Anda sebagai tim perekrut karyawan, baik itu Divisi HRD yang ada di perusahaan, ahli HR, maupun agensi rekrutmen profesional, Anda akan selalu dituntut untuk meningkatkan kemampuan dan berkontribusi dengan lebih baik.  Hal ini berlaku untuk seluruh HRD baik yang pemula maupun senior. Tujuannya sama, yaitu untuk mencari kandidat yang terbaik demi majunya perusahaan. Jika Anda berniat untuk mengalami progres kerja, inilah saatnya untuk meningkatkan skill rekrutmen Anda.

Seni Merekrut

Bagi Anda yang sudah berpengalaman dalam industri ini, khusunya mereka yang memulainya sebelum era social media, akan menganggap rekrutmen sebagai sebagai sebuah seni. Menjadi seorang perekrut yang andal dibutuhkan kemampuan untuk memahami masalah yang dihadapi perusahaan hingga apa yang dibutuhkan perusahaan, hal itu dilakukan dengan melihat objektifitas dan melakukan  analisis pada proses perekrutan. Pengetahuan akan perilaku organisasi juga harus Anda pahami untuk dapat memahami calon kandidat seperti apa yang akan sesuai dengan perusahaan Anda

Mulai dari Nol

Hindari menyelesaikan pekerjaan dengan metode lawas. Coba untuk selalu terbuka dengan kemungkinan-kemungkinan baru. Penting untuk selalu melihat calon karyawan Anda sebagai individu yang kompleks dan utuh, daripada hanya berfokus pada kolom ketrampilan dan kemampuan pada resume. Pertimbangkan setiap individu dan pahami apakah karakter dan kepribadian mereka sesuai dengan budaya organisasi perusahaan Anda. Coba untuk menjadi lebih fleksibel dan open-minded, maka Anda akan menemukan kandidat menarik yang tidak mungkin Anda tolak.

Menjadi Perekrut yang Kompeten

 

Selain mencari calon kandidat yang terbaik, dalam proses rekrutmen Anda juga harus menjadi yang terbaik sebagai perekrut. Proses rekrutmen menjadi kegiatan Anda sehari-hari, tak dipungkiri ada kalanya Anda merasa bosan dan hanya memilih kandidat yang Anda rasa terbaik hanya karena skillnya segudang (misalnya). Sebagai jembatan antara User dengan calon karyawan Anda harus paham betul kandidat seperti apa yang dibutuhkan. Tak hanya itu, Anda juga harus mengetahui posisi/fase yang dialami perusahaan saat ini, apa saja tujuan yang akan dicapai perusahaan dalam jangka panjang, bagaimana iklim kerja dan perilaku perusahaan sudah harus Anda pahami sebelumnya. Kemampuan untuk melakukan hal itulah yang diperlukan dalam menjalani peran HRD yang baik.

Membuat Lowongan Kerja yang Baik

Ketika sudah mengetahui posisi apa yang dicari oleh perusahaan, maka Anda harus bekerja keras untuk membuat iklan lowongan kerja yang baik dan bersiap untuk memperbaikinya kandidat yang didapat tidak sesuai harapan. Berusahalah semaksimal mungkin dalam pemilihan kata dan ciptakan titel jabatan yang akan menarik perhatian kandidat. Pelajari tentang SEO dan optimalkan dalam penulisan kata kunci yang tepat. Gunakan Google Analytics untuk melihat efektivitas penempatan iklan lowongan online Anda.

Pelajari Cara Mengajukan Pertanyaan Dengan Benar

Menanyakan pertanyaan yang bersifat hipotesis pada kandidat mampu memberikan gambaran mengenai karakteristik si calon karyawan. Namun jika Anda fokus dengan pertanyaan seperti “jelaskan alasan yang menjadikan Anda sebagai kandidat terbaik untuk posisi ini”, Anda akan menemukan gambaran yang lebih terperinci dan mendalam mengenai tingkah laku dan latar belakang mereka. Buat kandidat Anda bekerja keras untuk mengungkapkan diri mereka dan jangan berikan pertanyaan pilihan karena akan membatasi jawaban.

Menjadi Peka

Anda akan terkejut menemukan  banyak pelamar yang menurut Anda berkompeten namun ternyata memberikan performa yang buruk ketika dihadapkan dengan tes kemampuan. Hal ini hanya akan membuang waktu Anda. Perhatikan calon-calon Anda dengan lebih baik, terutama ketika pra-interview dan buat target pada proses penseleksian.

Follow Up

Sebuah riset mengatakan, kandidat yang tidak menerima informasi dan feedback ketika pasca interview dapat memengaruhi citra perusahaan Anda. Bahkan hal itu juga berlaku pada pelamar yang gagal. Anda juga harus tetap sopan dan ramah ketika mengikuti prosesnya. Kandidat akan merasa diapresiasi ketika menerima feedback dan tanpa disadari hal itu akan memberikan keuntungan melalui word-of-mouth yang positif ketika mereka berbagi cerita dengan yang lain. Ingatlah bahwa pengalaman menjadi kandidat yang gagal pun dapat menjadi positif melalui penanganan yang tepat.

Networking

Adalah poin penting dalam dunia rekrutmen. Bangun dan jaga jejaring dengan teman maupun kolega. Lupakan berburu melalui LinkedIn. Cara terbaik untuk mendapatkan kandidat yang tepat adalah dengan bertatap muka dan lakukan percakapan secara langsung. Anda akan menemukan kandidat yang potensial sekaligus mengetahui perkembangan industri perekrutan sembari tetap membangun kepercayaan dan hubungan baik.

Membangun Citra Divisi HRD Perusahaan

Jika Anda adalah tim HRD dari sebuah perusahaan (bukan pihak ketiga), ada hal lain yang harus diperhatikan. Menjadi divisi yang dapat diandalkan dan dipercaya adalah aspek penting dalam proses perekrutan bagi tim HRD perusahaan. Ciptakan proses perekrutan yang jelas, konsisten, dan termanajemen denan baik. Cantumkan halaman “work for us” atau buat pages “career” pada website perusahaan. Ikuti jobfair yangs sering diselenggarakan dan beritahu mereka tentang gambaran kandidat terbaik yang organisasi Anda cari.

Menghemat Biaya Rekrutmen

Ini merupakan keuntungan bagi tim HRD perusahaan tanpa perlu mengalokasikan dana tambahan untuk melakukan perekrutan. Anda dapat melakukan spotting talent pada karyawan yang sudah ada. Coba periksa kembali database perusahaan dan cocokkan dengan peran dalam posisi yang sedang dicari. Dengan begitu Anda akan menghemat waktu dan biaya pemasangan iklan lowongan.

Pada intinya, yang harus selalu Anda perhatikan sebagai tim HRD adalah dengan tidak menjadi stagnan. Terus lakukan inovasi-inovasi dan jangan terpaku pada pola yang sudah lama. Dengan begitu kemampuan dalam melakukan perekrutan Anda akan semakin baik, kualitas perusahaan juga semakin baik karena berhasil memperkerjakan karyawan yang kompeten.