Ketahui 8 Tanda Seorang Leader yang Buruk

iStock_000016606237Small

Ini adalah teka-teki yang menarik. Katakanlah Anda adalah seorang manajer, seorang eksekutif tingkat senior, atau karyawan HRD; tugas Anda adalah untuk menjadi leader, ya, tapi juga untuk memilih leader, untuk memilih siapa yang akan dipromosikan, menjadi tanggung jawab ekstra yang diberikan pada team leader. Bagaimana Anda bisa menanganinya? Berikut ini ada salah satu atau lebih dari ciri-ciri yang akan menjadi tanda bahwa seseorang mungkin belum siap untuk menjadi pemimpin:

1.Kurang berempati.

Ini adalah salah satu ciri utama seorang leader yang buruk adalah kurangnya rasa empati. Jika seseorang tidak bisa menempatkan diri dan memahami apa yang orang lain hadapi serta tidak bisa melihat dari perspektif yang berbeda, mereka tidak akan bisa menjadi seorang leader yang baik.

2. Takut akan perubahan.

Hey, perubahan akan selalu menakutkan bagi semua orang, terutama ketika melibatkan masalah finansial dan atau pekerjaan. Namun seorang leader yang tidak bisa menghadapi sebuah perubahan bukanlah leader sejati.

3. Terlalu mudah berkompromi.

Memiliki kemampuan untuk menemukan win/win situation adalah sebuah berkah untuk para leader, namun jika ia terlalu cepat untuk mengkompromikan idenya atau terlalu ideal tidak akan bermanfaat bagi tim nya. Seorang leader harus memiliki keseimbangan dan pemahaman tentang kapan harus memberi dan kapan harus mempertahankan.

4. Terlalu bossy.

Selama ini kita selalu salah persepsi dengan menganggap bahwa orang yang bossy adalah seorang boss/leader yang baik. Sesungguhnya, kebenarannya justru berkebalikan. Seseorang yang hobi memerintah orang lain adalah mereka yang akan paling sedikit menumbuhkan loyalitas memperkuat keutuhan tim. Leader yang sesungguhnya memiliki pengikut yang akan dengan senang hati dipimpin oleh mereka.

5. Plin-plan.

Seorang pemimpin harus mampu membuat keputuan, dan jika seseorang selalu terlihat terombang-ambing pada pilihan yang ada, kemungkinannya mereka akan mengalami kesulitan jika menduduki posisi sebagai pemimpin. Sikap plin-plan menunjukkan kurangnya rasa percaya diri.

BACA JUGA: PAHAMI 7 TIPS JITU MENJADI LEADER (PEMIMPIN) DI TEMPAT KERJA

6. Kurangnya kemampuan menilai karakter.

Seseorang yang tidak bisa melihat dan memahami karakter teman-teman dan rekan kerjanya, selalu beralasan atau tidak mampu melihat karakter orang lain sesungguhnya tidak akan dikelilingi oleh orang-orang yang akan membantunya menuju puncak kesuksesan.

7. Tidak seimbang.

Seseorang yang paling awal sampai di kantor setiap harinya dan yang paling akhir pulang mungkin terlihat sebagai kandidat terbaik untuk dipromosikan menjadi seorang leader, namun coba tanyakan pada diri Anda sendiri apakah mereka memiliki keseimbangan hidup yang cukup baik. Kurang seimbangnya kehidupan kerja dan kehidupan pribadi dapat menjadi penyebab tidak produktif, dan bisa juga menjadi sinyal bahwa mereka mungkin memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi untuk para anggotanya.

8. Tidak manusiawi.

Seseorang yang selalu bertingkah terlalu mandiri untuk melakukan semua pekerjaannya sendirian, dan mereka menjadi satu-satunya yang bisa melakukan hal yang benar tidak akan bisa berkembang menjadi leader yang baik, karena mereka akan terlalu sibuk pekerjaan orang lain.

Hal ini bukan berarti menunjukkan jika Anda menemukan salah satu sifat di atas pada salah satu kandidat, maka ia tidak pantas menduduki posisi sebagai leader. Namun dengan begitu mereka akan mampu belajar mengurangi kebiasaan buruknya dan menjadi leader yang lebih baik.