10 Strategi Produktivitas Kerja yang Terbukti Ampuh

Checklist-Are-You-Being-Productive-or-Just-Creating-Busy-Work

Kamu bisa menemukan banyak artikel, video, dan materi yang membahas tentang tips & trik strategi meningkatkan produktivitas kerja. Pertanyaannya adalah bagaimana kamu bisa menentukan poin mana yang sebaiknya dicoba?

Kamu mungkin bisa melihat strategi berikut yang sudah teruji oleh para ilmuwan. Ada 10 poin mudah dan terpercaya. Yuk disimak:

  1. Sleep More
    Berdasarkan studi kesehatan dari Harvard, waktu tidur yang berkurang dan tidak efisien dapat meningkatkan resiko penurunan produktivitas, meningkatkan resiko terjadinya kesalahan, dan menurunkan tingkat efisiensi. Kurangnya waktu tidur dapat mengurangi kemampuan otak sehingga mampu memacu menurunnya produktivitas kerja.
  2. Selalu Tentukan Deadline
    Berdasarkan studi yang dilakukan di Eropa, para pekerja mampu menyelesaikan tugas lebih banyak ketika mereka secara ketat menentukan deadline pada setiap pekerjaan. Buat batas waktu untuk dirimu sendiri dengan menggunakan calendar atau “to-do-list” yang bisa membantumu menyelesaikan setiap pekerjaan setiap harinya.
  3. Rutin Berolahraga
    Penelitian dari University of Essex menemukan bahwa olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan selain menurunkan berat badan dan meningkatkan vitalitas. Penelitian tersebut dilakukan dengan menebarkan kebiasaan berolahraga dan melakukan aktifitas outdoors, dan menemukan perubahan mood secara akut terjadi 2-4 jam setelah olahraga, dan hal ini merupakan pengaruh positif pada kualitas hidup, termasuk interaksi sosial, meningkatkan produktivitas, dan pilihan perilaku yang lebih baik. Tujuan dari berolahraga di pagi hari adalah untuk menambah energi dan untuk merasakan efeknya selama hari kerjamu.
  4. Relax
    Terlalu lama bekerja dapat menyebabkan kemacetan otak (menurut Penelitian di Amerika). Rehat secara rutin saat hari kerja dan di malam juga akhir pekan dengan berjalan-kala, membaca, tidur sejenak, atau aktivitas santai lainnya dapat membantu menjernihkan semua informasi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan setiap harinya.
  5. Mendengarkan Musik
    Berdasarkan studi pada efek mendengarkan musik pada perfora kerja dari University of Ottawa, partisipan penelitian yang mendengarkan musik memiliki mood yang lebih baik, membuat mereka bisa fokus pada pekerjaan dalam jangka waktu yang lebih lama, namun juga membuat mereka lebih kreatif. Beberapa orang ada juga yang menjadi lebih efektif bekerja ketika mendengarkan musik klasik.
  6. Take a Break
    Penelitian berikutnya menemukan bahwa pekerja yang yang beristirahat sejenak (take a break), 13% bekerja lebih baik dari pekerja yang tidak rehat. Semakin lama rehatnya (seperti cuti liburan) dapat membantu mereka lebih fokus ketika kembali bekerja.
  7. Mempelajari Touch Type
    Penelitian tentang produktivitas menemukan bahwa touch typing mampu memberikan peningkatan yang siginifikan pada output pengetikan, di mana hal tersebut secara langsung juga berpengaruh pada produktifitas kerja terutama jika kamu banyak bekerja di depan komputer, mengetik email atau dokumen. Touching type (latihan mengetik tanpa melihat ke keyboard) dapat meningkatkan produksi kata per menit sebanyak 50-100%.
  8. Bekerja diiringi Backsound
    Sama seperti musik, bekerja dengan diiringi beberapa latar suara ringan dapat membantu produktivitas kerjamu. Sebuah studi menemukan bahwa ketika pekerja bekerja dengan latar suara ringan, kreatifitas dan produktifitas mereka meningkat.
  9. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Ideal
    Dalam beberapa studi yang dilakukan DeskTime, perubahan positif pada lingkungan tempat kerja, seperti second monitor, ventilasi yang lebih baik, jendela, dan budaya perusahaan yang lebih fokus memacu kita menjadi lebih produktif. Pada beberapa orang yang kreatif, mereka lebih enjoy menghiasi ruang kerja dengan artwork yang colorful pada dinding mereka, di mana mampu meningkatkan kepuasan kerja dan meningkatkan performa kerja.
  10. Bekerja dengan Segmen Kurang dari 1 Jam
    Berdasarkan sebuah studi, pekerja yang mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik bekerja selama rata-rata 52 menit pada setiap tugas, dengan break pada setiap sesinya selama 17 menit. Beberapa tips dalam artikel menambahkan pembuatan “to-do-list” yang realistis, memprioritaskan tugas setiap hari, dan mengatur waktu untuk break 15 menit setiap 45-55 menit atau lebih. Eksperimen dengan rentang waktu tersebut bergantung pada sebanyak apa tugas yang harus diselesaikan untuk menentukan interval waktu kerja masing-masing.

BACA JUGA: STRESS DI TEMPAT KERJA? INILAH 3 PENYEBABNYA

Menurutmu, apa lagi strategi yang bisa membantu produktivitas kerja yang sukses pernah kamu coba? Silakan bagikan di kolom comment di bawah ini.