10 Tips jitu menghadapi rekan kerja yang malas

People_You_Shouldnt_Hire

Bekerja dalam tim bagi sebagian orang akan menjadi sangat menyenangkan, kita bisa saling membagi tugas dan memberikan ide-ide yang lebih brilian karena pengaruh keberadaan mereka. Namun bagi sebagian lainnya bekerja dalam tim menjadi hal yang menyebalkan, terutama jika rekan kerjamu adalah si pemalas. Mengeluh dan mengadu tidak akan membantumu dan membuatnya berubah, namun berikut ini ada beberapa tips untuk kamu bisa lakukan dalam menghadapi rekan kerja yang malas. Silakan disimak:

  • Jangan biarkan mereka mengacaukanmu.

Jangan habiskan waktu kerjamu yang berharga hanya dengan fokus pada kegiatan si pemalas yang kerjaannya hanya mengecek Facebook, chatting, atau bahkan asik tidur di meja sebelah. Abaikan saja mereka dan fokus pada pekerjaanmu. Kamu akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan memerhatikan rekan kerjamu yang tidak bekerja, fokuslah pada apa yang kamu kerjakan sendiri.

  • Jangan biarkan mereka memengaruhi perilakumu.

Jika kamu menyia-nyiakan waktu dan energi dengan marah atau kesal dengan rekan kerja yang malas, performa kerjamu kemungkinan akan menurun dan kemungkinannya kamu juga akan menjadi lebih sensitif dalam menghadapi orang lain. Rekan kerja yang hobi marah-marah sama buruknya dengan si pemalas.

  • Jangan termakan isu keadilan.

Hidup ini tidak adil. Pasti kamu akan merasa begitu ketika melihat rekan kerjamu yang datang ke kantor tapi tidak melakukan apa-apa. Pada akhirnya hal itu tidak akan mengubah apapun. Dengan menyalahkan dan menganggapnya sebagai perilaku tidak adil, kamu hanya akan membuat dirimu menjadi buruk, situasinya pun tak akan berubah. Lebih baik fokus melakukan pekerjaanmu dengan baik.

  • Tahan godaan.

Jangan gampang tergoda dengan segala jenis kegiatan mereka seperti break makan siang selama 2 jam, mondar-mandir ke kamar mandi atau ke pantry. Saat mereka mulai mengajakmu berbicara, tunjukkan bahwa kamu sedang sibuk. Terlihat menggiurkan memang, tapi jangan sampai kamu jatuh ke jebakan si pemalas ini.

  • Jangan biarkan pekerjaannya menjadi tanggungjawabmu.

Jika kamu berada dalam satu tim atau membagi pekerjaan dalam projek, jangan pernah mau untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak mereka lakukan. Ingatkan mereka tentang tugas dan deadlinenya, namun jangan memanjakan partner pemalasmu mengambil waktumu yang berharga.

BACA JUGA: TIPS KERJA : INILAH 5 TIPE KARYAWAN YANG HARUS KAMU TAHU

  • Jangan bergosip dan komplain dengan kolega lainnya.

Ini adalah hal yang tidak profesional. Kamu bisa menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dan menyakiti perasaan rekan kerjamu.

  • Jangan mengadu

Hal ini hanya akan membuat citra dirimu buruk. Namun bukan berarti kamu tidak bisa speak up. Biasanya tergantung dengan situasi dan atasanmu. Beberapa atasan ada yang menanggapi dengan serius dan akan menindaklanjuti, namun ada juga yang mungkin saja akan berkata “Bukan kepentinganmu untuk mengurusi performa kerja rekan kerjamu” tentu jika begitu akan membuatmu terlihat buruk di mata si bos. Namun coba dengan berkata seperti ini, “Saya rasa saya tidak bisa melanjutkan projek ini karena saya sudah lama sekali menunggu Thomas menyelesaikan bagiannya. Apa yang bisa kami lakukan dengan ini?” Dengan begitu kamu tetap bisa berbicara to the point tanpa terlihat sperti mengadu.

  • Jangan biarkan mereka mempengaruhi kesuksesanmu.

Rekan kerja yang malas bisa menghambat progresmu. Jika bosmu melihat pekerjaan kalian berdua yang tak kunjung selesai, jangan sampai kamu yang harus menanggung kesalahannya. Ini justru kesempatanmu untuk berbicara tentang rekan kerjamu, jika kamu belum coba melakukannya.

  • Gunakan kesempatan ini untuk menjadi leader.

Kejadian ini mungkin akan menjadi kesempatanmu untuk meningkat dan membuktikan bahwa kamu bisa menghadapi situasi yang sulit. Katakan pada atasanmu bahwa kamu sudah mengetahui sifat pemalas dari rekan kerjamu yang tak juga bekerja dengan benar, dan kamu akan mengambil kesempatan ini untuk menjadi seorang pemimpin. Lakukan pendekatan dengan rekan kerjamu dan katakan bahwa kamu akan membantunya mencapai target dan menyelesaikan semua tugas sebelum deadline yang ditentukan. Hal ini akan membentuk jiwa kepemimpinanmu.

  • Komunikasikan dengan rekan kerja.

Mungkin saja rekan kerjamu itu bukan malas, tapi dia kurang mengerti tentang tugas-tugas dan deadline yang diberikan. Jelaskan target, tujuan, dan deadline dengan jelas dan komitmen dengan itu. Terkadang bukan karena sifat yang malas, hanya saja mereka kurang lihai dalam mengorganisir pekerjaan dan manajemen waktu. Bisa juga mereka sedang disibukkan dengan masalah pribadi, seperti masalah kesehatan atau masalah keluarga. Jalin komunikasi yang lebih intim dan cari tahu penyebabnya.

Rekan kerja secara tidak langsung adalah partner bagimu dalam berkarir. Usahakan untuk menjalin hubungan yang sangat baik agar semakin akrab dan bisa menuju sukses bersama. Ikuti terus informasi terkini tentang lowongan kerja hanya di www.jobs.id