Freelancer, Hati-hati dengan 4 Tipe Klien Ini!

 

happy-clients

Melakoni pekerjaan sebagai freelancer memiliki tantangan tersendiri – menghadapi klien dengan pola kerja yang tidak efisien sehingga memperlambat performa Anda, mendapat tanggapan yang kasar atau tidak etis sehingga mengganggu karir freelancing Anda, bahkan tidak dibayar oleh klien dengan alasan yang bermacam-macam.

Memang benar bahwa tiap pekerjaan memiliki resiko yang berbeda, dan dibutuhkan mental profesionalisme yang bagus untuk menghadapi itu semua. Beberapa hal mungkin tidak dapat dihindari, namun akan lebih baik jika Anda bisa meminimalisir gangguan dari klien yang dapat menghambat pekerjaan maupun menjauhkan Anda dari kesuksesan karir freelancing. Beberapa ciri client di bawah ini patut diwaspadai, antara lain:

BACA JUGA: 5 Tips Jitu Menemukan Kerja Part Time

  1. Tidak Mengetahui Apa yang Ia Inginkan

Baik sebagai desainer grafis, programmer, video editor, penulis, atau siapapun Anda, segudang masalah dapat timbul dari klien yang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan. Pekerjaan Anda beresiko dianggap ‘tidak sesuai standar’, masalah dengan tenggang waktu pengerjaan, dan masalah-masalah lain yang Anda dapat terjebak didalamnya karena client mengklaim bahwa Anda tidak menyelesaikan pekerjaan dengan benar.

Jika brief pekerjaan relatif singkat dan tidak spesifik, Anda harus berhati-hati. Tanyakan pada client detail pekerjaan yang mereka ditawarkan. Jika mereka tidak dapat memberikan penjelasan menyeluruh mengenai spesifikasi video, artikel, dan lain-lain, Anda sangat mungkin akan terkena banyak masalah.

Client yang menginginkan hasil kerja yang “profesional”, “unik”, “menarik”, “keren”, dan istilah tidak spesifik lainnya sangat mungkin tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Mereka tidak mengetahui apa itu ‘unik’, mereka tidak mencoba menjabarkan keunikan yang diinginkan, dan mereka tidak memiliki standar yang jelas. Spesifikasi yang tidak jelas akan meninggalkan ruang bagi pekerjaan tambahan yang tidak penting seperti revisi yang tidak berujung.

Selain itu, jika calon client mengatakan “secepatnya” atau tidak ada tanggal spesifik saat Anda menanyakan batas waktu pengerjaan, sebaiknya Anda mencari calon client lain. Ketidaktahuan jadwal menandakan calon client tidak memiliki perencanaan yang matang mengenai proyek tersebut.

  1. Kurangnya Pemahaman Terhadap Pekerjaan

Jika Anda seorang penulis freelance dan Anda melihat iklan pekerjaan untuk “Novel non-fiksi” atau istilah yang penggunaannya tidak masuk akal, Anda berhadapan dengan seseorang yang tidak mengetahui apa yang ia lakukan.

Carilah client yang memiliki pemahaman yang cukup terhadap pekerjaan yang ditawarkan. Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan kayu ingin membuat video iklan televisi dan orang yang ditunjuk untuk menangani proyek ini sama sekali tidak mengetahui apapun pengenai produksi iklan, pastikan bahwa setidaknya ia memahami secara umum bagaimana konten dan durasi iklan televisi seharusnya.

  1. Klien yang Bossy

Klien jenis satu ini pasti cukup banyak populasinya. Menghadapi seseorang yang bossy harus dengan strategi yang cerdik. Usahakan jangan pernah membuat klien yang bossy merasa tidak dihargai atau diabaikan. Lakukan pendekatan dengan menggunakan skill komunikasimu. Setiap masalah datang, hadapilah dengan usaha negosiasi. Utarakan pendapatmu beserta argumen yang rasional dan berikan solusi yang win-win. Namun kamu harus tetap menjaga profesionalitas dengan tidak menjadi vendor yang “manutan”.

  1. Termin Pembayaran yang Molor

Satu-satunya tanda akan molornya jadwal pembayaran yang Anda terima adalah adanya indikasi bahwa client sedang mengalami masalah finansial, yang mungkin akan digunakan sebagai alasan penundaan pembayaran. Sebenarnya tidak ada indikasi yang nyata, karena hal ini jarang sekali terjadi. Secara umum, semakin profesional client menyajikan diri, maka akan semakin bagus untuk Anda.

Lika-liku seorang freelancer tak hanya berhubungan dengan berbagai jenis klien saja, tapi sederet peran dan tanggung jawab yang tidak ringan. Selalu ikuti kata hatimu dan pintar-pintarlah mengatur waktu. Good luck!

Butuh lowongan kerja freelance? Temukan semuanya di www.jobs.id