Freelancer, Begini Personal Branding yang Benar

DD_Card_clip_LR

Sebagai seorang freelancer, kamu memiliki peranan dan tanggung jawab yang berbeda dengan mereka yang bekerja full time. Kamu adalah seorang entrepreneur yang bisnis dan brandnya adalah dirimu sendiri. Kamu bertanggung jawab untuk mengatur jadwal kerja, membuat target keuangan, dan lebih dari itu semua, kamu bertanggung jawab atas personal branding dirimu sendiri.

Ketika kamu merintis karir sebagai seorang freelancer dalam industri apapun, kamu akan dikenal melalui hasil kerja dan reputasi. Untuk bisa menjadi freelancer sukses dan laris, kamu perlu untuk mempelajari cara membangun personal branding dan apa yang orang lain harapkan darimu. Terutama dunia freelance yang saat ini masih cukup asing bagi beberapa klien. Biasanya para freelancer memanfaatkan internet untuk membangun brand yang positif serta digunakan sebagai ajang pamer portofolio.

BACA JUGA: 7 Hal yang Ingin Dilihat Perekrut dalam Brandmu

Mungkin akan terasa sulit bagimu untuk memikirkan bagaimana komunikasi personal menjadi bagian dari bisnis, untuk itu simak beberapa hal ini sebelum kamu mulai membangun personal branding.

Berhati-hati dan peka

Kamu harus sepenuhnya sadar akan apapun yang kamu cantumkan dalam website yang akan berdampak pada brandmu. Perusahaan akan mempekerjakan humas/Public Relation dan karyawan karyawan profesional lainnya untuk secara khusus mengatur konten yang dimuat dalam web, blog, Facebook, atau Twitter. Tapi kamu, harus melakukan semuanya sendiri. Apa yang kamu katakan dalam internet akan terekam selamanya. Pada beberapa kasus, kamu bahkan tidak bisa memperbaikinya sama sekali. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati dengan segala jenis konten yang diunggah di internet. Identitasmu tak lagi pribadi. Twitter dan blogmu adalah portofoliomu, yang bisa jadi akan dilihat oleh klienmu. Membangun imej yang profesional sejak awal akan membawamu ke berbagai pekerjaan besar.

Menampilkan imej yang konsisten dan profesional

Ini masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Selain semua konten dan percakapan, kamu juga harus memerhatikan imej yang kamu bangun. Pahami siapa dirimu dan imej apa yang ingin kamu tonjolkan dalam personal branding. Dalam beberapa kesempatan, kamu mungkin bisa dengan bebas bersenda gurau dan melontarkan candaan pada klien, namun pada situasi lainnya kamu mungkin diharuskan menjadi seseorang yang lebih konservatif, sopan, dan ramah.

Apapun itu, munculkan imej yang konsisten. Jika kamu terus berganti-ganti maka akan memisahkan audiensmu dan mencederai perkembangan brandmu di masa depan.

Selalu available

Tak ada hal lain yang menghambat pertumbuhan brandmu selain menjadi tidak aktif. Metode apapun yang kamu gunakan untuk membantu pertumbuhan brand, baik melalui Twitter, blog, atau Facebook, pastikan kamu available disemua medium itu. Hal ini menjadi sangat penting terutama ketika kamu baru saja meniti karir dan membangun brand untuk menemukan audiens yang solid. Jika kamu muncul-tenggelam sewaktu-waktu, orang lain akan dengan mudah melupakanmu.

Mudah dijangkau

Pada era sosial media seperti saat ini, orang-orang akan dengan mudah berharap sesuatu yang lebih dari sekedar tagline dalam internet. Mereka ingin tahu bahwa ada kehidupan, orang hidup yang ada di balik persona internet. Dengan begitu kamu bisa menjadi pribadi yang mudah dijangkau dan berinteraksilah dengan mereka. Biarkan mereka tahu bahwa kamu adalah seseorang yang bisa dengan nyaman berkomunikasi bersama orang lain. Hal ini akan membuat hubungan yang lebih erat dan membangun kepercayaan klien agar lebih mudah bekerjasama denganmu.

Bangun networking yang kuat

Setiap bisnis akan bergantung pada beberapa koneksi yang dimiliki secara personal. Pelajari cara membangun koneksi, baik secara profesional maupun personal, yang tentunya bermanfaat untukmu. Jangan malu untuk memulai percakapan dengan orang yang baru dikenal. Biasakan untuk membuka diri dengan orang lain.

Internet adalah sebuah wadah besar di mana ada banyak sekali orang yang memang memiliki misi untuk membangun koneksi. Dekati mereka dan bangun personal brandingmu secara proaktif.

Membangun bisnis dengan cara kotor mungkin akan memberikanmu keuntungan instan, tapi hal itu tidak akan bisa menjadikan imej dirimu kuat dan tahan lama. Pilihlah pekerjaan yag akan membuatmu bangga karena mengerjakannya, dan lakukan pekerjaan yang ingin kamu tunjukkan pada orang lain. Personal branding yang kuat akan membuat bisnismu kuat juga. Good luck!

Ikuti terus informasi terlengkap dan terupdate tentang lowongan kerja hanya di www.jobs.id