Hati-Hati! Ini Dia 3 Kesalahan Terbesar dalam HRD

business people in a meeting at office

Jika kamu bekerja sebagai HRD, mungkin kamu pernah merasa bahwa pekerjaan sebagai HRD adalah pekerjaan yang paling dianaktirikan sedunia. Banyak orang yang berkecimpung di dunia HRD yang merasa bahwa mereka merasa kurang diapresiasi atas semua kerja keras yang telah dilakukan untuk seluruh karyawan dan perusahaan. Namun ada juga beberapa orang HRD yang seringkali melakukan kesalahan yang berujung fatal. Tidak hanya berdampak pada efisiensi bisnis dalam departemen HRD namun juga persepsi negatif dari orang lain.

BACA JUGA: Inilah 3 Kunci Karakteristik Pemimpin Sukses di HRD

Untuk itu sebaiknya kamu simak 3 kesalahan paling berbahaya yang sering dihadapi HRD. Dengan memahami faktor pemicu terjadinya kesalahan itu kamu bisa memberikan solusi lebih cepat dan bahkan menyadari bibit-bibit masalah yang mungkin sebelumnya belum pernah disadari.

1. Struktur Departemen HRD yang Buruk

Pernahkah kamu menemui sebuah perusahaan ternama yang memiliki banyak struktur di dalamnya? Ada Manajer HRD, Asisten Manajer HRD, Staff HRD, dsb. Sesungguhnya bukanlah masalah jika masing-masing mendapatkan peran dan tanggung jawab yang jelas. Tapi banyak kesalahan yang sering dilakukan oleh departemen ini adalah ketidakmampuan mengidentifikasi tanggung jawab untuk fungsi HRD yang berbeda. Seyogyanya masing-masing memiliki peran yang jelas seperti siapa yang memimpin jalannya rekrutmen, bagian mana yang bertanggung jawab untuk kompensasi dan benefit karyawan, dan siapa yang harus menjalin hubungan baik dengan karyawan? Tentu hal ini bukan berarti sebuah departemen HRD membutuhkan orang untuk menjalankan semua fungsi (karena biasanya justru peran utamanya tersebut tidak dijalankan). Sebuah departemen HRD idealnya memiliki cukup divisi yang bertanggungjawab dengan peran dan jabatannya demi kesejahteraan para karyawan dan perusahaan.

2. Meremehkan Pengaruh HRD

Munculnya peran HRD dimulai sejak pertengahan abad 18 dan 20 dengan meningkatnya proses industri manufaktur yang muncul bersamaan dengan para karyawan yang kehilangan motivasi kerja. Pikirkan hal ini, orang-orang HRD memiliki peran layaknya ayah dan ibu dalam keluarga. Bisakah kamu membayangkan seorang anak yang tidak memiliki siapa-siapa ketika mereka menghadapi masalah? Itulah rasanya jika sebuah perusahaan tanpa HRD. Tidak akan ada seseorang yang bisa menjembatani masalah antara perusahaan dengan orang-orangnya. Jadi jangan pernah berpikir bahwa peranmu hanya untuk membayarkan gaji karyawan dan mencatatnya. HRD memiliki peran yang jauh lebih penting dari itu.

3. Mengabaikan Nilai Angka yang Berharga

Big Data. Tahukah kamu bahwa Google membuat semua keputusan HRDnya berdasarkan data dan analitik sehingga membuatnya menjadi salah satu perusahaan paling sukses. Kamu tidak bisa mengabaikan pentingnya sebuah angka dan big data dalam dunia HRD.

Banyak perusahaan yang masih menggunakan spreadsheets untuk mengelola data karyawan mereka karena kemudahannya mengolah informasi. Namun yang masih belum banyak diketahui bahwa sesungguhnya ada banyak sistem informasi manajemen HRD di luar sana. Perusahaanmu bisa memanfaatkannya untuk mengelola SDM dengan lebih baik lagi.

Tertarik dengan lowongan kerja di bidang HRD? Temukan semua yang kamu inginkan di www.jobs.id