10 Tips Dahysat Presentasi yang Harus Anda Tahu

Image-3s1

Sebuah presentasi yang persuasif tidak hanya dilihat dari konten yang dipersiapkan dengan matang, namun juga gaya presentasi yang menarik. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik menjadi salah satu skill utama modal berpresentasi. Dibutuhkan skill khusus untuk dapat memahami audiens agar mampu mengontrol situasi jalannya presentasi. Untuk itu Anda bisa terapkan 10 tips panduan untuk membantu Anda memberikan penampilan yang memorable.

1. Preparation, preparation, preparation

Tak ada jalan keluar yang mudah. Menampilkan presentasi yang baik sangat bergantung pada persiapan yang dilakukan. Persiapkan dengan detail dan matang mulai dari materi hingga hal teknis seperti pakaian, sepatu, makeup, bahkan aksesoris.

2. Pikirkan Audiens

Presentation-audience

Ketika sedang mempersiapkan presentasi Anda, ada satu hal yang harus selalu Anda ingat: audiens. Tujuan utama dari melakukan presentasi adalah untuk mengkomunikasikan suatu isu/hal kepada audiens. Posisikan diri Anda sebagai audiens dan jawab pertanyaan yang meliputi: apa, siapa, kenapa, bagaimana?

Siapa mereka dan siapa Anda? Penting untuk mengetahui siapa audiens Anda, apakah mereka teman sekelas, para profesor, rekan kerja, atau para bos Anda. Apa saja yang sudah mereka ketahui tentang Anda? Apakah perlu untuk menginformasikannya pada mereka? Apa perlu untuk memperkenalkan diri Anda? Masing-masing audiens memiliki kebutuhan yang berbeda, dan juga cara berkomunikasi yang berbeda.

Apa yang mereka inginkan? Apa saja yang mereka tahu? Apa saja yang bisa Anda beritahu ke mereka? Mengetahui informasi ini akan membantu Anda menentukan konten materi yang akan dipresentasikan. Jika Anda tidak yakin akan jawaban dari beberapa pertanyaa di atas Anda bisa cantumkan dalam sesi awal presentasi.

Presentasi yang Anda sampaikan diibaratkan sebuah perjalanan. Anda bertugas untuk membawa audiens menuju tujuan melalui konten/materi presentasi. Gunakan rambu-rambu untuk memberitahu apa yang sedang Anda sampaikan dan kemana arah tujuan presentasi ini. Anda bisa gunakan kata-kata seperti “Berikutnya Saya akan membahas mengenai…”, “Sekarang kita beralih ke..”, dan “Finally…” atau “Yang terakhir…”. Rambu-rambu ini juga menjadi tips agar audiens Anda tetap fokus memerhatikan dan merasa terikat dengan presentasi Anda.

3. Komunikasi

Meskipun hanya Anda yang memberikan materi presentasi, sebuah komunikasi yang baik adalah secara dua arah. Meskipun Anda tidak ingin audiens menginterupsi saat Anda berbicara, buatlah ikatan dengan melihat ke arah audiens, berbicara dengan seluruh audiens yang hadir saat itu. Audiens Anda ingin diajak berbicara. Tanyakan pertanyaan retorika, berikan interikasi selingan saat beralih ke topik berikutnya. Jangan menjadi pasif dengan  bersembunyi di balik komputer.

4. Persiapkan hal kecil

Persiapkan materi Anda dengan lebih detail seperti sapaan yang akan digunakan untuk membuka jalannya presentasi, apakah Anda akan berkomunikasi secara non formal dengan menggunakan sapaan “Hai”, “Halo”, atau dengan lebih formal dengan memakai kata-kata seperti “Selamat pagi/siang/sore”, “Kepada para hadirin yang terhormat”, dll. Bagaimana Anda akan mengakhiri presentasinya? Apakah dengan “terima kasih”, “terima kasih atas perhatiannya”, dll. Persiapkan penjelasan yang lebih spesifik untuk mendeskripsikan slide Anda, apakah menggunakan gambar, grafik, tabel, atau chart.

