9 Langkah Menyempurnakan Personal Branding-mu

personal-brand-stand-out1

Personal branding bukanlah sesuatu yang misterius. Melalui personal branding, kamu bisa meyakinkan perusahaan, perekrut, para koneksimu dan semua orang suatu keahlianmu dan apa yang menjadi perhatianmu. Dan saat ini kamu memiliki sebuah wadah besar untuk menunjukkan semua hal itu: Internet. Sempurnakan imej profesionalmu dengan mengikuti 9 langkah berikut ini:

Mulai dari Googling namamu.

Apa yang kamu dapatkan di sana? Krista Neher, CEO of Boot Camp Digital, a social media training company. Selalu ingat: “Hasil yang dimunculkan pertama kali oleh Google akan menjadi kesan pertama terhadap imejmu, jadi kamu harus berhati-hati.” Idealnya, pencarian tersebut akan menyambungkan ke beberapa website dan laman yang sesuai dengan imej yang ingin kamu tunjukkan. Jika tidak, coba tips berikutnya.

Buat website pribadi.

Bahkan jika kamu tidak punya konten yang cukup banyak untuk mengisinya, website pribadi menjadi salah satu tool yang sangat kuat karena membebaskanmu mengatur semuanya agar orang lain memiliki kesan sesuai keinginanmu, dan kamu memiliki 100% kontrol penuh atas webmu sendiri. Dan biasanya website pribadimu akan muncul dalam pencarian teratas di Google atau search engine lainnya. Jika kurang paham tentang ini kamu bisa meminta bantuan temanmu yang lebih fasih tentang pembuatan website dan pembelian domainnya.

Bersihkan ‘kotoran’mu – atau paling tidak hingga ada di hasil pencarian Google halaman kedua.

Jika ada beberapa jejak buruk di sosial media yang pernah kamu lakukan, sebaiknya segera hilangkan atau buat berita atau website tersebut tida muncul di halaman pertama. Biasanya Google akan memunculkan daftar 10 website dan sosial media teratasmu yang paling aktif. Sering-seringlah mengupdate laman atau akun sosial mediamu agar imej  yang tidak sesuai denganmu akan segera ‘tenggelam.’

Tweet tentang #personalbrand

Twitter juga bisa menjadi media untuk menunjukkan orang lain tentang dirimu. Plus, ini adalah cara mudah untuk menampakkan diri di hadapan calon atasan di perusahaan impianmu. Jalin hubungan dengan pimpinan perusahaan atau tim perekrut dalam Twitter untuk lebih memahami peluang dan membangun sebuah koneksi. Namun selalu ingat untuk behave, status tweet mungkin bisa dihapus, namun screenshotsnya akan terus ada selamanya.

BACA JUGA: INILAH 3 CARA MUDAH MENEMUKAN KERJA DI TWITTER

Buat akun Google Plus.

G+ atau Google Plus yang dimiliki oleh Google ini adalah media paling sempurna untuk yang digunakan untuk memberitahu Google tentang apa yang ingin kamu ketahui. Kamu bisa memulainya dengan mencantumkan akun G+ ini dalam LinkedIn.

Buat profil LinkedIn.

Lebih dari 90 persen perekrut menemukan dan menghubungin kandidat calon karyawannya melalui LinkedIn, jadi pastikan profilmu menarik bagi mereka. Tambahkan foto dengan pose yang profesional, dan usahakan penuhi semua bagian informasi. Bahkan dalam LinkedIn sudah ada seksi mengisi pengalaman volunteer, kursus akademik dan masih banyak lagi.

Buat koneksi baru dalam LinkedIn (dengan orang yang belum dikenal sebelumnya).

Ketika kamu akan terhubung dengan seseorang yang kamu tidak terlalu kenal (atau kamu sudah lama tak mendengar kabarnya, atau seorang teman dalam satu industri) jangan hanya mengirimkan default request seperti biasanya seperti, “I’d like to connect with you.” Beritahu mereka alasan mengapa kamu ingin terhubung dengan mereka, Dengan begitu mereka akan cenderung menerima requestmu. Namun jangan heras kalau mereka tidak menerimanya jika kamu langsung meminta sesuatu, seperti meminta pekerjaan atau sale, di mana dilakukan saat disaat kalian baru saja kennel.

Aktif posting LinkedIn.

Tunjukkan minatmu dengan share sebuah artikel, menulit update status dan memanfaatkan LinkedIn Publisher, yang memungkinkanmu posting lebih panjang lagi. Dengan berpartisipasi dalam grup LinkedIn uga menunjukkan sedikit imej profesionalmu.

Jaga agar brand selalu konsisten.

Website personal, LinkedIn, Twitter, dan Google Plus hanyalah permulaan. Ketika kamu sudah menciptakan persona online, pastikan untuk tetap konsisten dan selalu up-to-date. Jangan jadi orang yang berbeda dan pastikan history kerja LinkedInmu sama dengan apa yang kamu sebutkan di Google Plus. Tampilkan brand yang kuat dan tidak membingngkan. Semakin banyak hal dari dirimu yang diekspos secara online, kamu akan semakin memiliki kendali penuh terhadap pesan yang akan disampaikan.

Itu dia tadi pentingnya untuk membangun personal brand, baik secara offline maupun online. Selalu ingat juga untuk tetap konsisten baik profil online maupun resume atau CV offlinemu. Yuk segera intip lowongan kerja terkini hanya di www.jobs.id