Leadership: Apakah Anda Bos yang Baik? Lihat 10 Tips ini

2fcc778

Menjadi seorang bos bukanlah hal mudah. Banyak tugas-tugas yang harus di koreksi, banyak orang yang membutuhkanmu dan rapat tiada henti yang harus dihadiri. Dan itu hanya permulaannya saja. Menjadi seorang bos membuat Anda merasa seperti tidak pernah rehat bahkan di waktu istirahat, dan menjaga attitude yang baik ketika pikiran sedang overworked juga menjadi PR tersendiri. Nah, bagaimana caranya untuk mengetahui bahwa Anda sudah berperan menjadi seorang bos yang baik? Simak tips leadership berikut ini untuk mengetahuinya:

  1. You know how to lead. Ini menjadi aspek paling penting dalam menjadi seorang bos, dan yang membuat Anda bisa mencapai peran ini. Seorang pemimpin tentu bisa memimpin, namun jangan salah, banyak para pemimpin yang mungkin saja masih belajar satu dan dua hal tentang leadership. Anda tahu kapan seharusnya berani mengambil resiko dan Anda adalah pemimpin yang bersemangat, mendukung, dan roe model yang positif.
  2. Memperlakukan karyawan dengan hormat. Anda memperlakukan semua orang di kantor, terlepas dari jabatan mereka, seperti seorang dewasa yang apa adanya. Anda tidak berbicara rendah dengan siapapun dan memperlakukan semua karyawan dengan sama. Namun, Anda menyadari bahwa mereka tidaklah sama, dan Anda tahu dengan baik cara memperlakukan mereka sebagai individu.
  3. Membangun rasa percaya. Anda tidak perlu mengawasi para karyawan 24 jam non-stop karena Anda cukup mempercayai tim bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan baik, dan ketika sebuah masalah muncul, mereka akan tetap menginformasikannya pada Anda. Anda memberikan masukan yang membangun, bukannya sebuah kritikan pedas. Tak heran anggota tim merasa aman berada di bawah komando Anda, mereka tak ragu untuk datang membawa sebuah berita ataupun pertanyaan.
  4. Feedback yang baik. Anda tahu dengan pasti bahwa karyawan yang bahagia akan menjadi karyawan yang terbaik dan paling produktif. Itu sebabnya Anda memberikan pujian ketika diperlukan, dan ketika harus terlibat dalam percakapan dengan rekan kerja yang membutuhkan sedikit dorongan, Anda tahu bagaimana untuk tetap profesional. Respon Anda konsisten, konstruktif dan memotivasi.
  5. Senang belajar. Ketika Anda lebih banyak memberikan pelajaran dan membagi ilmu selama berperan sebagai seorang pemimpin, Anda juga menyadari bahwa ada waktunya untuk berganti peran. Anda mengerti bahwa belajar adalah bagian konstan dari segala jenis posisi dan tidak akan pernah berhenti bahkan ketika sudah berada di puncak. Jika ada karyawan yang datang dan memberikan ide baru, Anda akan mendengarkan mereka. Anda mengerti bahwa pemikiran Anda adalah yang satu-satunya dan Anda terbuka dengan semua kemungkinan. Selalu mencari cara untuk meningkatkan skill dan menambah pengetahuan yang dimiliki.
  6. Memperkerjakan karyawan cerdas. Anda tidak merasa terintimidasi dengan mereka yang lebih pintar dari Anda. Justru Anda menginginkan mereka dalam tim. Anda tidak khawatir dan merasa terancam jika mereka akan merebut pekerjaan Anda karena Anda cukup percaya diri dan mampu menjalankan peran dengan baik.
  7. Mendengarkan. Mendengarkan di sini bukan hanya berarti mendengarkan menggunakan telinga, namun juga lebih aware bahwa untuk menemukan solusi semua masalah, Anda harus mengerti duduk masalahnya terlebih dahulu. Mungkin saja tidak semua yang didengar itu menyenangkan, namun Anda masih tetap mempertimbangkan dan merespon dengan sopan. Anda juga menyadari bahwa, sebagai seorang influencer, kata-kata yang keluar dari mulut Anda membawa beban yang berat sehingga harus memilihnya dengan bijak.
  8. Langsung to the pointAnda tidak pernah bertele-tele dan basa-basi ketika harus menyampaikan topik serius. Ketika ada sesuatu yang harus dikatakan, maka Anda akan mengatakannya. Namun, Anda juga memahami etika dalam berbicara lugas, tanpa menjadi kasar. Dengan menyampaikannya dengan tulus dan spesifik, para karyawan Anda justru merasa didukung, bukan dikritik.
  9. Keseimbangan work/life. Anda memiliki kehidupan di luar dunia kerja dan percaya bahwa semua orang di kantor juga memilikinya. Anda tidak memperkerjakan karyawan dengan berlebihan karena hal itu bisa membuat mereka jenuh. Justru Anda mendorong mereka untuk menyelesaikan semua tugas dengan cepat agar dapat menikmati waktu bersama teman dan keluarga setelahnya.
  10. Kreatifitas yang utama. Anda tidak hanya mendorong anggota tim untuk menjadi kreatif; Anda menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari. Anda membangun sebuah lingkungan di mana kreatifitas menjadi hal natural seperti halnya membalas email harian. Semua karyawan merasa aman untuk menyuarakan ide mereka dan mewujudkannya.

BACA JUGA: Ketahui 8 Tanda Seorang Leader yang Buruk

Dari sepuluh poin di atas Anda bisa cek ada setidaknya beberapa poin yang dirasa ada pada diri Anda saat ini. Semoga tips leadership ini membantu Anda untuk menjadi pemimpin yang semakin baik lagi. Good luck!