5 trik membangun networking untuk introvert

psychology-of-introverted-employees

Ketika orang-orang menikmati event networking dan mendapatkan banyak energi dari berinteraksi dengan orang lain, ternyata terselip orang yang merasa terintimidasi dan tidak menyukai semua aktivitas tersebut. Tidak semua orang cocok untuk melakukan hal ini. Namun bagaimanapun, membangun networking adalah poin penting dalam dunia kerja saat ini. Banyak yang mengaku mendapatkan pekerjaan melalui networking dan word of mouth. Kebiasaan lama mencari kerja hanya dengan duduk di depan komputer mengirimkan resume dan cover letter tak akan membawamu terlalu jauh.

Untungnya, ada beberapa cara agar si introvert ini bisa tetap melakukan networking. Mungkin beberapa caranya akan membawamu keluar dari zona nyaman. Pikirkan bahwa ini akan menjadi skill bermanfaat yang akan membawa benefit pada jalur karirmu.

  1. Posisimu saat ini adalah kelebihanmu. Saat kamu masih memiliki pekerjaan, akan lebih mudah mempromosikan dirimu dan menceritakan tentang dirimu. Ketika kamu bernetworking selagi masih menjabat, hal ini akan menambahkan rasa percaya diri. Mulai dengan membangun jaringanmu dari sana. Dan jika memungkinkan mulailah menjalin kontak baru mulai dari sekitarmu terlebih dahulu.
  2. Speak up. Mungkin ini akan menjadi hal yang sulit dilakukan bagi semua orang, jadi jangan kecewa dulu saat mengalami kegagalan. Ubah cara berbicaramu di depan umum dengan berlatih sesering mungkin dan fokuskan pada area karirmu. Coba buat sebuah speech yang dirangkum dalam 30 detik atau kurang tentang mengapa lawan bicaramu itu harus mengenalmu lebih baik. Keep it simple. Jelaskan tentang pekerjaanmu, cita-citamu, dan alasannya. Jika semua berjalan dengan lancar, kamu bisa saja langsung mendapatkan tawaran kerja.
  3. Mulai dari zona nyaman. Orang-orang cenderung selalu berpikir bahwa kesempatan melakukan networking hanya ada di event-event besar. Namun hal tersebut tak selamanya benar. Networking bisa saja dilakukan dalam grup kecil, atau grup jumlah besar, namun bisa juga one on one, dan tak harus selalu bertatap muka langsung, bisa saja melalui email, telepon, Skype, atau FaceTime. Awalan yang baik bisa dimulai dengan email perkenalan dan beberapa pertanyaan. Cari tahu hal-hal yang bisa kamu dapatkan jika berinteraksi dengan orang tersebut. Apakah itu tentang pekerjaannya atau bagaimana orang tersebut menyukai pekerjaan dan perusahaannya?
  4. Permintaan eksplisit. Pikirkan tentang informasi yang bisa kamu dapatkan dari orang yang berjejaring denganmu. Jangan pernah langsung menyerahkan resume dan menyuruhnya menyampaikan ke bagian HRD atau langsung menanyakan lowongan pekerjaan. Beranikan diri memberikan perkenalan di awal email, ajak mereka bertemu langsung dan utarakan advice seperti apa yang kamu cari. Mengajukan pertanyaan akan membuatmu tetap fokus dan kamu akan belajar banyak dari orang lain.
  5. Bangun hubungan baru dengan membantu orang lain mencapai tujuan mereka. Pepatah “you get what you give” memang benar adanya, terutama dalam dunia profesional. Jika kamu membantu kolegamu di tempat kerja, mereka juga akan balas membantumu di kesempatan lain. Jika kamu selalu menyediakan waktu pada staff junior, atau adik angkatan kuliahmu yang membutuhkan panduan serta saranmu, kemungkinannya mereka juga akan melakukan hal yang sama padamu. Bayar di muka, dan kamu akan memetik benihnya bahkan ketika kamu tidak mengharapkannya.

BACA JUGA: INILAH BAHAYA BEKERJA MULTITASKING

Menentukan jenis networking yang cocok untukmu akan membuatmu lebih percaya diri. Jika kamu sendiri merasa tidak nyaman, maka akan sulit memberikan kesan yang baik bagi orang lain. Mulailah dari hal yang sederhana, seperti sosial media atau email. Introvert kini juga bisa melakukan networking!

Yuk intip lowongan kerja terkini hanya di www.jobs.id