HRD, Inilah 10 Tips Ampuh Agar Karyawan Betah

Retain_employees

Bagi kamu yang bekerja di bidang HRD, tentu merasakan betapa sulitnya dan menantangnya untuk bisa mendapatkan calon karyawan yang berkualitas tinggi. Setelah mempekerjakan kandidat terbaik, tugasmu selanjutnya adalah memastikan bahwa mereka bisa betah bekerja di perusahaan. Perkataan memang lebih mudah dilakukan daripada perbuatan. Faktanya, tidak jarang para karyawan baru jagoanmu itu hanya bertahan selama beberapa bulan. Beruntung jika kamu belum pernah mengalaminya. Bagaimanapun, ada banyak usaha yang bisa kamu lakukan untuk mempertahankan karyawan terbaikmu, simak 10 di antaranya berikut ini.

BACA JUGA: Inilah 3 Kunci Karakteristik Pemimpin Sukses di HRD

# 1: Tawarkan tunjangan sederhana Apakah itu fasilitas makan siang atau coffee time setiap hari Jumat, menawarkan benefit-benefit kecil mungkin menjadi hal yang bisa membuat mereka betah. Banyak perusahaan bahkan sekarang menawarkan paket asuransi untuk karyawan dan keluarganya. Tapi, jika kamu belum memiliki kapasitas untuk melakukan ini, kamu bisa coba menawarkan waktu kerja yang fleksibel dan pilihan kerja dari rumah pada staffmu.

# 2: Cari tahu melalui interview  Ini bisa jadi ide brilian untuk mencari tahu tentang berbagai alasan yang membuat karyawan lama betah bekerja di sana. Kamu bisa lakukan interview kecil-kecilan dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti mengapa mereka memilih untuk bekerja dalam jangka waktu lama di sini? Jika ada, apa yang bisa membuatmu ingin resign dari sini? Adakah saran yang ingin diajukan untuk ditingkatkan atau diubah berdasarkan pekerjaan dan benefit yang diterima? Ini menjadi cara proaktif untuk menunjukkan bahwa kamu peduli dengan kerja keras dan loyalitas para staff.

# 3: Gunakan insentif dan kompetisi Beberapa perusahaan memanfaatkan dana insentif dalam jangka waktu yang lama untuk memotivasi dan mempertahankan karyawan. Tapi jika kamu ingin membangun rasa kebersamaan dan loyalitas terhadap organisasi, kamu bisa merancang sebuah kontes/kompetisi untuk meningkatkan produktivitas selagi tetap membuat mereka terlibat dan bersemangat.

# 4: Memberikan promosi jabatan Tidak mengakui hasil kerja keras adalah salah satu alasan yang membuat karyawan memilih resign. Selagi sempat, kamu bisa memberikan apresiasi atas kerja keras dan usaha mereka dengan menaikkan pangkat/promosi kerja. Selain itu, kamu bisa menyediakan fasilitas training dan berbagai jenis program development pada karyawan. Jika perusahaan menyanggupi, kamu juga bisa mengganti biaya tambahan jika karyawan mengambil kursus di luar kantor.

# 5: Tawarkan penghargaan finansial Meskipun cukup dimengerti jika kamu merasa ragu-ragu untuk memberikan kenaikan gaji tetap setiap tahunnya, akan lebih baik jika kamu memberikan penghargaan/hadiah secara finansial bagia setiap karyawan terbaik setiap tahunnya. Selain memberikan gaji ke 13, kamu bisa memberikan dana intensif tambahan atau bonus pada staff. Jika kamu berbaik hati, berikan bonus setiap 6 bulan, tergantung pada kondisi keuangan perusahaan.

# 6: Mempekerjakan karyawan baru Baik karyawan yang masih fresh graduate atau karyawan veteran, pasti mereka pada awalnya akan menyesuaikan diri dengan budaya dalam tim organisasi. Akan butuh waktu beberapa lama, namun kamu bisa mempercepat dengan mempekerjakan karyawan baru. Pasangkan karyawan baru dengan yang lebih senior, dengan begitu mereka akan lebih cepat terbiasa dengan lingkungan baru tersebut.

# 7: Jangan lupakan fasilitas office tour Para karyawan mungkin tidak akan merasakan masa-masa sulit jika ruang lingkup kantor cenderung kecil. Namun, tidak akan pernah mudah jika keadaan perusahaanmu yang memiliki jumlah karyawan puluhan, atau bahkan ratusan. Lakukan office tour pada staff karyawan baru dan biarkan mereka melihat seluruh fasilitas yang ada di kantor akan membuat mereka merasa disambut oleh perusahaan tempatnya bekerja.

# 8: Set expectations and limitations Perusahaan kecil cenderung membuat karyawan mereka melakukan pekerjaan yang cukup banyak dan bervariasi. Jika kamu berperan sebagai HRD di sini, pastikan semua karyawan mengetahui peran mereka, dan yang tak kalah penting, peran satu dengan yang lainnya tidak tumpang tindih. Karena jika terjadi, bisa menyebabkan bentrokan dan kesalah pahaman, yang jika terjadi berulang kali bisa membuat mereka tidak betah dan kemudian pergi.

# 9: Membentuk skema evaluasi kinerja Kebanyakan perusahaan melakukan evaluasi kerja setiap enam bulan, tapi ada juga yang dilakukan setiap tahun. Melakukan sistem ini menunjukkan bahwa kamu peduli tentang performa dan masa depan para staff dalam organisasi.

# 10: Komunikasi terbuka antara staff dan manajemen Secara teori, banyak perusahaan yang mengklaim untuk menjalankan komunikasi secara terbuka antara staff dengan manajemen. Kenyataannya, kedua belah pihak tidak cukup saling bertemu. Penting untuk selalu mengingatkan staffmu bahwa pihak manajemen selalu terbukan untuk saran atau bahkan keluhan. Sebagai HRD profesional, kamu berperan untuk menjembatani dan mengurangi jarak antara kedua belah pihak.

Menyadari betapa pentingnya untuk bisa mempertahankan karyawan membuat peran HRD sangat penting dalam perusahaan. Lakukan dengan baik peran muliamu untuk mensejahterakan semua pihak baik internal maupun eksternal. Good luck!

Kamu ahli di bidang HRD? Temukan pekerjaan impianmu sebagai HRD profesional dalam http://www.jobs.id/en/jobs/all-job/all-company/all-location/8-human-resource