3 Langkah Meningkatkan Headline Linkedin-mu

headlines-hillary-lannan

Ketika kamu menggunakan LinkedIn, baik itu untuk networking atau mencari kerja, sangat penting untuk merancang personal brand yang kuat. Personal brand tidak hanya akan membentuk imej profesional, namun juga menarik calon relasi baru dan perekrut perusahaan untuk terkoneksi dan melihat profilmu. Headline dalam LinkedIn adalah apa yang akan terlihat di bawah namamu dalam hasil pencarian di LinkedIn dan melalui mesin pencari Google, Yahoo, Bing, dll. Dengan kata lain, LinkedIn akan menggunakan posisi kerjamu saat sebagai headline, maka akan terlihat (Nama), (Jabatan) at (Nama Perusahaan)

BACA JUGA: Pengangguran? Ketahui 3 Alasan Kamu Tidak Diterima Sebuah Perusahaan

Karena Headline adalah hal pertama yang dilihat setelah nama, penting memanfaatkannya untuk mempromosikan diri. Headline harus menggunakan kata kunci yang sesuai dan memikat pembacanya agar terdorong untuk melihat profilmu. Tersedia 120 karakter untuk memberitahukan semua orang tentang siapa dirimu dan value apa yang kamu tawarkan. Gunakanlah keuntungan itu sebagai peluang besar untuk mempromosikan diri. Berikut ini cara agar kamu bisa meningkatkan headline LinkedInmu:

1. Tuliskan informasi lengkap dalam karir dan pengalaman.

Terkadang jabatan atau posisi kerja yang dituliskan kurang mendetail dan tidak mengacu pada sektor atau industri tertentu yang kamu geluti. Misalnya, mungkin profesimu saat ini adalah Sales Executive, namun kamu bisa menuliskan bahwa kamu adalah seorang Medical Sales Executive-Consistently Ranked Top Performer. agar lebih jelas bidang industri yang terkait.

2. Mencantumkan keywords.

Jika kamu ingin profilmu ditemukan dan dilihat oleh manajer HRD dan tim perekrut, optimalkan profilmu menggunakan kata kunci. Headline adalah bagian yang tepat untuk itu. Bandingkan tulisan “Sales Professional at Pharma Company” dengan “Pharmaceutical Sales Executive – 10 Years as Top Performer – Focused on Lung Cancer, Breast Cancer and Skin Cancer.” Mana yang lebih menarik?

Perhatikan bahwa kata yang dicantumkan memberikan kata kunci yang relevan dan profesional.

3. Tentukan job title yang mudah dikenali.

Selain menggunakan kata kunci yang tepat, hal penting lainnya adalah jabatan yang kamu tuliskan sudah cukup mudah ditemukan oleh orang lain. Setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda dalam mendefinisikan setiap level jabatan dalam sebuah bidang, jadi misalnya VP pada suatu perusahaan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dengan Manajer di perusahaan lainnya. Bisa saja jabatanmu sekarang memiliki sebutan yang terlalu kreatif hingga sulit diidentifikasi oleh koneksimu. Jadi, kamu harus menuliskan headline dengan standar nama jabatan yang mudah dikenali dan sudah awam digunakan sesuai dengan tanggung jawab yang diemban. Misalnya, jabatanmu saat ini adalah Asisten Administratif, maka akan lebih menguntungkan jika kamu menuliskan Marketing Asisten jika pengalaman dan tanggung jawab yang kamu miliki serupa dengan peran tersebut.

Manfaat memiliki profil dalam LinkedIn akan kamu dapatkan jika kamu memiliki profil yang bisa menarik orang lain untuk berinteraksi, berkoneksi, dan ingin melihat profilmu– dan Headline lah yang akan membantumu melakukannya.

Mau tau infirmasi lowongan kerja terlengkap dan terkini? Sila klik www.jobs.id! Good luck!