HRD: 10 Kesalahan Besar dalam Rekrutmen Karyawan

bad-interview

Jika tujuanmu sebagai tim HRD adalah menemukan karyawan yang berkualitas, kamu harus tahu skill dan karakteristik seperti apa yang dicari dan tentunya merencanakan cara terbaik menemukan kandidat terbaik. Bagaimanapun, banyak perusahaan yang membuat kesalahan berulang-ulang, menguras waktu serta biaya dalam prosesnya. Kesalahan dalam proses rekrutmen tersebut termasuk:

  1. Gagal melihat ke dalam. Bahkan kandidat terbaik mungkin saja berada di depan mata. Tidak mempertimbangkan karyawan sendiri tidak hanya membuatmu melewatkan kandidat hebat, namun juga berdampak pada moral dan semangat tim.
  2. Mencari SDM replika. Beberapa HRD berpikir bahwa kamu harus mencari orang yang berpengalaman melakukan pekerjaan yang sama dari industri yang sama pula dan dari perusahaan yang serupa. Dengan mengabaikan munculnya inovasi, ide baru, dan progres yang potensial. Perilaku di masa lalu adalah indikator dari perilaku di masa depan, jika tidak ada yang berubah sama sekali. Namun karena hal tersebut tidak berlaku dalam dunia bisnis, kamu terkadang akan disuguhkan pada calon kandidat terampil yang mempunyai hal baru untuk ditawarkan.
  3. Tidak menjelaskan proses. Jika kamu akan memilih kandidat dari 3 kali proses interview dalam sebulan, beritahu mereka. Dan juga, beri mereka target waktu untuk menyelesaikan prosesnya. Menggantungkan kandidat dengan tidak membiarkan mereka tahu apa yang akan dilakukan setelahnya akan membuat reputasi perusahaanmu menurun.
  4. Tidak melibatkan karyawan pada prosesnya. Pada lingkungan bisnis skala kecil, akan sangat penting untuk memberitahu karyawanmu bahwa kamu akan melakukan rekrutmen. Kamu mungkin akan melibatkan mereka pada proses rekrutmen. Mereka akan merasa ‘dianggap’ ketika mereka dilibatkan dalam beberapa kegiatan perusahaan. Mereka juga mungkin tahu tentang referensi kandidat yang baik, yang mana akan membuat pekerjaanmu lebih ringan.
  5. Kurangnya perancangan timeline kerja. Ada beberapa iklan lowongan kerja yang selalu muncul di surat kabar selama beberapa bulan, di mana menimbulkan anggapan bahwa perusahaan tersebut tidak serius dalam mencari kandidat baru. Buat timeline perencanaan (time frame) kapan kamu akan melakukan rekrutmen kandidat baru, mengadakan interview, dan mulai mempekerjakan mereka.
  6. Menyewa jasa perekrut dari luar. Untuk bisnis skala kecil sebaiknya kamu tidak menghambur-hamburkan anggaran untuk menyewa perekrut dari luar, di mana mereka belum tentu mampu memilih kandidat yang terbaik.
  7. Selalu menggunakan cara yang sama. Apakah itu menggunakan jobs.id atau website yang berkaitan dengan tenaga kerja lainnya, surat kabar lokal, atau ahli rekrutmen, kamu akan meningkatkan peluang menemukan kandidat terbaik jika memanfaatkan channel yang berbeda-beda.
  8. Tidak melibatkan manager terkait. Jika salah satu tugas karyawan adalah membuat laporan pada seorang manager yang membawahinya, mereka tentunya harus terlibat dalam proses tersebut. Biasanya ada tahap wawancara user di mana departemen tempat karyawan akan ditempatkan mewawancarai kandidat secara langsung.
  9. Deskripsi kerja kurang jelas. Hal ini menyebabkan proses perekrutan menjadi lebih lama karena kamu ikut mewawancarai orang yang tidak sesuai dengan posisi pekerjaan yang kamu butuhkan. Dengan memaparkan deskripsi kerja dengan akurat, berkas lamaran yang masuk akan lebih sesuai yang akan mempermudah proses seleksi.
  10. Mencari si serba bisa. Deskripsi pekerjaan yang terlalu banyak, background, skill yang spesifik dan bermacam-macam menyebabkan banyak orang terlibat dalam proses perekrutan. Pada akhirnya, usaha kamu akan sia-sia karena sangat jarang ada pelamar dengan kemampuan yang disebutkan dalam deskripsi tadi. Saat perekrutan, hindari memasang standar persyaratan yang mustahil dipenuhi.

BACA JUGA: 5 HAL YANG SEBAIKNYA KAMU HINDARI DALAM INTERVIEW

Sebagai orang yang bertanggung jawab dalam mencari kandidat terbaik untuk mensukseskan perusahaan, peranmu sebagai HRD tentu sangat penting. Pahami ke-10 poin di atas untuk dapat melakukan proses rekrutmen yang baik dan tidak salah pilih calon karyawan.