5. Presentasi yang Terstruktur

Sebuah presentasi yang baik memiliki 3 bagian, perkenalan& pembukaan , inti materi, dan kesimpulan. Lakukan perkenalan diri, preview singkat mengenai isi presentasi, dan hasil akhir yang ingin dicapai pada bagian perkenalan dan pembukaan. Jangan lakukan bagian ini lebih dari 30 detik. Inti materi berisi key points, pengetahuan baru, tren pada data Anda, atau progres yang telah dicapai. Kelengkapan dan kedalaman materi disesuaikan dengan waktu yang tersedia untuk sesi presentasi Anda. Tekankan pada bagian yang Anda ingin audiens ingat dan ketahui.

6. Pahami diri Anda

Ketahui kelebihan dan kelemahan Anda. Menampilkan presentasi adalah sebuah proses pembelajaran dan bukanlah sesuatu hal yang Anda lakukan sehari-hari secara rutin. Anda bisa tetap berada pada zona nyaman agar tetap percaya diri namun coba lampaui batasnya: eksplorasi teknik baru, coba sesuatu yang berbeda, gunakan template PowerPoint yang berbeda, coba gunakan cue card daripada membaca dari kertas berukuran normal, perhatikan teknik presentator lainnya dan pelajari, coba juga gunakan alat presentasi yang lebih menarik seperti Prezi. Tentukan target: presentator dengan gaya seperti apa yang Anda inginkan? luangkan waktu Anda dan persiapkan dengan matang.

7. Hindari Membaca.

Ketika memberikan presentasi, jika dilihat dari perspektif komunikasi, berbicara akan selalu lebih baik daripada membaca. Namun, ketika Anda dihadapkan pada situasi harus membaca, ada beberapa teknik yang bisa diterapkan agar tetap menjadi hal yang bisa dinikmati audiens (selalu ingat audiens Anda).

Buat cue card pada kertas A4 yang dibagi menjadi 4, itu adalah ukuran ternyaman dan tidak akan mengganggu kontak mata Anda dengan audiens. Beri penekanan pada hal-hal yang penting Anda ingin audiens ketahui dan ingat. Membawa cue card dapat membantu untuk mengingat presentasi.

PowerPoint didesain dengan fungsi print yang mudah dipegang (handsouts) sehingga dapat dijadikan sebagai panduan slide berikutnya saat Anda tampil. Sudahkah Anda tahu tentang presenter view dalam PowerPoint? Jika belum, Anda harus segera mencobanya! setelah ini Anda akan menyadari bahwa Anda seharusnya tidak perlu untuk membaca.

8. Komunikasi Non-verbal

fx17

Bahasa tubuh ketika berpresentasi juga patut diperhatikan agar terlihat natural dan tidak kaku. Biasanya para presentator secara alami menggunakan gerakan tangan dan lengan untuk mendukung menyampaikan materi presentasi. Seringkali Anda bingung ketika harus menempatkan tangan Anda, apakah boleh menempatkannya di dalam kantong celana? atau haruskan diletakkan di belakang punggung? Posisi paling baik adalah coba genggam sesuatu  seperti remote PowerPoint, bolpoin, atau pensil di tangan Anda sebatas atas pinggang (hati-hati jangan sampai menjatuhkannya)

9. Desain Slide

Hormati audiens Anda dengan tidak terlalu banyak menyantumkan teks dan membacakannya tanpa ada penjelasan apa-apa. Biasanya audiens akan selesai membaca isi slide dengan lebih cepat. “Less is more” dan selalu ingat bahwa Anda tidak perlu menuliskan semua penjelasan presentasi ke dalam slide.

10. Latihan, latihan, dan latihan

Perbanyak latihan mempresentasikan materi yang telah dipersiapkan. Rekam presentasi menggunakan alat rekam yang tersedia di PowerPoint. Latihan dapat membuat Anda berbicara dengan lantang dan lancar. Jika memungkinkan, coba latihan di depan audiens, misalnya teman atau keluarga. Atau coba latihan di depan cermin.

Itu dia beberapa rahasia agar presentasi  Anda dapat  berjalan dengan sukses . Jangan lupa untuk berdoa sebelum presentasi dimulai. Semoga sukses!