Psikologi: 5 Tips Agar Aman & Nyaman dengan Bos

The-Cavalier-Boss-dv1492011-001

Lingkungan kerja adalah faktor esensial dalam hal kenyamanan kerja, karena lingkungan itu diciptakan oleh seluruh karyawan dari latar belakang yang beragam. Ketika peraturan dalam satu perusahaan sudah diberlakukan, semua orang akan bekerja untuk hal yang sama: menjaga stabilitas organisasi. Namun terkadang, konflik antar rekan kerja seringkali muncul sebagai bagian dari bisnis. Kunci kesuksesan manajemen operasional dan mengatasi puncak masalah sesungguhnya adalah dengan menyelesaikan konflik dengan cara yang efektif.

Membangun hubungan positif dengan rekan kerja dan paraatasan akan membuat pekerjaanmu menjadi lebih mudah dalam jangka panjang dan membuat kerjasama tim selalu kompak. Ketika kamu ragu, gunakan lima tips psikologi di bawah ini untuk menghindari konflik dengan si bos.

BACA JUGA: 4 Tanda Bos Mengetahui Kamu Akan Resign

  1. Hargai Posisi dan Tanggung Jawab Bos

Semua atasan atau bos memiliki tanggung jawab untuk memberi perintah dan mengarahkan para karyawannya. Karena tanggung jawab kalian berbeda, kamu dan bosmu bisa berbagi beberapa hal perihal pekerjaan. Untuk menjaga hubungan yang positif dengan si bos, hargai dan akui posisi mereka, jangan hanya mencari-cari perbedaan antara peranmu dan si bos. Setiap karyawan berhak untuk melindungi pekerjaannya, jadi tidak ada salahnya membiarkan si bos tahu bahwa kamu memahami tekanan yang dia hadapi.

  1. Jadilah Team Player

Manajer atau bos bertanggungjawab untuk memaksimalkan produktivitas semua karyawannya, jadi ketika kamu merasa semua tugas-tugasmu sangat berat dan tak beralasan, sesungguhnya saat itulah bosmu sedang melakukan pekerjaannya. Untuk menghindari konflik dan bisa menjadi karyawan terbaik, kamu harus berkomitmen untuk bekerja dalam tim dan mengutamakan pencapaian tujuan organisasi. Bahkan jika harus lembur atau menambah tanggung jawab kerja, jangan ragu untuk ikut serta dan berikan bukti nyata bahwa kamu profesional.

  1. Berikan Informasi Sebaik dan Sebanyak Mungkin

Selain peran mereka sebagai motivator, para bos bekerja dengan sumber informasi yang terbatas. Untuk membuktikan komitmenmu dan menjaga hubungan baik dengan atasan, berikan informasi sebanyak-banyaknya yang tersedia. Hasilkan output yang tinggi dengan dampak besar yang positif untuk seluruh lapisan anggota perusahaan.

  1. Take Your Time

Tak perlu terburu-buru, selesaikan semua pekerjaan dengan pelan tapi pasti. Cek kembali semua pekerjaan yang penting. Untuk menjaga hubungan yang stabil dengan para bos, kamu harus menjadi orang yang tanggap pada setiap situasi, selalu cari celah jika ada kolaborasi yang bisa dilakukan dengan rekan kerja dan para bos. Terbuka untuk kompromi dan jadilah karyawan yang selalu berusaha keras untuk memberikan hasil kerja yang baik.

  1. Komunikasi Efektif

Komunikasi adalah jantung dari hubungan bisnis, berbagi ide adalah hal penting yang harus dipahami dalam organisasi/perusahaan. Ketika akhirnya ada konflik yang muncul antara manajer dan staff, salah satu penyebabnya pastilah masalah komunikasi. Terutama dalam dunia serba digital sekarang, di mana komunikasi hampir selalu dilakukan secara elektrik, akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mempertahankan komunikasi yang efektif. Sebagai karyawan yang baik, kamu wajib mengambil langkah proaktif untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif dengan si bos.

Kapanpun ada interaksi antar manusia, maka akan selalu ada potensi konflik akan muncul. Hal terpenting adalah bagaimana kamu bisa menanggulanginya dengan kelima cara psikologi di atas. Nantikan terus informasi terlengkap tentang lowongan kerja hanya di www.jobs.id