Inilah 7 Aturan Produktivitas Tidak Tertulis di Lingkungan Kerja

IMG_0498

Membudidayakan atmosfir kantor yang dapat mendorong produktivitas, kepuasan kerja, bisa menjadi sangat menantang bagi para entrepreneur. Semua orang memiliki preferensi kerja dan kelemahan, kekuatan yang berbeda-beda, jadi pasti akan sulit menemukan pendekatan yang bisa sangat pas untuk semua orang.

Namun, ada beberapa struktur dan peraturan yang bisa diterapkan untuk membantu semua orang bekerja sangat baik, dan biasanya tidak semua aturan ini tertulis secara formal. Nyatanya, ada juga peraturan informal dan prosedur yang bisa Anda terapkan untuk membangun atmosfir kerja terbaik bagi para karyawan:

  1. Semua Opini Penting

Anda tidak perlu memiliki peraturan tertulis yang member mandat pada semua karyawan untuk mengemukakan semua opini mereka. Hal itu hanya akan membuat mereka secara formalitas mematuhinya. Lebih baik biarkan mereka tahu bahwa semua opini adalah penting, dan dorong mereka untuk mengungkapkannya secara regular. Ini akan membentuk lingkungan kerja di mana orang-orang merasa nyaman menyuarakan pendapatnya. Dorongan moral ini akan membuat para karyawan lebih semangat untuk kerja keras, dan opini yang Anda kumpulkan juga akan membantu Anda menyelesaikan masalah infrastruktur. Tanyakan secara jujur pada mereka, tentang tugas-tugas yang diberikan, tanggung jawab, dan lingkungan kerja secara umum. Tunjukkan bahwa Anda peduli pada apa yang mereka katakan.

  1. Penggunaan Internet untuk Urusan Pribadi

Sepuluh tahun yang lalu, penggunaan internet untuk hal-hal di luar pekerjaan menjadi pelanggaran yang sangat serius dan sangat merugikan waktu perusahaan. Saat ini, media sosial dan internet yang sudah mendarah daging dalam kehidupan kita menjadi hal yang sepenuhnya tak terhindarkan. Tak ada salahnya secara informal membiarkan mereka tahu bahwa mereka diperbolehkan menghabiskan beberapa waktu untuk bermain-main di dunia maya, dan mengecek Facebook. Biarkan mereka tahu dan sadar bahwa penggunaan Internet pribadi diperbolehkan, namun tidak untuk disalahgunakan.

BACA JUGA: 8 TIPS MUDAH MENGELOLA MEDIA SOSIAL DI TEMPAT KERJA

  1. Waktu Kerja yang Fleksibel

Yang satu ini dibutuhkan beberapa kemahiran untuk mengimplementasikannya. Beberapa perusahaan memiliki jam kerja yang sangat ketat; karyawan sudah harus berada di meja kerjanya dan bekerja tidak lebih dari jam 9 pagi, dan bebas untuk pulang setelah jam 5 sore. Namun bukan berarti Anda harus menuliskan bahwa karyawan boleh datang pukul 09:15.  Terapkan pada mereka bahwa waktu kerja Anda tidak dilihat dari angka. Pada beberapa kasus, lamanya durasi jam kerja tidak sebanding dengan kualitas dan kuantitas kerja (produktivitas). Semua orang memiliki jam fungsional pada level yang berbeda-beda. Dengan menerapkan sistem ini maka dengan sendirinya membuat fleksibilitas memberikan hasil kerja yang baik.

  1. Break Time Is Break Time

Banyak kantor memiliki budaya yang menghambat jam istirahat makan siang. Jika karyawan istirahat selama 30 menit, mereka mungkin akan nampak kurang produktif dibandingkan karyawan yang bekerja saat jam istirahat atau makan siang di meja kerjanya. Namun rehat adalah bagian penting dalam hari kerja, dan sesungguhnya bermanfaat untuk mendorong produktivitas.  Lakukan rehat untuk memberi contoh pada karyawan Anda, kemudian coba dekati karyawan yang jarang terlihat saat makan jam istirahat. Tanyakan mengapa mereka memilih untuk tidak rehat, dan biarkan mereka tahu bahwa memanfaatkan waktu rehat untuk melakukan apa saja yang diinginkan itu diperbolehkan. Dengan melakukan itu maka akan meningkatkan moral perusahaan, dan meskipun Anda kehilangan beberapa jam kerja, pekerjaan selanjutkan akan menjadi jauh lebih produktif.

  1. Kesetiakawanan Adalah Penting

Anda tidak bisa memaksakan kerja tim; hal itu harus datang secara natural. Namun Anda bisa membentuk atmosfir yang secara natural mendorong kerja tim, dan mempercepat pembentukan rasa setia kawan di antara para karyawan. Gunakan latihan teambuilding, games, dan company events untuk membantu mereka mengenal satu sama lain, mendorong hubungan yang lebih erat lagi. Membantu karyawan membangun ikatan yang kuat akan membuat mereka bekerjasama untuk tujuan yang sama.

  1. Perubahan Demi Kenyamanan Diperbolehkan

Biarkan para karyawan Anda mengetahui bahwa mereka boleh memindahkan barang-barang disekitar dan bebas mengatur meja kerja dalam rangka memaksimalkan tingkat kenyamanan mereka, dan menambahkan sendiri barang-barang juga diperbolehkan—seseorang akan kerja lebih baik dalam lingkungan yang diciptakan sendiri. Sebagai tambahan, Anda bisa memperbolehkan mereka memainkan musik favoritnya, atau membebaskan pakaian kerja dengan membiarkan mereka menggunakan apapun sesuai kenyamanan. Kuncinya adalah dengan menurunkan sedikit kontrol untuk menumbuhkan rasa nyaman pada karyawan. Memberikan kebebasan akan memacu mereka memaksimalkan produktivitas.

  1. Hasil Akhir Lebih Penting

Selalu ingatkan kembali pada karyawan Anda bahwa jumlah pekerjaan/tugas yang dikerjakan dalam sehari. Anda bisa saja bekerja dari jam 9 hingga 5 sore menggunakan kemeja dan dasi dalam kubikel yang pengap, melewatkan rehat makan siang dan bekerja dengan sangat keras, namun tetap menghasilkan pekerjaan yang lebih sedikit dari mereka yang datang pukul 09:30, melakukan rehat siang, berpakaian kasual, dan sering berkomunikasi dengan rekan kerjanya. Produktivitas bukan tentang mengikuti aturan dengan sangat ketat, ini adalah tentang menciptakan lingkungan di mana Anda bisa menghasilkan yang terbaik. Peraturan di kantor Anda sebaiknya lebih banyak yang bersifat informal dan fleksibel. Beri lebih banyak kendali pada karyawan, dan biarkan mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan lebih penting daripada bagaimana cara mereka melakukannya.

Peraturan tidak tertulis ini mungkin tidak bisa diterapkan dalam semua bisnis, namun dari banyak pengalaman, hal ini dapat banyak mendorong produktivitas dan moral karyawan. Tempat kerja bukanlah tempat militer yang penuh dengan aturan dan batasan, namun juga tidak sangat bebas tanpa adanya struktur. Perbanyak kendali dari peraturan tidak tertulis untuk memberikan struktur yang fleksibel dan solid pada karyawan.