10 Alasan Penting Pencari Kerja Harus Menggunakan Sosial Media

Social-Media-Marketing

Banyak para job seeker atau pencari kerja yang tak ingin kehidupan pribadinya terekspos saat melamar pekerjaan. Namun bagaimana jika kamu sebenarnya bisa meningkatkan kesempatan untuk menjadi kandidat terpilih melalui profil sosial mediamu? Di era sosial media saat ini para perusahaan justru melakukan penilaian dengan melihat kehidupanmu di dunia maya, jadi mengapa tidak dimanfaatkan untuk meningkatkan kualifikasimu?

Coba pertimbangkan hal ini: Survey CareerBuilder kepada lebih dari 2000 manager dan HRD profesional mengungkapkan bahwa 43% perekrut kerja menggunakan situs jejaring sosial untuk meneliti kandidat kerja mereka. Sementara semakin maraknya berita tentang dampak negatif sosial media, sosial media justru mengilustrasikan bagaimana kesan positif dalam dunia maya dapat memengaruhi keputusan perekrut. Selain itu, 33% perekrut kerja yang memeriksa kandidat dalam sosial media mengaku banyak menemui hal menarik yang membuat mereka mempertimbangkan memilih kandidat tersebut sementara hampir 23% mengaku semakin yakin untuk memilih kandidat setelah juga memeriksa akun sosial medianya. Jika kamu masih menghindari jejaring sosial, mungkin beberapa hal berikut dapat memotivasimu untuk membangun jaring-jaring di dunia online agar dapat menjadi berbeda dari kandidat lainnya.

1. Kepribadian cocok 

Hampir 50% manager dan HRD profesional diteliti dan mengatakan bahwa mereview konten sosial media dari kandidat memberikan gambaran apakah kandidat akan cocok dengan profil perusahaan. Melalui sosial media, kamu bisa menunjukkan kepribadianmu hanya lewat update status dan summary dalam LinkedInmu. Skill dan pengalaman tentu akan berpengaruh, namun kepribadian kandidat juga menjadi salah satu poin penentu.

2. Kamu adalah apa yang kamu ceritakan tentang kamu

Empat puluh lima persen perekrut menyukai kegiatan memvalidasi pengalaman kerja kandidat mereka melalui sosial media. Pastikan profil LinkedInmu dan jejaring sosial lainnya konsisten dan sesuai dengan CV yang kamu buat.

3. Menampilkan imej profesional

Apa yang kamu cantumkan pada bio dan profil sosial media menunjukkan sebagian sisi profesionalisme kamu. Para perekrut terkesan dengan imej profesional yang ditunjukkan para kandidat di situsnya. Gunakan foto profil yang high-quality dengan background yang netral. Gunakan pakaian kerja yang pantas dan pastikan untuk memerhatikan hal-hal detail seperti grammar/tata bahasa, penggunaan huruf capital dan spasi.

4. Menunjukkan berbagai minat.

Empat puluh persen tim perekrut memilih kandidat melalui informasi yang tercantum pada profil update pada sosial media. Jangan takut untuk menunjukkan keterlibatanmu sebagai volunteer, misalnya, dan aktivitas yang menunjukkan bagaimana kamu menghabiskan waktu luang. Yang harus diperhatikan: jika aktivitas ini muncul terlampau sering atau sifatnya terlalu pribadi, bisa jadi akan menimbulkan efek negatif pada imejmu. Hindari menyebutkan minat pada hal-hal yang controversial atau ekstrim.

5. Menunjukkan kemampuan berkomunikasi

Kamu menyebutkan dalam CV tentang kemampuan berkomunikasimu yang baik, namun bagaimana bisa membuktikannya? Biasanya para perekrut akan membuktikannya melalui profil jejaring sosial dan caramu melakukan update status. Bahkan profil, tanda baca, ejaan dan gaya berbahasa penting untuk diperhatikan ketika kamu membuat tweet. Perhatikan juga tingkah lakumu dalam dunia maya. Hindari umpatan, ucapan senonoh dan komentar negative yang kamu lakukan di sosial media.

Social media communication concept

6. Kreatif

Terkadang para perekrut juga melihat kandidat yang dapat berpikir out of the box. Kreatifitas dari para kandidat yang terlihat dalam sosial media mampu memengaruhi keputusan mereka. Pamerkan kreatifitasmu dengan sering mengunggah karya-karya yang pernah kamu ciptakan, atau dengan mencantumkan alamat situs blog yang kamu tulis (jika keahlianmu menulis) di profil sosial media.

7. Poin plus lewat penghargaan. 

Jangan ragu untuk mencantumkan prestasi yang sudah kamu raih di sosial media. Masukkan daftar penghargaan atau achievement yang pernah kamu raih dalam profil LinkedInmu. Bila perlu upload foto/screen shot dari piala-piala atau piagam yang pernah kamu dapatkan sebagai bukti jika suatu waktu si perekrut melakukan pencarian tentang dirimu melalui sosial media.

8. Memiliki referensi yang banyak dan baik.

Perusahaan menyukai ketika melihat referensi atau komentar-komentar yang muncul untukmu pada profil sosial media. Seperti pada sosial media LinkedIn ada fitur khusus untuk memberikan rekomendasi dan mengendorse beberapa bidang keahlian tertentu. Pastikan kamu meminta rekan kerja/bos untuk mengisinya.

9. Interaksi dengan perusahaan. 

Perusahaan yang memiliki akun sosial media tentu ingin lebih dekat dengan audiensnya melalui interaksi. Mereka akan menyukai ketika salah satu kandidat melakukan interaksi di akun sosial medianya. Akan lebih baik jika kamu memberikan komentar yang positif disbanding hanya menanyakan pertanyaan seperti “apakah lamaran kerja saya sudah diterima?”

10. Memiliki banyak pengikut. 

Empat belas persen perekrut melihat banyaknya pengikut atau followers sebagai hal yang positif. Jika banyak orang mengikutimu, berarti ada banyak hal yang menarik atau bernilai darimu. Sifat kepemimpinan dan keterikatan dengan komunitas tentu akan memberikan manfaat bagi perusahaan. Bangun massamu sediri dengan memberikan informasi yang bermanfaat bagi audiensmu. Memang bukan hal yang mudah, namun percayalah bahwa hal ini akan menjadi aset berharga untuk masa depan karirmu.

Semoga beberapa keuntungan di atas dapat memberikan insight baru untukmu. Jadi, masih ragu untuk memanfaatkan sosial mediamu sebagai portofolio online? Dan satu lagi jika kamu ingin mendapatkan informasi terbaru mengenai lowongan pekerjaan di Indonesia, langsung saja cek http://www.jobs.id