6 Tanda Kamu Butuh Mentor

photodune-2756014-business-coaching-xs-864x400_c

Mentoring adalah salah satu jenis leadership development, dengan seorang mentor yang fokus mendorong kesuksesan dan pencapaian seorang karyawan tertentu. Bagi beberapa perusahaan mungkin ini masih menjadi hal baru, namun dipercaya menjadi cara efektif dan efisien dalam pengembangan individual. Inilah mengapa mentor adalah salah satu aset yang tak ternilai.

BACA JUGA: 10 Resolusi Karir 2015 yang Layak Dicoba

Layaknya seorang guru, seorang mentor akan menjadi orang yang sangat peduli terhadap perkembangan karir dan sekaligus menjadi motivator ketika semangat kerjamu sedang ‘pasang-surut’. Berikut ini yang sebaiknya kamu simak adalah tanda-tanda emosional ketika seseorang membutuhkan mentor kerja:

  1. Stress atau bahkan depresi. Jika kamu merasa stress melihat daftar to-do-list, tidak bisa fokus, seorang mentor akan membantumu menyusun prioritas, lebih fokus, dan membuat dirimu lebih terkontrol.
  2. Patah semangat. Akan sangat menyebalkan ketika kamu ingin memiliki karir yang sukses dan hidup yang berkualitas namun belum bisa mewujudkan semua hal itu. Seorang mentor akan membantumu terhubung kembali dengan motivasimu mencapai semua impianmu, dan juga dengan hal-hal yang kamu cintai dan ingin lakukan. Melakukan hal yang kamu inginkan dapat menambah semangat bekerja.
  3. Kalut. Dengan banyaknya hal yang harus dilakukan, direspon, diperhatikan, dan dipikirkan, pasti akan ada masanya kamu merasa sesak. Permintaan terus-menerus ada, email terus berdatangan, dan kamu harus mengunjungi banyak tempat sekaligus. Seorang mentor akan membantu mendengarkan semua keluh kesah dengan penuh bijaksana serta membantumu lebih stabil.
  4. Pengorbanan. Ketika kamu harus memisahkan masalah karir dengan kehidupan pribadi, kamu akan menghadapi dilema. Keputusan yang akhirnya ditetapkan adalah pilihan yang tidak kamu inginkan: bekerja di kantor atau tetap di rumah, naik pangkat dengan konsekuensi akan menjadi lebih sibuk atau tetap menjadi staff namun akan ada banyak waktu untuk keluarga, apakah itu mengikuti kata hatimu atau tetap merasa nyaman dengan pekerjaan yang ‘gitu-gitu aja’. Mentor akan membantumu menyusun semua jadwalmu sehingga kamu tidak akan melewatkan liburan keluarga dan waktu untuk menjaga kesehatan mental.
  5. Medioker. Ketika kamu kehilangan arah dan visi yang lebih besar dari kehidupan dan kepemimpinan yang kamu miliki, kamu akan cenderung memilih bermain di hal-hal kecil daripada melakukan pengembangan diri. Kamu melupakan tentang ekspektasi tinggi yang sempat dimiliki. Tujuanmu hanya menyelesaikan pekerjaan hanya dengan cukup baik. Seorang mentor bertugas untuk mengatur standar untuk dirimu sendiri agar kamu terus meniti tangga menuju kesuksesan. Mentor akan punya cara sendiri untuk membuatmu unggul.
  6. Tidak puas. Ketika kamu tidak bisa secara tepat memberikan kontribusi dan memiliki hidup yang berharga maka segala pencapaianmu selama ini akan terasa sia-sia. Kamu mungkin akan merasa bosan, terisolasi, tidak ada motivasi, stagnan, dan stress. Di sinilah seorang mentor akan menarikmu dari lubang hitam dan mengubah perspektifmu dengan mengembalikanmu ke bagian di mana kamu menyukai pekerjaanmu dan mencapai tujuan baik secara personal maupun profesional.

Tidak ada salahnya jika kamu harus memiliki seorang mentor. Jangan merasa lemah dan berkecil hati, justru dengan adanya mentor kamu akan bisa mengeluarkan potensi terbaik dan meraih semua tujuan karirmu dengan baik.

Update terus info lowongan kerja paling lengkap hanya di www.jobs.id