10 Tanda Kamu Seorang Workaholic

workaholics_001

Seorang Psikolog Brad Lontz, Psy.D. mengatakan bahwa gejala workaholic memiliki tanda-tanda yang serupa layaknya kecanduan pada umumnya. Salah satu candu yang dirasakan adalah mereka selalu merasa waktu kerja yang diberikan masih belum cukup. Mereka merasa menyesal jika tidak menghabiskan banyak waktu di kantor dan selalu was-was akan muncul masalah ketika mereka tidak selalu mengawasi jalannya bisnis. Menjadi workaholic dapat menimbulkan beberapa konsekuensi seperti: stress berkepanjangan, mudah marah, dan parahnya, bisa mengganggu kehidupan pribadimu.

Apakah kamu bekerja untuk diri sendiri atau di perusahaan orang lain, penting untuk tetap menyempatkan diri rehat karena bisa merefresh tenaga. Luangkanlah waktu untuk olahraga, habiskan waktu dengan teman dan keluarga. Jauhkan pikiran dari masalah pekerjaan. Jika saat ini kamu sudah berhenti olahraga, susah tidur, dan makan sembarangan, kamu mungkin sudah mengalami efek samping dari workaholic. Selain itu kamu juga sudah tidak memiliki cukup waktu untuk sekedar berkumpul dengan teman atau keluarga dan merasa terobsesi bekerja pagi dan malam.

BACA JUGA: Stress Kerja? Hilangkan dengan 5 Cara Ini

Coba cek apakah kamu merasakan sebagian besar tanda berikut. Jika hampir seluruh poin kamu rasakan, mungkin ini saat yang tepat untuk melakukan evaluasi ulang pada jadwal kerjamu. Berikan beberapa jarak pada tiap pekerjaanmu supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari karena tidak bisa menghabiskan waktu dengan baik bersama orang-orang tercinta.

  1. Saya tidak punya alasan yang cukup kuat untuk meninggalkan pekerjaan hanya untuk olahraga
  2. Saya selalu membawa pulang pekerjaan rumah setiap malam dan akhir pekan
  3. Saya sering kali membatalkan janji dengan pasangan dan teman-teman
  4. Saya merasa takut akan timbul masalah jika saya tidak selalu ada di kantor
  5. Saya tahu bahwa bisnis bisa tetap berjalan tanpa saya namun saya tetap tidak bisa mengambil cuti
  6. Berat badan saya bertambah, saya sering merasa cemas dan tidak bisa mengontrol diri
  7. Saya menjadi mudah marah
  8. Saya minum minuman keras lebih banyak
  9. Topik yang saya bicarakan selalu berhubungan dengan pekerjaan
  10. Saya sering mengalami mimpi buruk tentang pekerjaan

Selalu luangkan waktu untuk rehat dan jauhkan diri dari pekerjaan. Hal ini akan memberikan perspektif yang berbeda dan meningkatkan semangat kerja dan bahkan mengurangi tingkat stress. Bagi para staff, hal ini mungkin akan terasa mudah. Namun bagi para pimpinan atau CEO ini bahkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Minta bantuan pada teman, keluarga, atau mentormu agar mereka memberikan pendapat tentang manajemen waktu yang baik. Ketika kamu sudah mampu mengkontrol kebiasan kerja, kamu akan terbebas dari gejala workaholic. Ingat, kamu yang mengontrol bisnis, bukan bisnis yang mengontrolmu.

Simak informasi paling lengkap dan paling update tentang lowongan kerja hanya di www.jobs.id